Seorang kepala sekolah madrasah ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, diduga mengalami penganiayaan oleh wali murid yang disebut-sebut merupakan anggota TNI. Korban berinisial MR dilaporkan mengalami luka pada bagian wajah setelah insiden yang dipicu persoalan kaos kaki siswa.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian setelah seorang guru mengunggah ceritanya melalui akun Instagram Lamongan Update. Dalam unggahan itu, guru tersebut menyebut wajah kepala sekolah mengalami pembengkakan dan berdarah setelah diduga dipukul oleh wali murid berinisial MS.
Dalam informasi yang beredar, korban juga disebut mengalami keretakan pada hidung. Namun, kepastian mengenai diagnosis medis, tingkat cedera, serta perkembangan kondisi korban setelah kejadian belum dapat dipastikan.
Akibat pemukulan tersebut, MM mengalami luka berat berupa pendarahan dan keretakan pada bagian hidung. Korban langsung mendapatkan pertolongan pertama dari rekan-rekan sesama guru yang menyaksikan kejadian.
Terkait kondisi fisik korban, anggota LPBH NU PCNU Lamongan, Nur Afid Santoso mengatakan, korban telah menjalani pemeriksaan medis awal.
"Kalau dikatakan dianiaya, ya seperti itu, karena dari hasil pemeriksaan CT scan memang ada luka memar di bagian dekat mata. Untuk visum resmi saat ini masih dalam proses penyelidikan," tambahnya.
Kasi Humas Polres Lamongan, IPDA M. Hamzaid, membenarkan bahwa pihaknya membantu korban untuk membuat laporan ke kantor Subdenpom TNI Lamongan.
"Nggeh mas benar, sebagai bentuk pelayanan kami ketika masyarakat meminta bantuan jadi kami ikut membantu mengantar korban membuat laporan ke Kantor Subdenpom TNI Lamongan," kata Hamzaid saat dikonfirmasi.
Simak Video "Video: Demam Piala Dunia, Pelukis Lamongan Kebanjiran Order Lukisan Messi-Ronaldo"
(auh/hil)