Angka Kriminalitas dan Peredaran Narkoba di Tulungagung Naik Selama 2025

Adhar Muttaqin - detikJatim
Selasa, 30 Des 2025 21:40 WIB
Kapolres Tulungagung AKBP Mohammad Taat Resdi (Foto: Adhar Muttaqin/detikJatim)
Tulungagung -

Kepolisian Tulungagung mencatat angka kriminalitas hingga kasus peredaran narkoba mengalami peningkatan selama tahun 2025. Sementara itu korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas menurun.

Kapolres Tulungagung AKBP Mohammad Taat Resdi, mengatakan selama peeiode Januari-Desember jumlah kasus kriminal yang ditangani satreskrim mencapai tahun ini naik 10 persen dibandingkan tahun 2024, dari 383 perkara menjadi 423 perkara. Sementara angka penyelesaian kasus juga mengalami kenaikkan dari 393 menjadi 441, termasuk penuntasan tunggakan perkara tahun sebelumnya.

"Kalau kita lihat perkara kriminalitas paling banyak adalah pencurian dengan pemberatan dan penipuan masing-masing 64 kasus. Perkara tertinggi ketiga adalah curanmor (pencurian kendaraan bermotor) 47 perkara," kara AKBP Taat, Selasa (30/12/2025).

Meskipun mengalami peningkatan jumlah perkara kriminalitas, namun, jumlah tersangka justru mengalami penurunan, dari 180 di tahun 2024 menjadi 149 di 2025. Polisi memberikan perhatian serius terhadap kasus penipuan dan curanmor karena mengalami kenaikan signifikan.

"Selain itu kami juga menaruh perhatian terhadap kasus perlindungan anak yang menduduki posisi keempat dengan 44 kasus dan selesai 70 persen," imbuhnya.

Lebih lanjut perwira menengah ini menjelaskan, perkara pertikaian yang melibatkan anggota perguruan silat mengalami penurunan signifikan menjadi 19 kejadian. Namun, seluruhnya tidak ada dilanjutkan ke proses hukum.

"Ini sesuai dengan komitmen yang sudah kami buat dengan perguruan silat, jika ada konflik antaranggota perguruan silat untuk diselesaikan terlebih dahulu di internal mereka. Kalau tidak tuntas di internal mereka baru dibawa ke proses hukum. Dari 19 kejadian tidak ada yang dilaporkan ke kami," ujarnya.

Kasus Peredaran Narkoba Meningkat

Tidak hanya angka kriminalitas, kasus peredaran narkoba yang ditangani Satresnarkoba Polres Tulungagung juga mengalami kenaikan signifikan. Pada 2024 tercatat 105 kasus dan tahun ini naik 37 persen atau 39 menjadi 144 kasus.

"Untuk jumlah tersangka di tahun ini mencapai 183 orang," katanya.

Dari ratusan perkara itu, satresnarkoba berhasil mengamankan barang bukti narkotika, 2.407,2 gram sabu-sabu, 1043,286 ganja kering, 2 batang pohon ganja dan 1 bukit ekstasi. Sementara itu jenis psikotropika berhasil diamankan 1.046 butir pil alprazolam, 200 butir riklona, 100 butir nitrazepam dan ratusan butir jenis lain.

"Okerbaya (obat keras berbahaya) sebanyak 203.557 butir pil dobel L," kata Taat.

Tiga wilayah dengan peredaran narkoba terbesar di wilayah Tulungagung meliputi Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung dan Boyolangu, sedangkan kasus terendah di Kecamatan Kauman, Pucanglaban dan Pagerwojo.

"Peningkatan pengungkapan perkara narkoba ini bisa jadi karena memang peredarannya semakin banyak atau anggota kami yang bekerja secara maksimal. Bisa juga kaduanya," imbuh perwira menengah ini.

Angka Kecelakaan Lalu Lintas Meningkat, Korban Meninggal Dunia Turun

Kapolres Tulungagung dalam konferensi pers di ruang Sarja Arya Racana menambahkan, dalam bidang lalu lintas tercatat angka kecelakaan lalu lintas selama 2025 mencapai 1.143 kejadian atau naik 144 kejadian dari tahun sebelumnya.

"Untuk korban meninggal dunia turun menjadi 147 jiwa, dari tahun sebelumnya 154 jiwa. Namun, untuk korban luka meningkat tajam dari 1.675 orang menjadi 2.041 orang," jelasnya.

Taat menjelaskan dari hasil analisa lalu lintas wilayah blackspot tahun ini berada di tiga ritik, yakni ruas Desa Rejoagung Kecamatan Kedungwaru, ruas Pulosari Kecamatan Ngunut dan ruas Beji Kecamatan Boyolangu.

"Kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan kesadaran untuk tertib berlalu lintas, sebab kejadian kecelakaan mayoritas didahului oleh pelanggaran," imbuhnya.



Simak Video "Video Kejari Jakpus Benarkan Ammar Zoni Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan"

(dnp/abq)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork