Sensasi Petik Melon Hidroponik di Sidoarjo, Panas-panasan tapi Nagih

Suparno - detikJatim
Sabtu, 29 Nov 2025 13:40 WIB
Sensasi menikmati buah melon langsung petik dari kebun di SIdoarjo (Foto: Suparno/detikJatim)
Sidoarjo -

Menikmati buah melon dengan memetik langsung dari pohonnya kini bisa dirasakan warga Sidoarjo. Bukan di lahan pertanian biasa, tetapi di kebun melon hidroponik yang berada di dalam green house milik Titis Amala (33), yang berlokasi di Desa Sidodadi, Kecamatan Candi, Sidoarjo. Destinasi wisata petik buah ini hanya buka saat musim panen, sekitar empat kali dalam setahun.

Berbeda dengan pertanian konvensional, sistem hidroponik di dalam green house membuat area tanam lebih bersih dan rapi. Deretan tanaman melon tersusun elok, membuat pengunjung bukan hanya bisa memetik buah, tapi juga berswafoto sepuasnya.

Titis menceritakan, usaha kebun hidroponik ini berawal dari ketertarikannya terhadap melon impor yang dijual di supermarket seharga Rp 75 ribu per kilogram.

Sensasi menikmati buah melon langsung petik dari kebun di SIdoarjo Foto: Suparno/detikJatim

"Aku suka banget melon. Waktu beli melon impor itu, terus lihat ada mentor hidroponik di Sidoarjo. Awalnya cuma iseng tanya, ternyata bisa belajar dan bermitra. Dari situ mulai serius belajar langsung di lapangan," ujar Titis kepada detikJatim di kebunnya, Sabtu (29/11/2025).

Sebelumnya, Titis sempat menanam melon di lahan sawah. Namun cara itu dirasanya kurang sehat karena banyak perlakuan kimia dari pengepul.

"Lihat sendiri waktu panenan, melon di-spray obat pemanis biar matangnya rata. Dari situ aku nggak minat lagi. Terus cari-cari, ternyata hidroponik organik lebih sehat," jelasnya.

Kini ia membudidayakan tiga jenis melon, yakni Sweet Hami, Ithanon, dan Lavender. Dalam kondisi panas maksimal di green house yang bisa mencapai 45°C, ukuran buah tumbuh optimal.

"Sweet Hami bisa sampai 3 kg kalau musim panas," ujarnya.

Menurut Titis, perawatan melon hidroponik cukup detail. Mulai dari penyemaian benih, pemindahan ke media air, perambatan tanaman, hingga proses polinasi dan seleksi buah.

"Satu pohon diseleksi hanya satu buah terbaik. Dirambatkan pelan-pelan setiap hari, dipolinasi, baru dipilih satu yang paling bagus sampai panen 75 hari," katanya.




(irb/hil)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork