Sebuah video yang memperlihatkan seekor kuda andong ambruk di Malioboro viral di media sosial. Video itu dinarasikan kuda tersebut diduga mengalami kelelahan. Begini kata koperasi andong wisata Malioboro.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @folkjog itu terlihat andong dengan dua ekor kuda tengah berada di sisi barat di ujung utara jalan Malioboro. Salah satu kuda penarik andong tampak tak terkendali dan sedikit melompat hingga akhirnya terjatuh di atas taman pedestrian.
"Seekor kuda penarik andong ambruk di kawasan Malioboro, Yogyakarta, yang diduga disebabkan kelelahan setelah beraktivitas selama libur Natal dan Tahun Baru. Kejadian ini pun menjadi pengingat akan pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan kuda andong, khususnya saat lonjakan aktivitas wisata di musim liburan. Semoga semuanya aman," tulis keterangan dalam unggahan itu dilihat detikJogja, Jumat (2/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dimintai konfirmasi terkait kejadian itu, Pengawas Koperasi Jasa Andong Wisata Yogyakarta, Anggo Setiawan, pun membenarkan. Menurutnya, kejadian itu terjadi kemarin (1/1) sore.
Anggo pun membantah jika kejadian itu lantaran kuda kelelahan. Menurutnya, kejadian itu dikarenakan kuda mengalami gugup atau nervous saat melewati jalan di depan Hotel Inna Garuda itu.
"Kudanya itu kalau setiap lewat (Inna) Garuda sama lewat (jalan) Sosrowijayan itu kurang nyaman kudanya. Kayak nervous gitu. Itu baru saja nurunin penumpang," jelas Anggo saat dihubungi, hari ini.
"Karena nervous-nya itu, kudanya itu nendang, berhubung itu pakai kuda dua, tengah-tengahnya ada kayu sekat sebagai setangnya itu. Kuda yang sebelah kiri itu nendang kaki (kuda) kanannya, nglompatin kayunya itu, Jadi, kaki belakang itu lompat, namanya langkah bom," sambungnya.
Setelah mengalami langkah bom itu, kata Anggo, kuda sebelah kanan tidak bisa berdiri dengan semestinya karena satu kakinya nyangkut di setang. Akibatnya, si kuda terjatuh ambruk ke taman pedestrian. Sontak si kusir turun dari andong untuk memperbaiki situasi. Momen itu lah yang tertangkap kamera warganet.
"Pak kusirnya itu ambil sikap daripada nanti kalau ke selatan nanti kena apa-apa, dibantinglah ke kanan, didorong gitu kudanya. Intinya, biar berhenti, kudanya yang satu, yang sebelah kanan itu jatuh. Semuanya itu kudanya nurut, nggak ada kelelahan," urai Anggo.
"Kusirnya juga sakit lho, karena dia kan begitu ndorong itu kan nggak kuat to, wong ibarat kata dua kuda lari, yang penting tangannya dorong, lah, akhirnya itu kan terpental, kepalanya sama kepala kuda beradu," sambungnya.
Anggo menegaskan kejadian itu bukan terjadi karena kuda kelelahan ataupun akibat padatnya lalu lintas saat kejadian. Dalam video tersebut juga terlihat lalu lintas tidak terlalu padat. Di sisi lain, menurutnya, kuda bisa grogi di titik jalan tertentu. Anggo pun mengaku tak mengetahui pasti penyebab kuda gugup.
"Kalau itu kurang tahu (kenapa kuda grogi). Jadi kuda itu sendiri-sendiri, kayak punya saya itu, kalau pas nervous, itu pas di perempatan pojok barat Sosrowijayan itu. Bukan (karena lalin padat), kalau itu kan lalu lintasnya malah selow," ungkapnya.
Lebih lanjut Anggo menjelaskan, kejadian tersebut baru sekali terjadi selama masa libur Natal dan tahun baru (Nataru) ini. Ia juga mengaku kuda andong tidak diforsir selama masa liburan, malahan para kusir beroperasi secara sif bergantian selama liburan.
"Kemarin kami atur untuk sesuai dengan jam kerja biasanya. Jadi ada yang berangkat pagi, ada yang berangkat dari rumah itu jam 05.00 pagi, Jam 9.00 dari Malioboro itu sudah otw pulang, memang betul-betul cari wisata yang pagi, sarapan pagi dan segala macam," papar Anggo.
"Ada yang jam 10.00 berangkat, nanti jam 14.00, jam 15.00 pulang, terus ada yang jam 14.00, jam 15.00 berangkat, nanti jam 20.00 pulang. Kayak saya berangkat dari rumah itu habis Isya, Jam 12.00 Malam saya pulang," imbuhnya.
Anggo pun meminta kepada para kusir untuk menggunakan kuda-kuda yang kondisinya sehat untuk bekerja selama masa liburan. Kusir yang bertugas pun menurutnya hanya 80% dari 302 anggota koperasi. Sedangkan di hari-hari biasa hanya 50% kusir yang bertugas.
"Kebetulan ini semua saya suruh mengeluarkan kuda-kuda yang kondusif, kalau Nataru itu kan rawan risiko mercon itu. Pokoknya kudanya harus betul-betul diamati apa yang ditakuti, harus bisa menyikapi seperti itu," pungkasnya.
(apl/alg)












































Komentar Terbanyak
Kenapa Presiden Venezuela Ditangkap Amerika? Ini Penjelasannya
Inara Rusli Ungkap Proses Damai dengan Insanul Fahmi: Bagaimanapun Suami Saya
Kala Bakul Sate di Kawasan Malioboro Ditertibkan Satpol PP