Niat Sholat Malam Jumat Pertama Rajab Lengkap Tata Cara, Waktu, dan Hukumnya

Niat Sholat Malam Jumat Pertama Rajab Lengkap Tata Cara, Waktu, dan Hukumnya

Ulvia Nur Azizah - detikJogja
Kamis, 25 Des 2025 12:00 WIB
Niat Sholat Malam Jumat Pertama Rajab Lengkap Tata Cara, Waktu, dan Hukumnya
Ilustrasi sholat malam jumat pertama Rajab. Foto: freepik/Freepik
Jogja -

Pada malam Jumat pertama bulan Rajab, sebagian umat Islam melaksanakan sholat khusus yang dikenal dengan nama raghaib. Amalan ini kerap dikerjakan sebagai bentuk ikhtiar menghidupkan salah satu bulan mulia dalam kalender hijriah dengan ibadah tambahan.

Di sisi lain, sholat raghaib juga sering menimbulkan pertanyaan, seperti bagaimana niat dan tata caranya, kapan waktu pelaksanaannya. Lalu bagaimana hukum mengerjakannya menurut para ulama. Perbedaan pandangan inilah yang membuat banyak orang ingin memastikan dasar dan batasannya sebelum mengamalkan.

Agar tidak keliru dalam memahami dan melaksanakannya, simak penjelasan lengkap mengenai niat, tata cara, waktu pelaksanaan, hingga pandangan ulama tentang sholat malam Jumat pertama Rajab berikut ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Poin utamanya:

  • Sholat malam Jumat pertama Rajab dikenal sebagai sholat raghaib dengan niat, jumlah rakaat, dan bacaan tertentu.
  • Waktu pelaksanaannya umumnya pada malam Jumat pertama Rajab, dikerjakan setelah isya atau di antara maghrib dan isya.
  • Ulama berbeda pendapat soal hukumnya, namun sholat sunnah mutlak di bulan Rajab tetap dianjurkan sebagai penghidupan bulan mulia.

ADVERTISEMENT

Niat Sholat Malam Jumat Pertama Rajab dan Tata Caranya

Setiap sholat memiliki bacaan niat tersendiri, begitu pula dengan sholat raghaib di malam Jumat pertama Rajab. Sholat ini juga memiliki tata cara khusus yang perlu kita perhatikan. Jadi, mari kita simak penjelasan yang dikutip dari buku Rahasia Kedahsyatan Shalat Sunah Setahun Penuh karya Ustadz M Kamaluddin serta Shalat Sunnah Hikmah & Tuntunan Praktis karya Nasrul Umam S.

1. Niat Sholat Malam Jumat Pertama Rajab

Niat sholat sunnah Rajab dibaca di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Lafadz niatnya sebagai berikut.

Ω„ΩΨ£ΩΨ΅ΩŽΩ„ΩΩ‘ΩŠ Ψ³ΩΩ†ΩŽΩ‘Ψ©ΩŽ رَجَبٍ Ψ±ΩŽΩƒΩ’ΨΉΩŽΨͺΩŽΩŠΩ’Ω†Ω Ω„ΩΩ„ΩŽΩ‘Ω‡Ω ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰
Ushallī sunnata rajabin rak'ataini lillāhi ta'ālā, Allāhu akbar.
Artinya: "Aku niat sholat sunnah Rajab dua rakaat karena Allah Ta'ala. Allah Maha Besar."

2. Tata Cara Sholat Sunnah Rajab

Setiap dua rakaat dikerjakan dengan urutan bacaan sebagai berikut. Pada rakaat pertama membaca surat Al-Fatihah, kemudian dilanjutkan dengan surat Al-Qadr sebanyak tiga kali. Pada rakaat kedua membaca surat Al-Fatihah, kemudian dilanjutkan dengan surat Al-Ikhlas sebanyak dua belas kali. Setelah rakaat kedua, diakhiri dengan salam. Sholat dua rakaat ini diulang hingga mencapai dua belas rakaat.

3. Amalan Setelah Sholat Sunnah Rajab

Setelah menyelesaikan dua belas rakaat sholat sunnah Rajab, dianjurkan untuk melanjutkan dengan beberapa amalan berikut.

Membaca Sholawat

Duduk setelah salam, lalu membaca sholawat sebanyak tujuh puluh kali dengan bacaan:

Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡ΩΩ…Ω‘ΩŽ Ψ΅ΩŽΩ„Ω‘Ω ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ‰ Ω…ΩΨ­ΩŽΩ…Ω‘ΩŽΨ―Ω Ψ§Ω„Ω†Ω‘ΩŽΨ¨ΩΩŠΩ‘Ω Ψ§Ω„Ω’Ψ£ΩΩ…Ω‘ΩΩŠΩ‘Ω ΩˆΩŽΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ‰ ؒلِهِ
Allaahumma shalli 'alā Muhammadin-nabiyyil-ummiyyi wa 'alā ālih.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada Nabi Muhammad yang ummi dan kepada keluarganya."

Sujud Pertama dan Dzikir

Setelah itu, bersujud dan membaca dzikir berikut sebanyak 70 kali:

Ψ³ΩΨ¨Ω‘ΩΩˆΨ­ΩŒ Ω‚ΩΨ―Ω‘ΩΩˆΨ³ΩŒ Ψ±ΩŽΨ¨Ω‘Ω Ψ§Ω„Ω’Ω…ΩŽΩ„ΩŽΨ§Ψ¦ΩΩƒΩŽΨ©Ω ΩˆΩŽΨ§Ω„Ψ±Ω‘ΩΩˆΨ­Ω
Subbūhun quddūsun rabbul-malā'ikati war-rūh.
Artinya: "Mahasuci dan Mahakudus Engkau, Tuhan para malaikat dan ruh."

Duduk dan Membaca Doa

Bangun dari sujud, lalu duduk dan membaca doa berikut sebanyak tujuh puluh kali:

Ψ±ΩŽΨ¨Ω‘Ω اغْفِرْ ΩˆΩŽΨ§Ψ±Ω’Ψ­ΩŽΩ…Ω’ وَΨͺΩŽΨ¬ΩŽΨ§ΩˆΩŽΨ²Ω’ ΨΉΩŽΩ…Ω‘ΩŽΨ§ ΨͺΩŽΨΉΩ’Ω„ΩŽΩ…Ω Ψ₯ΩΩ†Ω‘ΩŽΩƒΩŽ Ψ£ΩŽΩ†Ω’Ψͺَ Ψ§Ω„Ω’Ψ£ΩŽΨΉΩŽΨ²Ω‘Ω Ψ§Ω„Ω’Ψ£ΩŽΩƒΩ’Ψ±ΩŽΩ…Ω
Rabbi ghfir warham wa tajaāwaz 'ammā ta'lam, innaka anta al-a'azzu al-akram.
Artinya: "Wahai Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, dan maafkanlah segala yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkaulah Yang Mahaperkasa lagi Mahamulia."

Sujud Terakhir dan Menyampaikan Hajat

Setelah itu, bersujud kembali dengan membaca dzikir yang sama seperti sebelumnya. Pada sujud terakhir ini, seorang muslim dianjurkan untuk memanjatkan doa dan menyampaikan hajat kepada Allah Ta'ala sesuai dengan kebutuhan dan harapannya.

Waktu Pelaksanaan Sholat Malam Jumat Pertama Rajab

Sholat ini biasa dikerjakan pada malam Jumat pertama bulan Rajab. Namun tidak hanya itu, sholat raghaib juga dikerjakan pada malam 1 Rajab, malam tanggal 15, serta malam terakhir di tanggal 29 atau 30. Dalam beberapa penjelasan, sholat sunnah Rajab dikerjakan setelah sholat isya, dan ada pula yang menyebutkan pelaksanaannya di antara maghrib dan isya.

Sholat sunnah Rajab dikerjakan sebanyak 12 rakaat. Pelaksanaannya dilakukan dua rakaat salam, lalu diulang hingga genap dua belas rakaat.

Hukum Mengerjakan Sholat Malam Jumat Pertama Rajab

Dikutip dari NU Online, sholat malam Jumat pertama bulan Rajab disebut memiliki keutamaan besar, sebagaimana disebutkan dalam riwayat yang dikutip Imam al-Ghazali. Disebutkan bahwa orang yang mengerjakan sholat ini akan dikabulkan hajatnya, diampuni dosa-dosa kecilnya meskipun sebanyak buih lautan, pasir, dan daun di pepohonan. Bahkan pada hari kiamat, 700 anggota keluarganya akan mendapat syafaat dan dimasukkan ke dalam surga.

Namun demikian, Imam al-Ghazali sendiri mengakui bahwa dalil sholat raghaib tidak sekuat dalil sholat tarawih atau sholat hari raya. Ia merujuk pada kebiasaan warga al-Quds (Palestina) yang menghidupkan bulan Rajab dengan sholat sunnah mutlak secara istiqamah. Dari praktik inilah kemudian muncul istilah sholat sunnah Rajab yang populer dikenal sebagai sholat raghaib.

Pandangan berbeda disampaikan oleh Ibnu Hajar al-Haitami. Dalam kitab Al-Fatawa al-Kubra ala Mazhab al-Imam al-Syafi'i, beliau menegaskan bahwa sholat raghaib, sebagaimana sholat malam nisfu Sya'ban 100 rakaat, termasuk bid'ah. Oleh karena itu, hukumnya makruh apabila dikerjakan dengan niat khusus sholat raghaib, baik secara sendiri-sendiri maupun berjamaah.

Dari dua pandangan ini, para ulama kemudian menitiktemukan pendapat dengan beberapa penjelasan penting. Pertama, sholat sunnah tetap boleh dikerjakan sebagai sholat sunnah mutlak, tanpa mengkhususkan niat sholat raghaib. Yang dimakruhkan adalah pengkhususan niat dan tata cara tertentu yang tidak bersumber langsung dari Nabi.

Kedua, bulan Rajab merupakan bulan mulia yang dianjurkan untuk diisi dengan berbagai amalan kebaikan. Amalan baik yang dilakukan pada bulan ini diyakini memiliki keutamaan pahala yang besar, selama tidak bertentangan dengan kaidah agama.

Ketiga, penjelasan Imam al-Ghazali sejatinya mengacu pada praktik sholat sunnah mutlak warga al-Quds, bukan penetapan sholat raghaib sebagai ibadah khusus yang memiliki dalil kuat. Karena itu, orang yang menghidupkan Rajab dengan sholat sunnah tidak serta-merta dianggap melakukan bid'ah dhalalah, selama niatnya adalah sholat sunnah mutlak.

Kesimpulannya, shalat raghaib tidak memiliki dalil nas yang kuat dari Al-Quran dan hadits. Namun, menghidupkan bulan Rajab dengan sholat sunnah mutlak dan puasa sunnah termasuk dalam fadail a'mal atau keutamaan amal. Dalam konteks inilah hadits dhaif dapat diamalkan, sebagaimana ditegaskan oleh Ibnu Hajar al-Haitami berikut ini:

ΩˆΩ‚Ψ― ΨͺΩŽΩ‚ΩŽΨ±Ω‘ΩŽΨ±ΩŽ Ψ£ΩŽΩ†Ω‘ΩŽ Ψ§Ω„Ψ­Ψ―ΩŠΨ« Ψ§Ω„ΨΆΩ‘ΩŽΨΉΩΩŠΩΩŽ ΩˆΩŽΨ§Ω„Ω’Ω…ΩΨ±Ω’Ψ³ΩŽΩ„ΩŽ ΩˆΩŽΨ§Ω„Ω’Ω…ΩΩ†Ω’Ω‚ΩŽΨ·ΩΨΉΩŽ ΩˆΩŽΨ§Ω„Ω’Ω…ΩΨΉΩ’ΨΆΩŽΩ„ΩŽ ΩˆΩŽΨ§Ω„Ω’Ω…ΩŽΩˆΩ’Ω‚ΩΩˆΩΩŽ ΩŠΩΨΉΩ’Ω…ΩŽΩ„Ω Ψ¨Ω‡Ψ§ في ΩΩŽΨΆΩŽΨ§Ψ¦ΩΩ„Ω Ψ§Ω„Ω’Ψ£ΩŽΨΉΩ’Ω…ΩŽΨ§Ω„Ω Ψ₯Ψ¬Ω’Ω…ΩŽΨ§ΨΉΩ‹Ψ§ ΩˆΩŽΩ„ΩŽΨ§ Ψ΄ΩŽΩƒΩ‘ΩŽ Ψ£ΩŽΩ†Ω‘ΩŽ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ رَجَبٍ Ω…Ω† ΩΩŽΨΆΩŽΨ§Ψ¦ΩΩ„Ω Ψ§Ω„Ω’Ψ£ΩŽΨΉΩ’Ω…ΩŽΨ§Ω„Ω ΩΩŽΩŠΩΩƒΩ’ΨͺΩŽΩΩŽΩ‰ ΩΩŠΩ‡ Ψ¨ΩΨ§Ω„Ω’Ψ£ΩŽΨ­ΩŽΨ§Ψ―ΩΩŠΨ«Ω Ψ§Ω„ΨΆΩ‘ΩŽΨΉΩΩŠΩΩŽΨ©Ω ΩˆΩŽΩ†ΩŽΨ­Ω’ΩˆΩΩ‡ΩŽΨ§ ΩˆΩŽΩ„ΩŽΨ§ ΩŠΩΩ†Ω’ΩƒΩΨ±Ω Ψ°Ω„Ωƒ Ψ₯Ω„Ω‘ΩŽΨ§ Ψ¬ΩŽΨ§Ω‡ΩΩ„ΩŒ Ω…ΩŽΨΊΩ’Ψ±ΩΩˆΨ±ΩŒ

Artinya: "Dan merupakan ketetapan bahwa hadits dhaif, mursal, munqathi', mu'dlal, dan mauquf dapat diamalkan dalam keutamaan amal menurut kesepakatan ulama. Tidak diragukan bahwa puasa Rajab termasuk keutamaan amal. Karena itu, cukup menggunakan hadits-hadits dhaif dan sejenisnya. Tidak mengingkari hal ini kecuali orang yang bodoh dan tertipu."

Demikianlah tadi penjelasan lengkap mengenai niat sholat malam Jumat pertama Rajab beserta tata cara dan hukumnya. Semoga bermanfaat!




(par/par)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads