Alasan Polisi Belum Tetapkan Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Alasan Polisi Belum Tetapkan Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Muhammad Aminudin - detikJatim
Rabu, 05 Okt 2022 21:52 WIB
kadiv humas polri irjen dedi prasetyo
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo. (Foto: Jemmi Purwodianto/detikJatim)
Malang -

Hingga hari kelima pascatragedi Kanjuruhan Polri belum menetapkan tersangka. Hingga saat ini proses investigasi masih dilakukan dengan langkah yang menurut polisi mengutamakan 'kehati-hatian'.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menjelaskan tentang belum ditetapkannya tersangka atas tragedi Kanjuruhan tersebut usai mengikuti rapat penyidik yang dipimpin langsung oleh Polri, di Mapolres Malan, Rabu (5/10/2022).

"Barusan tim investigasi melaksanakan rapat dipimpin langsung oleh Bapak Kapolri. Tim investigasi melaporkan kepada Pak Kapolri terkait progres yang dicapai," ujar Dedi dalam konferensi pers.

Soal belum ditetapkannya tersangka atas tragedi Kanjuruhan, Dedi mengungkapkan bahwa sesuai perintah Kapolri perlu ada beberapa hal yang harus betul-betul didalami. Karena unsur ketelitian, kecermatan, dan kehati-hatian itu menurutnya harus betul-betul jadi standar.

"Ketika menetapkan tersangka maka syarat formil dan materiel harus terpenuhi. Karena ada konsekuensi yuridis. Ini yang menurut Bapak Kapolri harus benar-benar menjadi perhatian tim penyidik, sesuai yang disampaikan dalam rapat tadi," ujarnya.

Dedi menegaskan, Tim Investigasi baik yang berkaitan dengan pelanggaran etik maupun unsur pidana yang muncul dari Tragedi Kanjuruhan itu harus melihat kasus ini secara komprehensif.

"Tim bekerja tidak bisa melihat dari 1 sisi saja. Fakta hukum harus dilihat di TKP, baik dari hasil lab forensik, inavis saat melakukan olah TKP, dan pemeriksaan para saksi. Termasuk meneliti semua administrasi yang ada," ujarnya.

Soal administrasi itu, Dedi menyinggung bagaimana Tim Investigasi Polri sedang meneliti tentang seluruh aturan standar penyelenggaraan pertandingan sepakbola. Apakah seluruhnya sudah dijalankan.

"Baik pengelolaan stadion, bagaimana statuta FIFA, lalu bagaimana aturan yang menjadi persyaratan pertandingan itu seluruhnya sedang dikaji. Makanya kemarin saya sampaikan pada situasi normal seperti apa, pada saat emergency bagaimana. Aturan itu dijalankan enggak? Besok ada pendalaman lagi, masih ada beberapa keterangan yang dibutuhkan oleh tim," katanya.

Meski demikian, Dedi menjelaskan, dari seluruh analisis dan penyelidikan yang dilakukan baik oleh Tim Inspektorat Khusus (Irsus) maupun oleh Tim Investigasi Bareskrim-Polda Jatim, seluruhnya diarahkan untuk membuktikan dugaan awal tentang adanya kelalaian sesuai pasal 359 KUHP.

"Perpersangkaannya tetap pada Pasal 359 KUHP. Jadi tim akan melakukan penyelidikan ini dengan kehati-hatian dan ketelitian agar syarat formil dan materiel sesuai Pasal 359 KUHP itu terpenuhi," ujarnya.

Ada 31 personel Polri diperiksa soal pelanggaran etik, 35 saksi diperiksa soal Tragedi Kanjuruhan. Baca di halaman selanjutnya.