Libur sekolah menjadi momen untuk mencoba aktivitas baru di alam terbuka, salah satunya mendaki gunung. Tak perlu langsung memilih gunung dengan medan ekstrem, sebab Jawa Timur memiliki banyak gunung yang ramah bagi pendaki pemula dengan jalur relatif singkat, pemandangan indah, dan akses mudah dijangkau.
Meski begitu, pendaki pemula tetap perlu memilih gunung sesuai kemampuan fisik dan mempersiapkan perlengkapan dengan baik. Berikut rekomendasi gunung di Jawa Timur yang cocok didaki saat libur sekolah, lengkap dengan karakter jalur, daya tarik, hingga tips agar pendakian tetap aman dan nyaman.
6 Gunung di Jawa Timur untuk Pendaki Pemula Saat Libur Sekolah
Bagi pendaki pemula, memilih gunung tidak cukup hanya melihat pemandangannya. Tingkat kesulitan jalur, estimasi waktu tempuh, kondisi cuaca, hingga fasilitas di basecamp juga perlu menjadi pertimbangan agar pengalaman mendaki tetap menyenangkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut beberapa gunung di Jawa Timur yang memiliki jalur relatif bersahabat untuk pendaki pemula. Masing-masing menawarkan pengalaman yang berbeda, mulai dari wisata sejarah, hutan pinus, hingga panorama pegunungan yang memanjakan mata.
1. Gunung Penanggungan
Gunung Penanggungan di Mojokerto Foto: Enggran Eko Budianto |
Gunung Penanggungan di perbatasan Kabupaten Mojokerto dan Pasuruan menjadi salah satu gunung yang cocok didaki pendaki pemula saat libur sekolah. Gunung setinggi 1.653 mdpl ini memiliki beberapa jalur pendakian.
Salah satunya melalui Tamiajeng, Trawas, yang dapat ditempuh sekitar 2-3 jam menuju puncak, sehingga banyak dipilih untuk pendakian tektok. Meski jalurnya relatif singkat, pendaki tetap akan menjumpai tanjakan yang cukup menguras tenaga.
Sesampainya di puncak, hamparan pegunungan di sekitar Trawas dan Mojokerto menjadi suguhan yang sayang dilewatkan. Jalurnya juga cukup jelas sehingga sering direkomendasikan bagi pendaki yang baru pertama kali naik gunung.
Dirangkum dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI, kawasan Gunung Penanggungan menyimpan lebih dari 100 tinggalan arkeologi dari masa Hindu-Buddha, seperti candi, petirtaan, dan pertapaan yang tersebar di lereng gunung. Perpaduan wisata alam dan sejarah inilah yang membuat Penanggungan menarik.
2. Gunung Panderman
Gunung Panderman. Foto: Muhammad Aminudin |
Jika sedang berlibur ke Kota Batu, Gunung Panderman bisa menjadi pilihan untuk merasakan pengalaman mendaki pertama. Gunung berketinggian sekitar 2.045 mdpl ini dapat diakses melalui Basecamp Toyomerto dengan estimasi perjalanan menuju puncak sekitar 3-4 jam.
Jalur pendakiannya didominasi jalan setapak yang cukup jelas dengan beberapa tanjakan yang masih bersahabat bagi pemula. Di sepanjang perjalanan, pendaki akan melewati kawasan hutan pinus dan beberapa titik terbuka yang menyuguhkan panorama Kota Batu dari ketinggian.
Saat cuaca cerah, pemandangan Gunung Arjuno, Gunung Kawi, hingga hamparan Kota Batu dapat terlihat dari puncak. Berdasarkan informasi Perum Perhutani KPH Malang, Gunung Panderman menjadi salah satu destinasi wisata alam yang paling banyak dikunjungi karena aksesnya mudah dijangkau.
3. Gunung Pundak
Gunung Pundak. Foto: (Ulul Aminatus/d'traveler) |
Gunung Pundak di kawasan Claket, Kabupaten Mojokerto, menjadi pilihan menarik bagi pendaki yang ingin menikmati suasana pegunungan tanpa harus menempuh perjalanan panjang. Gunung dengan ketinggian sekitar 1.585 mdpl ini dapat didaki dalam waktu sekitar 2-3 jam, tergantung kondisi fisik dan cuaca.
Sepanjang perjalanan, pendaki akan melintasi hutan pinus yang rindang dan jalur tanah yang relatif landai di beberapa bagian. Menjelang puncak, panorama pegunungan di kawasan Trawas mulai terlihat sehingga menjadi tempat favorit untuk beristirahat sambil menikmati udara sejuk.
Dirangkum dari Perhutani KPH Pasuruan, Gunung Pundak menjadi salah satu gunung yang sering dipilih sebagai lokasi latihan bagi pendaki pemula karena jalurnya relatif bersahabat dan mudah dijangkau dari Surabaya maupun Mojokerto.
4. Gunung Bekel
Gunung Bekel. Foto: Instagram @penanggungan_bekel |
Gunung Bekel menjadi alternatif bagi pendaki yang ingin menikmati jalur pendek dengan suasana alam yang masih asri. Gunung berketinggian sekitar 1.238 mdpl ini berada di kawasan Gunung Penanggungan dan dapat diakses melalui jalur Petirtaan Jolotundo di Trawas, Mojokerto.
Waktu tempuh menuju puncak rata-rata sekitar 1,5-2 jam. Meski tidak terlalu tinggi, jalur menuju puncak tetap menghadirkan beberapa tanjakan yang cukup menguji stamina. Dari atas, pendaki dapat menikmati panorama Gunung Penanggungan beserta kawasan hutan di sekitarnya yang masih hijau.
Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI menjelaskan Gunung Bekel merupakan bagian dari kompleks cagar budaya Gunung Penanggungan yang menyimpan sejumlah peninggalan arkeologi dari masa Hindu-Buddha.
5. Gunung Kelud
Gunung Kelud. Foto: Istimewa |
Gunung Kelud di perbatasan Kabupaten Kediri, Blitar, dan Malang menjadi salah satu destinasi favorit saat libur sekolah. Kawasan Gunung Kelud sudah dilengkapi akses jalan hingga mendekati kawah, sehingga cocok bagi keluarga maupun pendaki pemula yang ingin menikmati suasana pegunungan tanpa medan berat.
Dari area parkir, pengunjung dapat berjalan kaki melewati anak tangga menuju kawasan kawah sambil menikmati panorama lereng gunung dan udara yang sejuk. Selain kawah aktif, kawasan ini juga menawarkan gardu pandang serta berbagai spot untuk menikmati pemandangan alam.
Berdasarkan informasi Perhutani KPH Kediri, Gunung Kelud terus dikembangkan sebagai destinasi wisata alam dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan pengunjung dan pemantauan aktivitas vulkanik. Karena aksesnya relatif mudah, Gunung Kelud cocok menjadi pilihan wisata alam bagi pemula saat libur sekolah.
6. Gunung Buthak
Setelah mencoba gunung dengan jalur yang lebih pendek, Gunung Buthak dapat menjadi pilihan berikutnya bagi pendaki pemula yang ingin meningkatkan kemampuan. Gunung setinggi 2.868 mdpl ini berada di perbatasan Kabupaten Malang dan Blitar dengan salah satu jalur populer melalui kawasan Panderman.
Pendakian menuju puncak membutuhkan waktu lebih lama dibanding Gunung Penanggungan atau Panderman. Namun, jalurnya didominasi hutan pegunungan yang teduh dengan tanjakan yang bertahap, sehingga masih memungkinkan didaki pemula yang memiliki kondisi fisik baik dan didampingi pendaki berpengalaman.
Dirangkum dari Perhutani KPH Malang, Gunung Buthak kerap dijadikan lokasi latihan sebelum mendaki gunung dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Selain menawarkan suasana hutan yang masih alami, dari puncaknya pendaki dapat menikmati panorama pegunungan di kawasan Malang Raya.
(irb/hil)





