Polisi mengungkap motif anak berkonflik dengan hukum (ABH) terduga pelaku peledakan SMAN 72 Jakarta. Remaja itu mengaku tak punya tempat curhat, selalu merasa sendiri sehingga terdorong melakukan aksi nekat itu.
Dilansir detikNews, Kamis (13/11/2025), Polda Metro Jaya mengungkap fakta itu sejak Selasa (11/11) lalu. Kondisi pelaku ledakan SMAN 72 itu pun menjadi perhatian Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Tak Punya Tempat Curhat
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menyebut pemicu ABH melakukan aksinya. Dia menyebut ABH nekat melakukan ledakan di SMAN 72 Jakarta karena tak punya tempat curhat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada hal yang menarik juga di dalam proses penyidikan yang kami peroleh dari hasil penggalian keterangan maupun petunjuk-petunjuk yang ada. Bahwa yang bersangkutan anak berkonflik dengan hukum ini terdapat dorongan untuk melakukan peristiwa hukum tersebut," kata Iman dalam jumpa pers.
Iman menyebut ABH itu juga merasa sendiri dan tak punya tempat sambat. Kondisi ini dilakukan pelaku, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah.
"Dorongannya, di mana yang bersangkutan merasa sendiri kemudian merasa tak ada yang menjadi tempat untuk menyampaikan keluh kesahnya, baik itu di lingkungan keluarga kemudian di lingkungannya itu sendiri, maupun di lingkungan sekolah," ujarnya.
Temuan ini pun menjadi perhatian polisi bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). "Ini yang menjadi perhatian kami juga bersama dengan KPAI untuk menyikapi hal tersebut," tuturnya.
Di sisi lain, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut ABH hanya tinggal bersama ayahnya di rumah. Ibunya bekerja di luar negeri.
"ABH tinggal bersama ayahnya, sementara ibu bekerja di luar negeri," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto saat dimintai konfirmasi, Rabu (12/11).
Polisi pun memeriksa ayah pelaku. Ibu pelaku belum bisa dimintai keterangan karena berada di luar negeri.
"Ayah ABH (anak berhadapan dengan hukum) sudah diminta keterangan termasuk beberapa saksi lainnya," ujar Budi.
Ortu Cerai
Budi juga mengungkap kondisi keluarga ABH. Dia menyebut orang tua ABH sudah berpisah.
"Kan kalau bicara tentang keluarga, ini kan sudah pisah. Ya (cerai)," ungkapnya.
Budi menyebut situasi tersebut juga memengaruhi ABH. Dia menyebut perceraian kedua orang tuanya berdampak kepada yang bersangkutan.
"Ini menjadikan problem bagi si anak. Jadi ini sebenarnya ada sisi kemanusiaan, ada sisi empati yang harus juga kita jaga," ujar dia.

Komentar Terbanyak
Awal Mula Ide Mbah Suhan Bikin 'Sawah Rongsok' di Gunungkidul
14 Orang Jadi Tersangka Baru Kasus Penyiksaan Anak Daycare Little Aresha Jogja
Pekerja Tewas Tertimpa Tembok Saat Bongkar Rumah di Sleman