Doa Bersama Tragedi Kanjuruhan di Surabaya: Jadikan Sepakbola Lebih Baik Lagi

Doa Bersama Tragedi Kanjuruhan di Surabaya: Jadikan Sepakbola Lebih Baik Lagi

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Senin, 03 Okt 2022 23:33 WIB
Ribuan suporter Persebaya atau Bonek menggelar aksi solidaritas untuk korban Tragedi Kanjuruhan. Lautan lilin menyala di Jalan Pahlawan Surabaya, Senin (3/10/2022).
Doa bersama bonek dan Persebaya untuk korban tragedi Kanjuruhan (Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)
Surabaya -

Ribuan Bonek atau Suporter Persebaya Surabaya berdoa dan menyalakan lilin di Jalan Pahlawan, Surabaya. Di sana, ribuan pendukung Bajul Ijo menyatukan harapan, doa, hingga dukungan bagi Aremania, khususnya para korban yang meninggal dalam tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.

Mayoritas Bonek mengenakan pakaian serba hitam. Lalu, menyalakan lilin pertanda duka cita dan dukungan bagi warga Malang dan sekitarnya.

"Semoga amal ibadah para korban diterima Allah SWT, Amin. Salam satu nyali, Wani!" kata Cak Conk, perwakilan Greennord, lalu diikuti ribuan Bonek yang hadir, Senin (3/10/2022).

Usai acara tersebut, Media Officer Persebaya, Nanang Prianto mengatakan pihaknya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang hadir, terutama para Bonek. Menurut Nanang, kegiatan tersebut diinisiasi dan difasilitasi oleh Kapolrestabes Surabaya Kombes Akhmad Yusep Gunawan.

"Beliau yang menginisiasi acara ini. Jadi, pak kapolres menjaga kami seluruh unsur di persebaya, warga Surabaya, teman-teman Bonek untuk berdoa bersama untuk korban kerusuhan di Malang pada tanggal 1 Oktober 2022 kemarin. Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Yusep," ujarnya.

"Kami mendoakan Aremania dan Aremanita yang meninggal diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa, Amin. Teman-teman polisi juga ada yang meninggal, semoga keluarga yang ditinggal tabah, Amin," sambungnya.

Nanang menegaskan selama beberapa pekan ini, manajemen Persebaya libur. Namun, ia mengaku masih belum mengetahui hingga kapan hal tersebut berlangsung.

"Ini liburnya 1 pekan, 2 pekan, 4 pekan kami gak tahu, ini kan semua belum pasti," tuturnya.

Meski begitu, ia mengapresiasi pemerintah dalam membentuk tim gabungan. Yang notabene sebagai kelompok atau tim yang bakal melakukan investigasi perihal tersebut.

"Tadi siang di Jakarta sudah dibentuk tim investigasi oleh Pak Menkopolhukam (Mahfud MD). Tim ini kalau gak salah bekerja 3 minggu ke depan, langkah-langkah seperti apa untuk perbaikan. Semoga tim ini memang benar-benar jadi tonggak pembenahan sepak bola sebaik-baiknya," katanya.

Nanang menekankan, selama ini SOP penyelenggaraan pertandingan di Indonesia tidak benar-benar bersih. Ia menyebut, ada macam-macam.

"Kayak di Surabaya, itu kan yang masuk ke ring 3 stadion harus bergelang macam-macam. Nah, ini memang sangat bisa meminimalisir insiden seperti kemarin. Tetapi, kan tahu SOP itu gak semua tim melakukan juga, seperti yang terjadi di Bandung waktu Piala Presiden, ada korban meninggal, terus kemudian mereka masuk liga pakai sistem baru, mungkin jauh lebih baik," ujar dia.

Nanang menilai, hal itu bersifat lebih ke kreativitas atau ide masing-masing tim. Kendati, tidak ada aturan atau sistem yang baku.

"Semoga, tragedi yang menyedihkan ini menjadikan sepak bola Indonesia lebih baik lagi. Ada aturan jelas, SOP pertandingan seperti apa," tutur dia.

Nanang menyebut, di Surabaya, ada peristiwa serupa. Menurutnya, ada beberapa kali insiden serupa di Malang, namun tak menelan korban jiwa.

"2017 pernah, 2019 pernah. Tetapi kan situasi masih bisa dikendalikan, gak sampai ada korban jiwa. Termasuk di Sidoarjo kemarin, gak ada korban jiwa," bebernya.

Menurutnya, insiden di Kanjuruhan, Malang bisa menjadi catatan bagi para pihak di federasi. Dengan begitu, ada SOP yang jauh lebih bagus lagi, termasuk durasi atau waktu pertandingan yang disebut pernah terlalu larut malam.

"Dulu teman-teman (Bonek) ikut menyuarakan seperti itu dan akhirnya Persebaya mainnya sore semua dan ini meminimalisir risiko. Di Sidoarjo kemarin kan mungkin gak ada korban jiwa, karena sore, suporternya belum capek. Termasuk aparat keamanannya belum terlalu capek juga kalau jam 18.00 WIB," paparnya.



Simak Video "Melihat Tribun 12, Saksi Bisu Mencekam Tragedi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)