Gunung Pandan Bojonegoro: Lokasi, Daya Tarik dan Fakta Menarik

Myesha Fatina Rachman - detikJatim
Senin, 19 Okt 2026 13:45 WIB
Panorama perbukitan Bojonegoro Selatan dengan latar Gunung Pandan dan Bukit Lawang. Foto: Website Resmi Geopark Bojonegoro
Bojonegoro -

Gunung Pandan menjadi salah satu destinasi alam yang menarik untuk dijelajahi di wilayah Jawa Timur bagian barat. Berada di kawasan Pegunungan Kendeng, gunung ini menawarkan suasana hutan yang asri, jalur pendakian yang menantang, serta pemandangan perbukitan yang memanjakan mata.

Dengan ketinggian sekitar 897 meter di atas permukaan laut (mdpl), Gunung Pandan tidak hanya menarik bagi pendaki, tetapi juga menyimpan potensi wisata geologi.

Kawasan di sekitar Gunung Pandan memiliki sejumlah daya tarik alam, termasuk Pancur 7 dan sumber mata air Banyu Kuning yang dikenal karena fenomena endapan mineralnya.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pegunungan tanpa harus mendaki gunung berketinggian ribuan meter, Gunung Pandan bisa menjadi salah satu pilihan untuk dipertimbangkan.

Lokasi Gunung Pandan

Gunung Pandan berada di perbatasan tiga kabupaten, yakni Bojonegoro, Madiun, dan Nganjuk. Salah satu jalur pendakian yang populer berada di Dusun Klino, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro.

Dari Alun-alun Bojonegoro, perjalanan menuju kawasan Gunung Pandan berjarak sekitar 52 kilometer. Waktu tempuhnya diperkirakan sekitar 1 jam 20 menit menggunakan sepeda motor atau 1 jam 30 menit dengan mobil, bergantung pada kondisi lalu lintas dan jalan.

Wisatawan yang hendak berkunjung sebaiknya memastikan kondisi rute dan akses menuju titik awal pendakian terlebih dahulu. Mengingat lokasinya berada di kawasan perbukitan, persiapan perjalanan perlu diperhatikan, terutama ketika cuaca kurang mendukung.

Daya Tarik Gunung Pandan

Gunung Pandan tak hanya menjadi tujuan pendakian, tetapi juga menawarkan pemandangan alam yang menarik. Pengunjung dapat menikmati suasana pegunungan dan panorama alam di sekitarnya.

1. Puncak Pegunungan Kendeng dengan Pemandangan Perbukitan

Gunung Pandan memiliki ketinggian sekitar 897 mdpl dan disebut sebagai puncak tertinggi di deretan Pegunungan Kendeng. Dari kawasan puncaknya, pendaki dapat menikmati bentang alam perbukitan yang bergelombang.

Pemandangan tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung yang ingin beristirahat sejenak dari kesibukan perkotaan. Suasana alam yang relatif tenang juga membuat perjalanan menuju puncak menjadi pengalaman tersendiri.

2. Jalur Pendakian dengan Vegetasi Hutan Jati

Salah satu karakteristik Gunung Pandan adalah vegetasinya yang didominasi hutan jati dan hutan rimba. Sepanjang jalur pendakian, pengunjung dapat menjumpai suasana hutan serta mendengar suara burung dan serangga.

Jalur pendakian yang berupa tanah bisa menjadi licin setelah hujan.Pendaki disarankan menggunakan sepatu dengan daya cengkeram yang baik untuk membantu menjaga keseimbangan agar lebih aman dan tidak mudah terpeleset selama perjalanan.

3. Pancur 7, Daya Tarik Wisata Geologi di Lereng Gunung

Selain pendakian, kawasan lereng Gunung Pandan memiliki potensi wisata alam berupa Pancur 7 yang berada tidak jauh dari kawasan tambang andesit dan dapat diakses dari Desa Sekar.

Daya tarik lokasi ini berupa tujuh aliran air yang keluar dari celah-celah batuan vulkanik. Aliran tersebut menghadirkan pemandangan alam yang menarik sekaligus menjadi bagian dari kekayaan geologi kawasan Gunung Pandan.

Pancur 7 juga memiliki nilai edukasi. Bentuk batuan dan pola aliran air di kawasan ini dapat menjadi bahan untuk mengenal proses geologi, termasuk pelapukan dan pergerakan air tanah.

Bagi pengunjung yang menyukai fotografi alam dan penjelajahan, kawasan ini menawarkan alternatif kegiatan selain mendaki. Namun, kondisi akses dan ketersediaan fasilitas di lokasi sebaiknya dipastikan sebelum berangkat.

4. Banyu Kuning dengan Fenomena Endapan Mineral

Daya tarik lain di kawasan sekitar Gunung Pandan adalah Banyu Kuning, sumber mata air yang berada di Desa Krondonan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro.

Nama Banyu Kuning berkaitan dengan tampilan kekuningan pada batu-batu di sekitar sumber air. Meski terlihat seolah-olah berwarna kuning, air yang mengalir sebenarnya bening. Warna tersebut berasal dari endapan mineral yang melekat pada permukaan batuan.

Banyu Kuning juga memiliki karakteristik air yang relatif hangat. Suhu airnya mencapai sekitar 40 derajat Celsius.

Fenomena ini dikaitkan dengan aktivitas panas bumi di bawah kawasan perbukitan Gunung Pandan. Akses menuju titik mata air membutuhkan usaha lebih karena pengunjung perlu melewati jalan setapak berbatu dan tanjakan dari kawasan permukiman.

Meskipun masyarakat setempat memiliki kepercayaan tradisional mengenai khasiat air tersebut, manfaat pengobatannya tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan kepercayaan. Air Banyu Kuning juga tidak dianjurkan untuk diminum.

5. Gunung Pandan Memiliki Nilai Sejarah

Gunung Pandan juga memiliki nilai sejarah bagi sebagian masyarakat setempat. Di beberapa titik kawasan ini terdapat situs yang dikeramatkan dan dipercaya memiliki kaitan dengan tokoh-tokoh masa lampau.

Keberadaan situs tersebut menambah aspek budaya dalam pengalaman berkunjung ke Gunung Pandan. Pengunjung yang menjumpai lokasi yang dianggap sakral sebaiknya menghormati kebiasaan masyarakat setempat, dan tidak melakukan tindakan yang merusak atau mengganggu kawasan tersebut.

Sebelum berkunjung, wisatawan tetap perlu memastikan akses, fasilitas, dan kondisi jalur terkini. Dengan persiapan yang baik serta perilaku yang bertanggung jawab, pengalaman menjelajahi Gunung Pandan dapat dilakukan dengan lebih aman sekaligus, tetap menjaga kelestarian alamnya



Simak Video "Video: Nasib Petani Curi 2 Potong Kayu Jati: Utang Numpuk, Anak Di-bully"

(irb/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork