Bagi sebagian orang kemunculan kamitetep di rumah adalah yang biasa dan tidak begitu mengganggu. Namun demikian, tidak sedikit juga yang justru dibuat penasaran dengan bahaya dari kamitetep ini. Benarkah kamitetep termasuk hewan yang berbahaya?
Untuk diketahui, kamitetep merupakan jenis ngengat yang di dalam bahasa Inggris disebut sebagai household casebearer. Dijelaskan dalam laman Askifas, nama ilmiah kamitetep atau household casebearer ini disebut sebagai Phereoeca uterella. Meskipun kamitetep termasuk jenis ngengat, tapi kebanyakan orang justru mengenalnya dalam wujud berbeda.
Sebelum tumbuh sebagai ngengat dewasa, kamitetep akan hidup di dalam pupa yang mana mereka akan membawa wadah berupa kantong ke mana pun pergi. Maka tak heran, kebanyakan orang menjumpai kamitetep ini dalam wujud yang masih berupa larva atau pupa yang hidup di dalam kantong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun memiliki tubuh yang relatif sangat kecil, sebagian orang mungkin dibuat penasaran tentang hewan kamitetep ini. Salah satunya tentang kamitetep itu bahaya atau tidak, ya? Untuk menjawabnya, mari simak penjelasannya berikut ini.
Kamitetep Berbahaya atau Tidak?
Sebenarnya kamitetep tidak berbahaya secara langsung bagi manusia. Ini dikarenakan kamitetep bukanlah hewan yang memiliki kekuatan untuk menyerang atau memberikan efek gigitan kepada manusia. Meskipun begitu, ada dampak tertentu yang bakal dirasakan oleh manusia, salah satunya berkaitan dengan lingkungan tempat mereka tinggal.
Dijelaskan dalam laman Picture Insect, kamitetep yang masih dalam tahap pertumbuhan sebagai larva membutuhkan kantong untuk bisa bertahan hidup. Nah, kantong ini didapatkan mereka dari bahan-bahan yang tersedia di sekitar.
Biasanya kamitetep membuat sendiri kantongnya yang berasal dari keratin maupun protein. Bisa saja berasal dari sesuatu yang dihasilkan oleh hewan lain maupun barang-barang yang dimiliki manusia. Salah satu dampak adanya kamitetep ini adalah kerusakan pada serat kain atau tekstil.
Lebih lanjut, dijelaskan kamitetep atau household casebearer ini tidak beracun. Umumnya, kamitetep juga tidak memicu risiko bagi kesehatan manusia. Hal ini senada dengan penjelasan dalam laman Arrest-a-Pest, kamitetep tidak berbahaya tapi dapat menjadi hama yang persisten. Artinya, kamitetep akan terus-menerus muncul di rumah apabila tidak ditangani dengan baik.
Kemunculan kamitetep bisa saja mengganggu rumah, bangunan, atau manusia yang tinggal di sekitarnya. Oleh sebab itulah, orang-orang di sekitar hewan ini perlu memberikan perhatian apabila menjumpai kamitetep di sudut rumah atau bagian lain yang ada di sekitar kita.
Cara Menghilangkan Kamitetep di Rumah
Lantas, bagaimana ya cara membasmi kamitetep agar tak kembali lagi ke rumah? Ada berbagai tips sederhana yang bisa dilakukan untuk mengusir kamitetep menjauh dari rumah. Dihimpun dari Native Pest Management, What's That Bug, hingga Hulett Environmental Services, berikut beberapa langkah mudah yang bisa dilakukan.
1. Sedot Debu Secara Teratur
Kamitetep biasanya bisa muncul dan berdiam diri di berbagai sudut rumah. Baik itu tembok, lantai, maupun celah-celah tersembunyi. Bahkan tidak menutup kemungkinan larva dari ngengat yang satu ini juga akan seolah-olah berkamuflase dengan debu atau kotoran yang menempel di area sekitar rumah.
Untuk itu, agar dapat menghilangkan kamitetep dan memastikannya tidak kembali lagi ke rumah, langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan menyedot debu secara teratur. Usahakan menyedot debu hingga bersih dengan tidak menyisakan kotoran yang masih menempel.
Ini mengingat kantong kamitetep, baik yang masih berisi larva maupun ditinggalkan oleh pemiliknya, biasanya mudah menempel di tempat-tempat sulit dijangkau sekali pun. Buatlah jadwal secara teratur pembersihan debu di area sekitar rumah.
2. Kurangi Kelembapan Sekitar
Kamitetep cenderung cukup tertarik dengan lingkungan yang lembap. Maka tak heran, mereka akan menjadikan suatu lingkungan yang lembap sebagai sarang atau bahkan tempat untuk bertelur. Larva yang satu ini menyukai sirkulasi udara yang memiliki tingkat kelembaban tinggi.
Oleh karena itu, cobalah untuk sebisa mungking mengatur tingkat kelembapan area sekitar rumah. Caranya dengan memastikan sirkulasi udara berjalan dengan baik. Entah itu dengan cara membuka pintu atau jendela, menyalakan kipas atau AC, hingga menggunakan alat yang mampu mengurangi kelembapan udara.
Diharapkan dengan udara di sekitar yang tak lagi lembap, ngengat dewasa enggan untuk bertelur di area sekitar. Dengan begitu, kamitetep juga kemunculannya tidak terlalu sering atau bahkan dalam jumlah yang banyak.
3. Sesekali Bongkar Lemari
Tidak sedikit orang mungkin menganggap lemari bukanlah tempat yang harus dikhawatirkan. Padahal lemari menjadi salah satu lokasi yang cukup sering dijadikan sebagai tempat bagi kamitetep untuk berdiam diri. Kalau diperhatikan dengan saksama, saat membuka lemari atau merapikan baju, mungkin ada sebagian orang yang akan menjumpai kantong-kantong kamitetep berjatuhan.
Lemari menjadi salah satu lokasi di dalam rumah yang memiliki kelembapan tinggi. Termasuk lemari yang disimpan jauh dari sirkulasi cahaya atau bahkan ditempatkan di lokasi yang dekat dengan kelembapan. Salah satu cara mengurangi kelembapan lemari bisa dilakukan dengan membongkarnya sesekali.
Kosongkan lemari pakaian dan pastikan membersihkan kotoran yang menempel di sekitarnya. Biasanya tak jarang ada debu atau sarang laba-laba yang muncul di bagian dalamnya. Cobalah untuk membersihkannya secara rutin untuk meminimalisir kamitetep berdiam diri di sana.
4. Perangkap Serangga
Kalau biasanya ada yang menggunakan perangkap serangga untuk menangkap lalat yang mengganggu, kali ini terdapat juga perangkap serangga khusus untuk kamitetep. Biasanya produk perangkap untuk ngengat diformulasikan khusus dengan feromon.
Nah, feromon inilah yang dapat bekerja untuk menarik ngengat dewasa mendekat. Saat sudah terperangkap, maka mencegah mereka berkembangbiak dan bertelur. Pastikan untuk memilih perangkap serangga yang bebas pestisida dan tidak beracun.
Hal ini dimaksudkan agar produk tadi menargetkan kamitetep saja, tidak dengan serangga lainnya. Mengingat ada begitu banyak serangga yang punya manfaat bagi ekosistem sekitar.
5. Simpan Aromatik di Sekitar
Terdapat berbagai aroma yang ternyata dapat mengusir ngengat. Namun demikian, hal ini biasanya diperuntukkan bagi ngengat dewasa yang bisa terbang saja. Beberapa aroma mungkin tidak berpengaruh cukup besar terhadap kamitetep yang masih berwujud larva di dalam kantongnya.
Adapun aroma yang dimaksud terdiri dari bunga lavender, cengkeh, daun salam, kayu cedar, hingga rosemary. Gunakan essential oil atau produk dengan aroma khas tadi dan simpan di tempat-tempat yang diduga menjadi lokasi favorit bagi kamitetep.
Dengan menaruh aroma tadi dapat menjadi metode yang cukup ramah lingkungan untuk mencegah ngengat berkembangbiak dan bertelur. Ini sekaligus mendukung ruangan menjadi lebih beraroma harum.
6. Membersihkan Jaring Laba-laba
Saat menjumpai adanya jaring laba-laba tidak sedikit orang yang membiarkannya. Ini dimaksudkan salah satunya agar laba-laba tersebut membiarkan serangga menempel dan memangsanya. Namun demikian, jaring laba-laba ternyata merupakan sumber yang melimpah bagi kamitetep.
Larva dari ngengat ini membuat kantongnya sendiri yang dibawa ke mana pun mereka pergi. Salah satu bahan andalan yang digunakan oleh mereka adalah serat dari jaring laba-laba ini. Sering kali kamitetep sengaja berdiam di dekat jaring laba-laba agar bisa mengambil seratnya.
Untuk itu, saat menjumpai jaring laba-laba di depan mata, jangan ragu untuk segera membersihkannya. Selain membuat area sekitar menjadi lebih bersih, cara ini juga diharapkan bisa menekan perkembangbiakan kamitetep di dalam maupun luar rumah.
Demikian tadi penjelasan mengenai bahaya atau tidaknya kamitetep lengkap dengan cara mengusir agar tidak datang lagi ke rumah. Semoga informasi ini membantu, ya.
(par/par)
Komentar Terbanyak
Pengakuan Pacar-pacar Eks Dirut Taspen Kosasih, Dikado Mobil-Dibelikan Tas LV
Pihak Keluarga Sebut Persiapan Arya Daru ke Finlandia Tepis Anggapan Bunuh Diri
Kala UGM Buka-bukaan Tegaskan Lagi Keaslian Ijazah Jokowi