Angkat Tema Perang Bayu, Banyuwangi Ethno Carnival 2026 Resmi Dibuka

Eka Rimawati - detikJatim
Sabtu, 18 Jul 2026 16:22 WIB
Banyuwangi Ethno Carnival 2026 kembali digelar sebagai salah satu agenda unggulan dalam Karisma Event Nusantara (KEN). (Foto: Praditya Fauzi/detikjatim)
Banyuwangi -

Gelaran Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 resmi ditabuh. Karnaval budaya bertaraf internasional yang masuk dalam kalender unggulan Karisma Event Nusantara (KEN) ini siap menyuguhkan parade busana etnik spektakuler sepanjang 2,5 kilometer yang memadukan kekayaan sejarah asli Bumi Blambangan dengan kreativitas modern.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir langsung untuk membuka secara resmi agenda tahunan yang dinanti-nanti ribuan wisatawan ini. Dalam sambutannya, Khofifah memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi Banyuwangi dalam mempromosikan kebudayaan lokal ke panggung dunia.

"Kita bisa melihat semangat from local to global dan itu ditunjukkan oleh kekuatan budaya dan kekuatan inovasi dan kreativitas di Banyuwangi," ujar Khofifah dalam sambutannya di Banyuwangi, Sabtu (18/7/2026).

Secara khusus, Khofifah juga memuji kepemimpinan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang dinilai sukses menjadi motor penggerak industri kreatif di wilayah ujung timur Pulau Jawa tersebut.

"Terima kasih Bu Ipuk Fiestiandani beliau orkestrator seluruh kegiatan di banyuwangi, terutama Banyuwangi Ethno Carnival. Mudah-mudahan Banyuwangi terus melejit, Banyuwangi terus berkemajuan, semua budayawan dan pelaku industri kreatif terus bisa membangun sinergi from local to global melalui Banyuwang Ethno Carnival," lanjutnya.

Peresmian pembukaan gelaran ini ditandai dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin langsung oleh orang nomor satu di Jawa Timur tersebut.

"Mari kita buka Banyuwangi Etno Carnival dengan bersama-sama membaca Basmalah. Bismillahirrahmanirrahim. Mudah-mudahan semua berjalan lancar dan aman dan terus memberikan inspirasi demi kemajuan budaya dan peradaban, dari banyuwangi untuk indonesia dan dunia," pungkas Khofifah.

Menghidupkan Kembali Sejarah "The Great War of Blambangan"

Tahun ini, Banyuwangi Ethno Carnival 2026 mengusung tema yang sarat akan nilai historis, yakni "Perang Bayu: The Great War of Blambangan". Melalui tema ini, BEC 2026 mengangkat kembali kisah heroik perjuangan akbar rakyat Blambangan saat melawan kongsi dagang Belanda atau Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) pada abad ke-18.

Peristiwa besar ini bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan tonggak penting yang melatarbelakangi lahirnya Kabupaten Banyuwangi. Nilai-nilai patriotisme, keberanian, dan kecintaan pada tanah kelahiran tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam puluhan rancangan kostum etnik, koreografi, serta atraksi seni modern.

Seluruh kostum spektakuler yang tampil dalam parade utama (Grand Carnival) dibagi ke dalam lima sub tema yang merepresentasikan fase dan nilai perjuangan Perang Bayu:

  • Pejuang Blambangan: Visualisasi dua sosok sentral pergerakan rakyat, yakni Rempeg Jogopati dan Sayu Wiwit.
  • Genderang Perang: Interpretasi barisan persenjataan tradisional seperti keris, tombak, dan jemparing (panah).
  • VOC dan Sekutu: Gambaran potret pihak penjajah yang menggempur Blambangan, prajurit kompeni, hingga sistem upeti.
  • Situs Perang: Memotret lokasi ikonik pertempuran dahsyat seperti Rowo Bayu, Teluk Pang-pang, dan Pelabuhan Grajagan.
  • Hasil Bumi: Mengekspos limpahan kekayaan alam rempah dan perkebunan Banyuwangi yang menjadi magnet bagi penjajah.

Rute Parade dan Jadwal Rangkaian Acara BEC 2026

Parade megah BEC 2026 mengambil titik start dari Taman Blambangan (depan SD Kepatihan). Peserta kemudian bergerak ke arah barat melewati Pasar Banyuwangi, melintasi perempatan Masjid Agung Baiturrahman, lalu berbelok ke kiri menuju kawasan Simpang Lima.

Dari Simpang Lima, rombongan akan menyusuri Jalan Jenderal Ahmad Yani dan garis finish berada tepat di depan SMPN 1 Banyuwangi.

Bagi Anda yang tidak ingin ketinggalan momen serunya, berikut jadwal lengkap rangkaian acara Banyuwangi Ethno Carnival 2026 yang berlangsung selama tiga hari dari tanggal 17 hingga 19 Juli 2026:

Jumat, 17 Juli 2026

  • Sekarkijang Creative Fest (Pukul 13.00 WIB)
  • Agenda: Pembukaan pameran UMKM, ekonomi kreatif, dan berbagai kegiatan pendukung BEC.

Sabtu, 18 Juli 2026

  • BEC Grand Carnival (Pukul 13.00 WIB)
  • Agenda: Parade utama pertunjukan busana etnik bertema "Perang Bayu: The Great War of Blambangan" di Taman Blambangan.

Minggu, 19 Juli 2026

  • BI Run & BEC Award 2026 (Pukul 19.00 WIB)
  • Agenda: Malam penganugerahan sekaligus penutupan resmi seluruh rangkaian acara.


Simak Video "Video Kepanikan Gubernur-Kapolda Jatim Saat Gempa di Tengah Rapat Ponpes Ambruk"

(ihc/dpe)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork