Surabaya bukan cuma punya rujak cingur dan rawon. Di balik kuliner yang sudah dikenal luas, ada warung-warung sederhana dengan rasa khas dan cerita panjang yang membuatnya sulit dilupakan. Bahkan, beberapa di antaranya telah bertahan sejak puluhan tahun lalu dan masih ramai didatangi pelanggan hingga kini.
Dari rujak cingur dengan petis racikan sendiri, nasi rumahan yang bisa menjual ratusan porsi sehari, hingga sop buntut yang sudah ada sejak era 1950-an, deretan kuliner ini menawarkan pengalaman berbeda saat menjelajahi Kota Pahlawan. Berikut 10 makanan Surabaya yang menarik untuk dicoba, dilansir dari akun instagram resmi dinas kebudayaan dan pariwisata Surabaya, @tourism.surabaya:
Rekomendasi Wisata Kuliner Surabaya
1. Rujak Cingur Genteng Durasim
Berbicara soal kuliner Surabaya tentu belum lengkap tanpa rujak cingur. Salah satu tempat yang bisa masuk dalam daftar pencinta kuliner adalah Rujak Cingur Genteng Durasim.
Satu porsinya berisi potongan cingur atau hidung sapi yang telah direbus. Cingur kemudian dipadukan dengan timun, nanas, mangga, tahu, tempe, lontong, mi kuning, kangkung, dan kecambah.
Semua bahan tersebut kemudian disiram bumbu berwarna kecokelatan yang dibuat dari kacang goreng, gula merah, pisang batu, petis, dan air asam.
Kenyalnya cingur berpadu dengan segarnya buah dan sayuran. Lontong memberikan tekstur lembut, sementara tahu dan tempe menambahkan rasa gurih. Aroma khas petis kemudian menjadi karakter yang membuat rujak cingur berbeda dari hidangan lainnya.
Di Rujak Cingur Genteng Durasim, tersedia dua pilihan rujak cingur. Rujak cingur biasa dibanderol sekitar Rp35 ribu per porsi, sedangkan rujak cingur spesial sekitar Rp50 ribu.
Salah satu hal yang menjadi daya tarik tempat ini adalah penggunaan cingur asli tanpa campuran kikil. Bumbu kacangnya juga dibuat lebih kental sehingga terasa lebih kuat.
Selain itu, tempat ini membuat petis sendiri dengan resep yang diwariskan secara turun-temurun. Petis tersebut kemudian dipadukan dengan bumbu petis dari salah satu produsen di Kabupaten Sidoarjo yang telah menjadi langganan sejak kedai berdiri.
2. Nasi BT Bu Karmini
Dari rujak cingur, perjalanan kuliner bisa dilanjutkan ke kawasan Ampel. Di Jalan Petukangan Tengah, Nyamplungan, Kecamatan Pabean Cantikan, terdapat Nasi BT Bu Karmini.
Warung nasi ini telah menggunakan konsep sederhana ala masakan rumahan selama sekitar 40 tahun. Pengunjung tinggal memilih lauk yang tersedia sesuai selera.
Pilihan lauknya cukup beragam. Ada bali tongkol, cumi, rempeyek udang, rajungan, ayam tepung, bandeng, lele, tahu, tempe goreng, dadar jagung, bali telur, hingga sate telur puyuh.
Tidak ada kesan mewah dari warung ini. Bentuknya sederhana seperti warung kaki lima di pinggir jalan. Namun, kesederhanaan tersebut justru tidak mengurangi daya tariknya.
Sebelum warung buka pun sudah ada pelanggan yang rela mengantre. Tempat makannya juga terbatas. Hanya ada satu bangku panjang berukuran sekitar dua meter yang kira-kira cukup untuk empat orang.
Pengunjung yang tidak ingin berdesakan biasanya memilih makan sambil duduk di trotoar. Suasana tersebut justru menjadi bagian dari pengalaman makan di warung ini.
Setiap hari, Nasi BT Bu Karmini buka sekitar pukul 06.30 hingga 14.00 WIB. Dalam sehari, warung tersebut bisa menjual sekitar 300-350 porsi.
3. Bebek Goreng Papin
Bagi pencinta bebek goreng, Bebek Goreng Papin menawarkan satu hal yang cukup menarik sejak melihat daftar menunya.
Meski menu yang ditawarkan sama-sama bebek goreng, tersedia lima pilihan harga berbeda. Harganya mulai sekitar Rp18 ribu hingga Rp30 ribu.
Perbedaan harga tersebut ternyata ditentukan oleh ukuran potongan bebek yang disajikan. Jadi, pelanggan dapat menyesuaikan pilihan dengan selera sekaligus bujet.
Bebek Goreng Papin berada di salah satu sudut perempatan Jalan Kalianyar-Undaan Wetan. Warung ini buka pada sore hingga malam hari, sekitar pukul 17.00-20.00 WIB.
Daya tarik utamanya terletak pada bumbu yang meresap hingga ke dalam daging bebek. Bagian luarnya terasa garing, sedangkan bagian dalam tetap lembut dan juicy.
Bebek kemudian disajikan bersama nasi hangat, kremes gurih, serta sambal pedas yang memberikan sensasi lebih kuat dalam setiap suapan.
4. Bakso Chukul
Kuliner berikutnya adalah Bakso Chukul di kawasan Tegalsari. Warung ini termasuk salah satu tempat makan bakso yang telah lama dikenal di Surabaya.
Konon, Bakso Chukul sudah ada sejak era 1980-an. Salah satu daya tariknya adalah penggunaan daging sapi pilihan yang menghasilkan tekstur bakso kenyal dan juicy.
Kuahnya memiliki karakter ringan dan tidak terlalu pekat. Karena itu, rasa kuah terasa lebih segar ketika disantap bersama bakso.
Pelanggan juga bisa memilih bakso campur. Dalam satu porsi, isinya dapat terdiri dari pentol, tahu, siomay, dan gorengan.
Bakso Chukul berada di Jalan Kombes Pol. Moh. Duryat Nomor 41, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya.
Warung ini buka setiap hari sekitar pukul 11.00-20.30 WIB. Harga satu porsinya berada di kisaran Rp22 ribu.
5. Rawon Pak Pangat
Rawon menjadi salah satu hidangan yang sulit dipisahkan dari kuliner Jawa Timur. Di Surabaya, salah satu tempat yang bisa dicoba adalah Rawon Pak Pangat.
Tempat makan ini dikenal dengan kuah rawonnya yang kental dan medok. Salah satu menu yang menarik adalah rawon krengsengan.
Menu tersebut menawarkan perpaduan rasa gurih dan manis. Daging sapinya dibuat empuk dengan bumbu yang meresap hingga ke dalam serat daging.
Selain rawon, pengunjung juga bisa memilih lauk pendamping seperti empal, paru, dan telur asin. Dengan pilihan tersebut, satu porsi makan bisa terasa lebih lengkap.
Rawon Pak Pangat berlokasi di Lotus Regency, Jalan Ketintang Baru Selatan I Nomor 15, Gayungan, Surabaya.
Tempat makan ini buka sekitar pukul 06.30-20.00 WIB. Harga menu berada di kisaran Rp32 ribu-Rp45 ribu per porsi.
6. Lontong Balap Pak Gendut
Lontong balap merupakan salah satu makanan yang juga lekat dengan identitas kuliner Surabaya. Di kawasan Jalan Kranggan Garuda, ada Lontong Balap Pak Gendut yang telah bertahan lintas generasi.
Lontong balap klasik terdiri atas lontong, tauge, tahu, dan lentho yang dibuat dari kacang-kacangan. Hidangan tersebut kemudian bisa dipadukan dengan kerang laut.
Perpaduan lontong balap dan kerang menciptakan karakter rasa tersendiri. Tauge memberikan sensasi segar, sementara tahu dan kuah menghadirkan rasa gurih. Kerang kemudian menambahkan cita rasa laut dengan sentuhan pedas dan manis.
Ada hal menarik dalam penyajiannya. Saat pertama kali disajikan, piring berisi tauge, tahu, dan lentho. Pelanggan kemudian dapat menambahkan petis lontong balap sendiri sesuai selera.
Warung keluarga ini kini dikelola Rangga sebagai generasi ketiga. Sebelumnya, usaha tersebut diteruskan oleh sang ayah, Supadi, yang lebih dikenal dengan nama Pak Gendut.
Nama Pak Gendut kemudian melekat menjadi nama warung yang masih bertahan hingga sekarang.
Satu porsi lontong balap dibanderol sekitar Rp16 ribu. Sementara itu, kerang laut tersedia sekitar Rp16 ribu untuk 10 tusuk. Pelanggan juga dapat memesan setengah porsi berisi lima tusuk dengan harga sekitar Rp8 ribu.
Lontong Balap Pak Gendut buka sekitar pukul 09.00-22.00 WIB.
7. Sop Buntut Kemudi
Jika ingin mencari kuliner dengan suasana Surabaya tempo dulu, Sop Buntut Kemudi bisa menjadi salah satu pilihan.
Tempat makan yang berada di Jalan Kemudi ini disebut telah buka sejak era 1950-an. Menu andalannya adalah sop buntut klasik dengan kuah bening.
Sop buntut tersebut dapat dinikmati dengan tambahan perasan jeruk nipis. Rasa kuahnya relatif ringan, tetapi tetap kaya. Jeruk nipis memberikan sensasi segar yang membuat hidangan berkuah ini terasa lebih ringan.
Sop Buntut Kemudi berada di Jalan Kemudi Nomor 18, Krembangan Utara, Kecamatan Pabean Cantian, Surabaya.
Tempat ini buka sekitar pukul 09.00-16.00 WIB. Harganya berada di kisaran Rp60 ribuan, sudah termasuk nasi.
Bertahan sejak puluhan tahun lalu membuat Sop Buntut Kemudi bukan sekadar tempat makan, tetapi juga bagian dari cerita kuliner lama Surabaya.
8. Kare Kambing Hj Sani
Bagi pencinta makanan kaya rempah, Kare Kambing Hj Sani bisa menjadi pilihan ketika berada di Surabaya.
Warung ini disebut telah hadir sejak sekitar 1960-an. Meski tempatnya sederhana, kare kambing yang disajikan memiliki karakter bumbu yang kuat dan kaya rempah.
Daging kambing yang lembut berpadu dengan kuah kari yang gurih dan aromatik. Pengunjung dapat menikmati kare kambing bersama nasi maupun lontong.
Berdasarkan informasi dari layanan pesan-antar, satu porsi kare kambing campur dibanderol sekitar Rp27 ribu.
Tidak suka kambing? Ada pula pilihan daging sapi. Selain itu, tersedia lauk lain seperti hati, paru, kleponan, dan sejumlah pilihan lainnya.
Kare Kambing Hj Sani berlokasi di Jalan Semarang Nomor 146, Bubutan, Surabaya. Lokasinya berada di tepi jalan dan tidak jauh dari kawasan Pasar Turi Baru.
Warung ini buka setiap hari sekitar pukul 08.00-21.00 WIB.
9. Warung Kongdhe
Warung Kongdhe di Jalan Bubutan II/III menjadi contoh lain bagaimana warung sederhana dapat memiliki pelanggan yang sangat loyal.
Warung ini mulai buka sejak pukul 06.00 WIB. Meski hanya berupa warung kecil di tepi jalan dengan kursi plastik, suasananya hampir selalu ramai.
Pengunjung yang datang terlalu siang bahkan berisiko tidak kebagian menu karena beberapa hidangan cepat habis.
Salah satu menu favoritnya adalah nasi selulup. Dalam satu porsi, pelanggan bisa mendapatkan kombinasi empal, paru, babat, udang, cumi, dan tongkol.
Bumbunya memiliki karakter khas Jawa Timur, dengan rasa gurih, sedikit manis, dan pedas.
Sambalnya juga menjadi daya tarik tersendiri. Warung ini memiliki sambal cok-cit atau jancok pencit yang memberikan sensasi pedas kuat hingga membuat bibir terasa panas dan kepala berkeringat.
detikJatim sendiri sempat mencicipi nasi selulup tersebut. Perpaduan cumi yang kenyal, udang yang gurih, empal, dan babat terasa semakin lengkap dengan tambahan jembut belanda atau serundeng.
Sambal cok-cit atau sambal pencit kemudian memberikan rasa pedas yang membuat hidangan semakin menggugah selera.
Untuk harganya, satu piring nasi Madura dengan berbagai pilihan lauk rata-rata dibanderol sekitar Rp30 ribu.
10. Nasi Bebek Mbak Roh
Kuliner terakhir dalam daftar ini adalah Nasi Bebek Mbak Roh di kawasan Jalan Tumapel, Keputran, Surabaya.
Salah satu keunggulan tempat ini adalah rasa yang konsisten dan karakter bumbu yang kuat. Daging bebeknya diolah hingga empuk dan tidak alot.
Bebek juga tidak memiliki aroma amis yang kuat. Hal tersebut menjadi salah satu tantangan dalam mengolah daging bebek sehingga proses memasaknya menjadi bagian penting dari cita rasa akhir.
Sambalnya menjadi daya tarik lainnya. Dalam satu porsi, pelanggan biasanya mendapatkan lebih dari satu jenis sambal sehingga pengalaman rasanya menjadi lebih kompleks.
Sambal tersebut memiliki perpaduan rasa pedas dan gurih, dengan sedikit rasa pahit khas bumbu hitam yang dimasak lama hingga menghasilkan aroma yang lebih dalam.
Daging bebek dimasak bersama bumbu hingga meresap sebelum akhirnya digoreng. Hasilnya, bagian luar terasa renyah, sementara bagian dalam tetap lembut dan juicy.
Nasi yang disajikan juga pulen dan hangat. Sebagai pelengkap, tersedia lalapan seperti timun dan daun kemangi yang memberikan rasa segar.
Nasi Bebek Mbak Roh berada di kawasan Jalan Tumapel, Keputran, Surabaya. Warung ini buka sekitar pukul 10.00-17.00 WIB dan tutup setiap Minggu.
Simak Video "Video: Heboh dan Serunya Festival Rujak Uleg di Surabaya!"
(ihc/dpe)