Misteri Jejak Diduga Macan di Semanu Gunungkidul

Misteri Jejak Diduga Macan di Semanu Gunungkidul

Tim detikJogja - detikJogja
Senin, 05 Jan 2026 11:04 WIB
Misteri Jejak Diduga Macan di Semanu Gunungkidul
Jejak harimau tertangkap kamera pekerja proyek di Semanu, Gunungkidul, Jumat (2/1/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja
Jogja -

Jejak diduga macan bikin geger warga di Panggul Kulon, Semanu, Gunungkidul. Jejak tersebut ditemukan di lokasi pembangunan ponpes yang merupakan lahan pertanian.

Kemunculan jejak macan itu pun bikin waswas warga sekitar. Namun, balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menyebut Semanu itu bukan habitat hewan buas.

"Jadi di situ lahan pertanian dan setiap hari ada orangnya. Nah, sementara untuk jenis binatang buas pasti habitatnya jauh dari aktivitas manusia," kata Koordinator Resort Konservasi Wilayah Gunungkidul Tugimayanto saat dihubungi detikJogja, Sabtu (3/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hingga saat ini pemilik jejak itu masih misterius. Meski begitu, Tugimayanto menduga jejak itu bukan milik macan seperti yang diduga warga.

"Meski belum bisa dipastikan, tapi kalau habitat binatang buas saya kira bukan," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Namun, jika jejak itu benar seekor macan diduga hewan buas itu hanya melintas. Sebab, ada telaga di sekitar lokasi penemuan jejak itu.

"Tapi kalau melintas kemungkinan bisa, karena telaga juga di sana. Jadi melintas mencari air, itu pun kalau misal benar-benar jejak itu jejak binatang buas," ujar dia.

Di sisi lain, daerah yang diduga menjadi habitat hewan buas disebut ada di Girisubo. Kawasan itu menjadi habitat macan tutul.

"Kalau itu (binatang buas) dari Girisubo ke Semanu sepertinya terlalu jauh ya, karena jaraknya jauh sekali," ucap dia.

Pihaknya pun masih belum berencana memasang kamera di lokasi penemuan jejak diduga macan itu. Sebelumnya, pihaknya sempat memasang kamera trap sebelum pandemi COVID-19 di Panggang.

"Dulu sebelum pandemi (COVID-19) itu kami pernah pasang kamera trap di Panggang karena (info) ada macan. Tapi yang terekam di kamera itu ternyata binatang jenis anjing," jelas dia.

Lokasi ditemukannya jejak diduga harimau di lokasi proyek, Semanu, Gunungkidul, Jumat (2/1/2026).Lokasi ditemukannya jejak diduga harimau di lokasi proyek, Semanu, Gunungkidul, Jumat (2/1/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja

Awal Mula Penemuan Jejak Diduga Macan

Salah seorang warga, Heru Purwanto (56), mengatakan pihaknya belum melihat jejak diduga macan itu lagi.

"Pagi tadi saya cek belum ada lagi jejaknya. Biasanya beberapa hari muncul lagi, gitu. Jadi tidak setiap hari muncul," kata Heru yang juga pekerja proyek ponpes itu kepada detikJogja, Sabtu (3/1).

Sebelumnya, jejak diduga macan itu terlihat di sisi timur proyek pembangunan ponpes. Heru meyakini itu jejak harimau.

"Kenapa saya yakin? Karena di sini selain harimau tidak ada jejak-jejak seperti itu, dan biasanya dia minum air bersih di sini (tampungan air hujan dekat proyek)," ujarnya.

Menurut Heru, operator backhoe di proyek pembangunan Ponpes juga pernah melihat harimau.

"Sudah (ada yang pernah lihat harimau) itu pagi-pagi operator backhoe lihat sendiri warnanya kuning hitam dengan ukuran lebih besar dari kambing, saat itu satu ekor yang dilihat," ucapnya.

Heru menyebut harimau atau macan itu tidak pernah mengganggu pekerja proyek.

"Tidak mengganggu, macan jinak maksudnya penunggu, sesepuh sini dan tidak mengganggu warga sini. Warga juga sudah biasa (melihat harimau)," katanya.

Pekerja bangunan lainnya, Jono (60), juga mengaku sudah beberapa kali melihat harimau di Panggul Kulon. Menurutnya, hal itu terjadi saat musim kemarau.

"Sering (lihat), saat sudah tidak ada air, yang penting jangan diganggu. Pernah saya duduk dan lewat didiamkan saja, jangan dilempar," kata warga Gaduhan, Harjosari, Tanjungsari itu.

Hingga saat ini pemilik jejak itu masih misterius. Apakah benar macan atau hewan lain, sementara ini BKSDA belum berniat untuk memasang CCTV di lokasi.




(ams/apl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads