Mengenal Banyuwangi Ethno Carnival, Karnaval Budaya Ikonik Bumi Blambangan

Mengenal Banyuwangi Ethno Carnival, Karnaval Budaya Ikonik Bumi Blambangan

Allysa Salsabillah Dwi Gayatri - detikJatim
Kamis, 09 Jul 2026 11:45 WIB
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani resmi membuka gelaran Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2025 yang kembali hadir dengan kemegahan budaya dan semangat spiritual masyarakat Osing.
Banyuwangi Ethno Carnival 2025. Foto: Dok Pemkab Banyuwangi
Banyuwangi -

BanyuwangiEthno Carnival (BEC) menjadi salah satu event budaya unggulan yang digelar rutin setiap tahun. Karnaval ini menghadirkan parade kostum spektakuler yang terinspirasi dari kekayaan tradisi lokal, dipadukan dengan sentuhan modern yang menampilkan kreativitas para peserta.

Tak hanya menjadi hiburan, event ini juga memiliki peran penting dalam mempromosikan budaya serta pariwisata daerah hingga dikenal luas oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Lantas, seperti apa sejarah dan daya tariknya? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Sejarah Banyuwangi Ethno Carnival

Banyuwangi Ethno Carnival pertama kali digelar pada tahun 2011 atas inisiatif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi sebagai bagian dari upaya mengembangkan sektor pariwisata sekaligus melestarikan budaya daerah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam proses perancangannya, Pemkab Banyuwangi menggandeng desainer Dynand Fariz sebagai konsultan untuk merancang konsep karnaval yang sesuai dengan karakter budaya Banyuwangi.

Festival ini kemudian memadukan konsep karnaval fesyen bertaraf internasional dengan kekayaan budaya Banyuwangi yang sarat akan cerita rakyat, tradisi, dan simbol-simbol lokal. Sejak penyelenggaraan perdananya, Banyuwangi Ethno Carnival dirancang untuk membawa identitas lokal tampil di panggung global.

ADVERTISEMENT

Setiap tahun, Banyuwangi Ethno Carnival mengangkat tema yang berbeda, biasanya terinspirasi dari kekayaan budaya Banyuwangi, seperti legenda, ritual adat, tarian tradisional, hingga simbol-simbol alam dan sejarah perjuangan daerah.

Pada masa awal penyelenggaraannya, Banyuwangi Ethno Carnival mendapat pendampingan dari manajemen Jember Fashion Carnaval. Setelah beberapa tahun, pengelolaan acara dilakukan secara mandiri oleh pemkab bersama budayawan dan masyarakat setempat dengan tetap mempertahankan identitas budaya lokal.

Daya Tarik Banyuwangi Ethno Carnival

Banyuwangi Ethno Carnival umumnya dipusatkan di kawasan Kota Banyuwangi. Rute parade biasanya dimulai dari Taman Blambangan menuju kawasan Simpang Lima sehingga masyarakat dapat menyaksikan kemeriahan karnaval secara gratis di sepanjang jalur yang telah disediakan.

Banyuwangi Ethno Carnival menawarkan pengalaman budaya yang memadukan seni tradisional, kreativitas, dan inovasi. Berkat konsep tersebut, Banyuwangi Ethno Carnival menjadi salah satu agenda wisata unggulan yang selalu dinantikan masyarakat maupun wisatawan. Berikut sejumlah daya tarik Banyuwangi Ethno Carnival.

1. Mengangkat Budaya Lokal ke Panggung Dunia

Salah satu ciri khas Banyuwangi Ethno Carnival adalah konsistensinya mengangkat seni dan budaya Banyuwangi sebagai tema utama. Berbagai tradisi, ritual adat, hingga cerita rakyat dikemas dalam konsep karnaval modern sehingga mampu menarik perhatian masyarakat nasional maupun internasional.

2. Kostum Etnik Dipadukan dengan Desain Modern

Peserta tidak sekadar mengenakan pakaian adat, tetapi tampil dengan kostum artistik yang terinspirasi dari budaya Banyuwangi. Beragam unsur tradisional dipadukan dengan desain modern sehingga menghasilkan karya busana yang unik dan penuh makna. Pengunjung pun dapat menyaksikan secara langsung kemegahan kostum hasil karya para desainer lokal melalui pertunjukan visual yang memukau.

3. Menampilkan Beragam Pertunjukan Seni

Daya tarik BEC tidak hanya terletak pada parade kostumnya. Selama acara berlangsung, pengunjung dapat menikmati berbagai pertunjukan pendukung, seperti musik tradisional, tari kolosal, hingga pameran UMKM dan kuliner. Kehadiran berbagai atraksi tersebut membuat pengalaman menyaksikan BEC semakin beragam.

4. Parade Disertai Koreografi yang Atraktif

Setiap peserta tidak hanya berjalan di lintasan parade, tetapi juga menampilkan koreografi dan ekspresi artistik yang disesuaikan dengan tema kostum. Perpaduan busana, tarian, dan pertunjukan visual membuat banyak pengunjung menilai pengalaman menyaksikan BEC layaknya pertunjukan fesyen bertema budaya.

5. Menjadi Panggung Kreativitas Seniman Lokal

Selain menjadi tontonan budaya, Banyuwangi Ethno Carnival juga menjadi wadah bagi seniman muda, pelajar, komunitas kreatif, hingga para desainer lokal untuk menampilkan karya dan kemampuan mereka di bidang seni pertunjukan, visual, maupun desain.

Prestasi Banyuwangi Ethno Carnival

Keunikan konsep yang mengangkat budaya lokal dengan kemasan modern membuat Banyuwangi Ethno Carnival memperoleh berbagai pengakuan di tingkat nasional.

Salah satunya adalah kembali masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) yang disusun Kementerian Pariwisata pada 2025.

Banyuwangi Ethno Carnival telah empat tahun berturut-turut menjadi bagian dari daftar event tersebut dan terpilih sebagai salah satu Top 10 KEN.

Penilaian tersebut didasarkan pada sejumlah aspek, mulai dari konsistensi penyelenggaraan dengan kualitas yang terus terjaga, keberhasilan mengangkat potensi budaya lokal melalui tema dan keterlibatan masyarakat, hingga dampak positif yang diberikan terhadap sektor budaya, sosial, dan perekonomian daerah.



(irb/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads