Polisi Lalu Lintas Sempat Disandera Massa Saat Ricuh di Otista Jakarta

Polisi Lalu Lintas Sempat Disandera Massa Saat Ricuh di Otista Jakarta

Wildan Noviansah - detikJogja
Jumat, 29 Agu 2025 09:44 WIB
Polisi mengamankan kericuhan massa di Jalan Otista, Jakarta Timur.
Foto: Polisi mengamankan kericuhan massa di Jalan Otista, Jakarta Timur. (dok. Istimewa)
Jogja -

Seorang anggota polisi lalu lintas sempat diculik dan disandera massa saat kericuhan meluas ke Jalan Otista, Jakarta Timur, pagi ini. Kericuhan ini imbas dari kejadian tewasnya driver ojek online (ojol) karena ditabrak dan dilindas mobil kendaraan taktis (rantis) Brimob.

"Mereka menculik salah satu anggota lalin," kata Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Alfian Nurrizal saat dihubungi, Jumat (29/8/2025), dikutip dari detikNews.
Anggota itu diculik pagi tadi dan sempat disandera.

"Nggak (dipukuli). Disandera, tapi bisa kita ambil kita amankan. Kami sudah bisa mengamankan anggota kami dan saat ini kita status quo di Jalan Otista," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diketahui, kericuhan di Otista terjadi pukul 03.00 WIB dini hari tadi. Massa sempat membakar ban. Saat ini polisi masih melakukan negosiasi agar warga membubarkan diri.

ADVERTISEMENT

Diberitakan sebelumnya, seorang ojek online bernama Affan Kurniawan tewas usai dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di Jakarta pada Kamis (28/8) malam. Affan tewas dilindas rantis Brimob dalam pengamanan demo di Jakarta.

Peristiwa itu berbuntut panjang hingga Jumat (29/8) pagi ini. Sejumlah massa dari pengemudi ojek online (ojol) dan warga mendatangi Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat (Jakpus). Massa yang mengamuk sempat membakar pos polisi (pospol) di kolong flyover Senen.

"Yang pertama saya mengucapkan belasungkawa dan dukacita yang sangat mendalam terhadap almarhum Affan dan tentunya kepada seluruh keluarga atas musibah yang terjadi," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di RSCM, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025).

Kapolri telah bertemu dengan keluarga almarhum Affan. Ia meminta maaf langsung ke keluarga Affan.

"Dan salah satunya tentunya tetap akan menindaklanjuti peristiwa yang terjadi, Pak Kadiv Propam sudah sampaikan dan tentunya akan dilanjutkan," ujar dia.

Sementara itu polisi memeriksa 7 anggota Brimob Polda Metro Jaya terkait insiden ojek online atau ojol dilindas kendaraan taktis (rantis) Barakuda dalam rangkaian demo 28 Agustus malam. Tujuh anggota itu berada dalam satu kendaraan yang melindas ojol itu.

Ketujuh anggota polisi itu berinisial Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M. Bharaka Y, dan Bharaka J. Polisi masih mendalami siapa yang mengendarai rantis tersebut saat kejadian.

"Jadi pelaku sudah kita amankan berjumlah 7 orang. Sudah kita lakukan pemeriksaan gabungan dari Div Propam Mabes Polri dengan Propam Kor Brimob Polri karena ini menyangkut anggota Brimob," ujar Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim dalam konferensi pers di RSCM, Jakarta, Jumat (29/8/2025) dini hari.

"Masih kita dalami ya siapa yang menyetir, siapa ini masih kita dalami. Kita belum bisa tahu pasti siapa ya. Yang jelas 7 orang ini ada dalam satu kendaraan. Kita dalami perannya bagaimana ini masih dalam rangka pemeriksaan," imbuhnya.




(dil/apl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads