Satlantas Polres Pasuruan Kota menyelidiki peristiwa kecelakaan maut yang menyebabkan Auliyatul Fitriya (43), guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), meninggal dunia di jalur pantura Jalan Raya Sumurwaru, Nguling, Pasuruan. Sopir pikap yang menabrak korban, Moh Fajariyanto (26), diperiksa intensif.
Moh Fajariyanto mengatakan, peristiwa tersebut terjadi di luar kesengajaan. Ia mengaku mengantuk sehingga pikap Traga nopol P 8944 EC yang dikemudikannya menabrak korban yang mengendarai motor Honda Beat nopol N 3349 VV di depannya.
"Sebelumnya saya sudah sangat mengantuk, mau istirahat di Pom (SPBU) di depan," kata Fajariyanto di sela-sela penyelidikan di Unit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan Kota, Selasa (15/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum sempat istirahat di SPBU, tiba-tiba kecelakaan terjadi. Pikapnya menabrak korban dan membawanya hingga lebih dari 10 meter.
"Saya tahunya tiba-tiba tabrak motor," terangnya.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan Kota Iptu Zulkifli Abdullah menguatkan keterangan Fajariyanto.
"Dari keteranganya sopirnya ngantuk," imbuhnya.
Saat ini penyelidikan masih dilakukan. Fajariyanto masih berstatus sebagai saksi.
Sebelumnya, peristiwa bermula saat korban yang beralamat di Dusun Krajan Utara, Desa Sumberporong, Lawang, Malang, mengendarai sepeda motor dari barat ke arah timur, Senin (14/9/2026) pukul 07.00 WIB. Sesampainya di lokasi korban ditabrak kendaraan pikap Traga yang dikemudikan Moh Fajariyanto (26) warga Desa Selomukti, Mlandingan, Situbondo, dari arah belakang.
Akibat kecelakaan tersebut, korban mengalami parah di bagian kepala dan anggota tubuhnya. Korban meninggal di lokasi kejadian dibawa ke RSUD Grati, Pasuruan.
