Kata BMKG soal Dentuman Misterius di Gunung Pandan Bojonegoro-Madiun

Kata BMKG soal Dentuman Misterius di Gunung Pandan Bojonegoro-Madiun

Sugeng Harianto - detikJatim
Senin, 19 Okt 2026 19:30 WIB
Dentuman misterius dan kilatan cahaya gegerkan warga Bojonegoro
Dentuman misterius dan kilatan cahaya gegerkan warga Bojonegoro/Foto: Tangkapan layar
Madiun -

Suara dentuman keras yang terdengar di sekitar Gunung Pandan, wilayah perbatasan Bojonegoro dan Madiun, membuat warga penasaran. Sejumlah warga dari berbagai daerah mengaku mendengar suara tersebut pada Minggu (18/10/2026) petang dan ramai membicarakannya di media sosial.

Kolom komentar akun media sosial @sugeng_info dipenuhi laporan warga yang mengaku mendengar dentuman. Mereka berasal dari sejumlah wilayah, mulai Madiun, Bojonegoro, Tuban, hingga Nganjuk.

Salah satu warganet, @Tukiman Bakso, mengaku mendengar suara dentuman sekitar pukul 18.30 WIB di wilayah Petung, Pajaran, Saradan. Namun, ia menyebut tidak melihat meteor seperti yang dikaitkan dengan fenomena tersebut dalam sebuah video.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekitaran jam setengah 7 malam memang ada suara dentuman di wilayah petung pajaran saradan, tapi tdk ada meteor yang seperti di vidio itu, kurasa suara dentuman itu berasal dari pergeseran lempeng perut bumi, kata bmkg seperti itu 😂," bebernya.

ADVERTISEMENT

Warganet lain juga mengaku mendengar suara serupa. Akun @ibu salfa menulis, "Nganjuk rejoso denger kak".

Sementara itu, akun @bangfey5431 menyebut dentuman terdengar hingga wilayah Bojonegoro.

"Semua bnyk drngar bhkn smpai ujung timur bjn tpi kook ada gejala apa apa," katanya.

Akun @bue juga mengaku mendengar suara keras menjelang waktu salat Magrib. "Iyo pas Maghrib ape sholat krungu buanter,"

Pengakuan serupa datang dari akun @Mazz Anan397 yang menyebut mendengar dentuman saat berada di Tuban.

"aku wingi yho krungu tapi aku tuban,"

Namun, tidak semua warga di wilayah yang disebutkan mendengar suara tersebut. Akun @dewi, misalnya, mengaku tinggal di Bojonegoro tetapi tidak mendengarnya. "aq y wg bojonegoro tp kok gk eroh yo."

Sementara itu, Kepala Desa Sumberbendo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Suprapto, membenarkan adanya informasi mengenai suara dentuman yang terdengar di wilayahnya. Suara tersebut dilaporkan terdengar pada Minggu petang setelah azan Magrib.

"Infonya begitu (ada suara dentuman) tapi saya sedang di Karangjati Ngawi," ujar Suprapto.

Meski sedang berada di luar desa saat kejadian, Suprapto mengatakan ada warga yang mendengar suara tersebut. Desa Sumberbendo sendiri berada di lereng Gunung Pandan.

Suprapto menyebut, berdasarkan informasi yang diterimanya dari warga, suara dentuman itu hanya terdengar satu kali.

"Tapi info saking (dari) masyarakat sami mireng (mendengarkan)," imbuhnya.

Sementara itu, Petugas Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Madya BMKG Nganjuk, Setiyaris, mengatakan tidak ada aktivitas kegempaan yang terdeteksi di sekitar Gunung Pandan berdasarkan pemantauan BMKG.

"Kalau berdasarkan tupoksi kami di BMKG, tidak ada aktivitas kegempaan yang terjadi di sekitar Gunung Pandan," bebernya.

"Perlu diverifikasi lagi karena dentuman banyak penyebabnya, secara teori memang salah satu kemungkinan dentuman misterius yang terdengar di suatu wilayah adalah gelombang akustik akibat aktivitas tektonik atau vulkanik. Secara sederhana, pelepasan energi di dalam bumi dapat menghasilkan getaran yang merambat melalui batuan dan, dalam kondisi tertentu, memicu gelombang tekanan di udara," imbuhnya.

"Gelombang suara atau infrasonik ini dapat merambat jauh, mengalami pembiasan dan pemantulan oleh lapisan atmosfer, sehingga suara terdengar di lokasi yang jauh dari sumbernya. Namun, tidak semua dentuman berasal dari aktivitas tektonik atau vulkanik. Fenomena atmosfer, petir, aktivitas manusia, maupun gelombang kejut juga dapat menimbulkan suara serupa. Untuk memastikan sumbernya, diperlukan korelasi data seismik, infrasonik, kondisi atmosfer, serta laporan pengamatan di lapangan," pungkasnya.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads