Kalimantan dikenal sebagai salah satu wilayah Indonesia yang memiliki bentang alam luas dan beragam. Selain hutan tropis dan sungai-sungai besar, pulau ini juga memiliki sejumlah gunung yang tersebar di kelima provinsinya.
Meski begitu, tidak ada gunung berapi aktif di Pulau Kalimantan. Adapun gunung api purba di negara tetangga, merupakan gunung tidak aktif.
Gunung-gunung di Kalimantan tetap menawarkan panorama alam yang menarik. Beberapa di antaranya bahkan menjadi kawasan penting bagi keanekaragaman hayati serta tujuan pendakian dan wisata alam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pegunungan di Kalimantan bukanlah gunung vulkanis yang aktif, sebab posisi geografis pulaunya berada cukup jauh dari jalur pertemuan lempeng tektonik.
Daftar Nama Gunung di Kalimantan
Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah gunung api aktif terbanyak di dunia yakni 127 gunung yang paling banyak ada di Pulau Jawa dan Sulawesi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tidak ada satupun gunung berapi aktif di Kalimantan. Termasuk Gunung Kinabalu, gunung tertinggi di Pulau Kalimantan pun merupakan gunung non vulkanik.
Berikut beberapa daftarnya, dirangkum detikKalimantan dari laman Magma Indonesia, Kementerian Pariwisata, dan sejumlah literatur:
1. Gunung Bukit Raya
Gunung Bukit Raya. (Laman Disbudpar Kalteng) |
Gunung ini cukup terkenal di Kalimantan, sebagai gunung tertinggi di Kalimantan yang masuk dalam wilayah Indonesia. Gunung Bukit Raya setinggi 2.278 meter terletak di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berbatasan dengan Kalimantan Barat.
Pada laman Disbudpar Kalteng disebut gunung ini berada di kawasan sekitar Bukit Raya menjadi cagar alam, bersama-sama dengan Cagar Alam Bukit Baka di Kalimantan Barat, sehingga disebut Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya.
Gunung ini merupakan salah satu gunung dalam rangkaian tujuh gunung tertinggi (Seven Summit) di Indonesia, mewakili gunung-gunung di Pulau Kalimantan. Diantara gunung tertinggi lainnya, Gunung Bukit Raya menjadi gunung yang jarang didaki karena letaknya yang sangat terpencil dan tidak mudah dijangkau.
Menuju gunung dengan ketinggian 2.278 mdpl ini dapat dilakukan melalui Desa Tumbang Habanoi di Kabupaten Katingan dengan perjalanan sejauh 16,9 km atau selama tujuh hari perjalanan pulang pergi (PP). Pendakian menuju puncak termasuk sulit, biaya perjalanan cukup besar, serta pendaki juga harus menyewa guide karena medan pendakian termasuk berat dan memakan waktu kurang lebih satu minggu.
Selain persiapan fisik yang memadai, keberangkatan juga harus melalui ritual adat dayak, karena masyarakat setempat masih memegang teguh kepercayaan dan adat istiadat, hal ini dimaksudkan menghindarkan para pendaki dari bahaya selama perjalanan.
Di puncak gunung akan dijumpai berbagai jenis tumbuhan lumut, Nepenthes ephippiata, Rhododendron fortunans dan Rhododendron mogeanum yang merupakan tumbuhan endemik Bukit Raya. Terdapat juga situs Tajahan, yakni rumah kecil yang dijadikan sebagai tempat ritual adat oleh masyarakat Dayak untuk memohonkan hajatnya.
2. Gunung Halau-halau
Gunung Halau-halau, puncak tertinggi di Pegunungan Meratus. (Laman Kementerian Pariwisata) |
Salah satu wilayah pegunungan yang populer sebagai destinasi wisata alam adalah Pegunungan Meratus di Kalimantan Selatan. Pegunungan Meratus mempunyai panjang sekitar 6000 kilometer dengan Gunung Halau-halau menjadi puncak tertingginya yang berada di ketinggian 1.901 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Tak hanya terkenal sebagai destinasi wisata alam, Pegunungan Meratus juga kaya akan potensi sumber daya alam dan keragaman hayati di dalamnya. Oleh karena itu, Pegunungan Meratus juga difungsikan sebagai kawasan konservasi alami di Kalimantan Selatan.
Gunung Halau-halau berlokasi di perbatasan tiga kabupaten, yaitu kabupaten Tanah Bumbu, kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.
Gunung Halau-halau Memiliki ketinggian 1.901 mdpl, merupakan puncak tertinggi di Kalimantan Selatan. Konon, perlu waktu 6 hari 5 malam (dengan perjalanan santai) atau 3 hari 2 malam (dengan perjalanan sistem kebut) untuk sampai ke puncak.
3. Gunung Liangpran
Rangkaian Pegunungan Muller yang di dalamnya terdapat Gunung Liangpran. Foto: WWF-Indonesia |
Gunung Liangpran berdiri gagah di pedalaman Kalimantan Timur. Terletak di Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu, gunung ini tingginya mencapai 2.240 meter di atas permukaan laut.
Ketinggiannya membuat Gunung Liangpran dinobatkan sebagai gunung tertinggi di Kalimantan Timur, sekaligus gunung tertinggi kedua di Kalimantan setelah gunung Bukit Raya.
Gunung Liangpran punya daya tarik tersendiri dibandingkan dengan gunung lainnya di Kalimantan. Gunung ini berlokasi di tengah hutan, terpencil dan jauh dari keramaian.
Liangpran berada di kawasan pegunungan Muller-Schwaner yang juga dikenal sebagai bagian dari Heart of Borneo, yaitu wilayah dengan keanekaragaman hayati sangat tinggi.
Salah satu kekayaan utama Gunung Liangpran adalah keanekaragaman flora, khususnya anggrek. Pulau Borneo sendiri diperkirakan memiliki sekitar 2.500 hingga 3.000 jenis anggrek, dan sebagian di antaranya tumbuh di kawasan ini.
Mendaki Gunung Liangpran bukanlah perjalanan biasa. Jalurnya terkenal ekstrem dan menantang, bahkan untuk pendaki berpengalaman sekalipun. Ini juga yang menjadi salah satu alasan mengapa belum banyak eksplorasi di gunung itu.
Untuk mencapai titik awal pendakian, perjalanan harus ditempuh melalui jalur darat dan sungai. Pendaki biasanya harus menyewa perahu milik warga lokal untuk menyusuri sungai hingga ke pedalaman. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dengan trekking menembus hutan lebat.
Medan yang berat, serta biaya yang tidak sedikit menjadi tantangan tersendiri. Jalur pendakian akan membawa pendaki melewati berbagai sungai besar di Kalimantan, Sungai Mahakam, Sungai Barito, dan Sungai Kapuas.
4. Gunung Bondang
Gunung Bondang. (Laman Disbudpar Kalteng) |
Gunung Bondang menjadi gunung tertinggi di Provinsi Kalimantan Tengah, dengan 2 puncak tertinggi yaitu Karewa dengan ketinggian 1.410 mdpl dan Puncak Lapak Pati 1.400 mdpl.
Gunung Bondang terletak di Desa Saruhung, Kecamatan Tanah Siang, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah. Gunung juga menjadi sumber mata air beberapa Sungai, diantaranya Sungai Bumbun, Sungai Lami, Sungai Lampuyat, Sungai Perai dan Sungai Balapakan.
Kawasan Gunung Bondang ditinggali masyarakat Dayak yang masih memegang teguh tradisi dan adat istiadat. Gunung ini memiliki legenda mistis kepercayaan warga setempat.
Selain keindahan alamnya yang masih asri, masyarakat sekitar percaya bahwa Bondang menyimpan berbagai kisah gaib yang hingga kini masih menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.
Salah satu kisah yang paling terkenal adalah tentang siluman harimau putih, sosok makhluk astral yang dipercaya sebagai penjaga kawasan hutan di sekitar puncak gunung.
Kisah lainnya yang tak kalah misterius adalah tentang keberadaan danau gaib yang konon hanya muncul pada waktu-waktu tertentu, terutama saat malam berkabut. Danau ini dipercaya sebagai tempat mandi para makhluk halus.
Karena kuatnya nuansa mistis di kawasan ini, masyarakat Dayak setempat selalu menggelar ritual adat sebelum mendaki Gunung Bondang. Ritual ini disebut sebagai Basi, yaitu upacara permohonan izin kepada penghuni gaib gunung.
Dalam prosesi tersebut, tokoh adat akan menaburkan beras kuning dan putih, membagikan gelang adat dari kulit kayu kepada para tamu atau pendaki, serta menyembelih ayam sebagai bentuk persembahan.
Baca juga: 5 Gunung yang Dikenal Angker di Kalimantan |
5. Gunung Harun
Gunung Harun. (Instagram TN Kayan Mentarang) |
Gunung setinggi 2.160 mdpl ini terletak di Dataran Tinggi Krayan, kecamatan Krayan Timur, Kalimantan Utara. Belum banyak pengunjung yang menjajal jalur pendakian ke sini, sebab jalurnya tak mudah.
Gunung Harun adalah gunung yang termasuk di kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang, wilayahnya berbatasan langsung dengan negara Malaysia.
Pada tahun 2020, puncaknya pertama kali dicapai oleh Mahasiswa-mahasiswa asal Kota Tarakan yang tergabung UKM Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Borneo Tarakan (IMPA UB). Para mahasiswa tersebut melakukan Ekspedisi Gunung Harun dengan membuka jalur selama kurang lebih sebulan lamanya.
Selain jalur pendakian yang tak mudah, butuh persiapan matang untuk membekali diri selama di perjalanan pendakian. Selain itu, ada sejumlah larangan yang harus ditaati pendaki seperti tidak boleh merokok dan makan di jam 6-7 malam.
6. Gunung Palung
Taman Nasional Gunung Palung Foto: (Balai Taman Nasional Gunung Palung) |
Gunung Palung berada di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, Indonesia, dengan ketinggian mencapai 1.116 mdpl. Dikutip dari laman Kementerian Kehutanan, gunung ini merupakan bagian dari kawasan pegunungan yang memiliki beberapa puncak, termasuk Gunung Palung dan Gunung Panti yang memiliki ketinggian sekitar 1.050 Mdpl.
Kawasan ini termasuk dalam Taman Nasional Gunung Palung, salah satu kawasan konservasi dengan beragam tipe ekosistem, mulai dari hutan mangrove, hutan rawa, rawa gambut, hutan rawa air tawar, hutan pamah tropika, hingga hutan pegunungan yang kerap diselimuti kabut.
Taman Nasional (TN) Gunung Palung memiliki luas 108.044,00 hektar. Secara administratif lokasi kawasan Taman Nasional Gunung Palung termasuk dalam 2 Kabupaten, yaitu: Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat.
7. Gunung Kelam
Bukit Kelam Foto: Akfa Nasrulhak |
Gunung Kelam merupakan kubah granit yang berada di Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Lokasinya berjarak sekitar 20 kilometer dari Kota Sintang dan sekitar 395 kilometer dari Pontianak.
Kawasan ini berada di antara dua sungai besar, yakni Sungai Melawi dan Sungai Kapuas. Gunung ini memiliki ketinggian 1.002 mdpl dan membentang dari barat ke timur sebagai sebuah monolit atau batu raksasa. Untuk mencapai puncaknya, pendakian membutuhkan waktu sekitar 4-5 jam, sedangkan perjalanan turun memerlukan waktu 3-4 jam.
Masyarakat setempat lebih sering menyebutnya Bukit Kelam, karena gunung secara umum disebut sebagai bukit raya oleh masyarakat Kalimantan. Dari kejauhan, Bukit Kelam tampak seperti batu hitam raksasa di tengah hamparan hutan hijau dan persawahan.
picture by dedharya immanuella Foto: detik |
Bukit Kelam bukan gunung biasa. Bukit ini merupakan batu monolit, yaitu bongkahan batu tunggal raksasa yang muncul ke permukaan bumi. Bukit Kelam bukan terbentuk dari tumpukan tanah atau bebatuan kecil, melainkan satu kesatuan batu utuh yang sangat besar.
Bukit Kelam diperkirakan terbentuk puluhan juta tahun lalu. Bukit ini berasal dari intrusi batuan beku atau magma yang membeku di bawah permukaan bumi, seperti yang dikutip dari penjelasan di laman Universitas Ciputra.
Seiring berjalannya waktu, lapisan tanah dan batuan yang menutupi bagian atasnya terkikis oleh erosi selama jutaan tahun. Akibatnya, bongkahan batu raksasa itu muncul ke permukaan dan membentuk Bukit Kelam yang terlihat sekarang.
Batuan utama penyusun Bukit Kelam adalah granit dan andesit. Karena itulah permukaannya berwarna gelap dan keras. Salah satu hal yang membuat Bukit Kelam berbeda dari monolit lain di dunia adalah lokasinya. Jika Uluru berada di tengah gurun Australia, Bukit Kelam justru berada di tengah hutan hujan tropis Kalimantan.
Nah, itulah tadi 7 gunung yang ada di Kalimantan. Adakah gunung lain di Kalimantan yang kamu ketahui?








