Seorang istri korban KMP Virgo Transport 8 tampak kebingungan di Gapura Surya Nusantara (GSN). Dia mendapati nama suaminya, Agus Ribut Setio Budi tidak terdaftar dalam manifes penumpang kapal tersebut.
Sang istri bernama Anita Margi Utami. Dengan masih kebingungan, kepada awak media dia mengaku suaminya memiliki tiket. Namun, tak masuk dalam manifes.
"Tidak ada (dalam manifes), tapi tiket ada dan saya sudah menghubungi pihak kapal dan memang betul ada tapi di sini tidak ada," kata Anita saat ditemui awak media di posko Polres Pelabuhan Tanjung Perak di GSN Surabaya, Selasa (15/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anita mengaku masih menunggu kabar dan berharap suaminya segera ditemukan dalam kondisi selamat. Menurut dia, suaminya, Agus Ribut Setio Budi diketahui berangkat menggunakan KM Virgo Transport 8 pada Sabtu (12/9/2026).
Sebelum berangkat ia mengaku sempat berkomunikasi untuk terakhir kalinya dengan suaminya pada Sabtu (12/9) sebelum berangkat.
"Suami saya sendiri berangkat hari Sabtu sekitar pukul 13.00 WIB. Hari Sabtu itu terakhir komunikasi, mau berangkat itu minta izin berangkat," ujarnya.
Namun, saat Anita mengecek data manifes penumpang dirinya mengaku syok. Sebab, nama suaminya justru tak tercantum dalam daftar manifes.
Anita lantas menunjukkan bahwa suaminya merupakan penumpang resmi. Sebab, dia juga menunjukkan bukti bahwa suaminya memang memiliki tiket perjalanan.
Wanita asal Malang itu pun bersikukuh menyatakan dan mengadu ke posko SAR bahwa suaminya bukan penumpang gelap. Namun, petugas berupaya menenangkannya dan meminta dirinya untuk menanti informasi selanjutnya dari petugas gabungan.
"Katanya (petugas di posko SAR) ya menunggu info," imbuh dia.
Tak berhenti di situ, Anita menghubungi operator dan mendapat konfirmasi bahwa agus memang memiliki tiket. Sejak Senin (14/9) ia terus datang ke posko untuk mencari informasi terkait keberadaan suaminya dan berharap dapat ditemukan serta dievakuasi dalam kondisi selamat.
"Mulai Senin kemarin saya ke sini. Harapannya ya Semoga bisa ditemukan selamat ya di sana ada keluarga di sana," tuturnya.
Anita mengaku agus memang sering bepergian ke luar pulau. Sebelum berangkat, Agus sempat mengatakan kepadanya bahwa perjalanan kali ini akan memakan waktu lebih lama.
"Sering ke luar pulau cuma terakhir bilang itu 'Mah, saya pulangnya agak lama lho ya'," kata Anita menirukan pesan suaminya saat berkomunikasi melalui video call.
Meski begitu, ia menilai persoalan data manifes menjadi penting dalam proses pencarian. Sebab, manifes menjadi acuan untuk mengetahui siapa saja yang berada di atas kapal.
