Polres Lumajang akan melakukan penyelidikan terkait meninggalnya seorang penambang pasir yang terdampak material sekunder awan panas guguran Gunung Semeru. Korban diketahui bernama Very Irawan (33), warga Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.
Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengatakan, pihak kepolisian akan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap peristiwa tersebut.
"Langkah yang kami lakukan kami akan melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi yang mengetahui kejadian tersebut," ujar Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto kepada detikJatim, Senin (22/6/2026).
Very mengalami luka bakar serius setelah terkena material awan panas. Korban meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSUD dr Haryoto Lumajang akibat luka bakar yang mencapai sekitar 80 persen.
"Korban meninggal dunia di RSUD Dokter Haryoto Lumajang setelah menjalani perawatan," ujar Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Lumajang Dwi Nur Cahyo kepada detikJatim, Minggu (21/6/2026).
Dwi menambahkan, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
"Jenazah Korban akan dimakamkan oleh pihak keluarga," pungkas Dwi.
Bupati Lumajang Indah Amperawati menyayangkan masih adanya aktivitas penambangan pasir di kawasan rawan bencana, terutama di luar jam operasional yang telah ditetapkan.
Menurut Indah, selain ancaman erupsi dan awan panas guguran Gunung Semeru, material vulkanik di sepanjang aliran sungai juga masih menyimpan suhu panas tinggi yang dapat memicu bahaya sekunder.
"Saya sudah menghimbau agar tidak melakukan aktifitas penambangan di sektor tenggara besuk kobokan sejauh 13 kilometer" ujar Indah.
Sebelumnya, korban bernama Very Irawan sedang menambang pasir bersama sejumlah rekannya di aliran Sungai Besuk Kobokan saat insiden terjadi. Korban mengalami luka bakar hingga 80 persen.
Kakak korban, Aris Susanto, menjelaskan bahwa material vulkanik yang masih panas tiba-tiba longsor dan bersentuhan dengan aliran air sungai sehingga memicu letusan sekunder.
"Awalnya korban menambang, kemudian tiba-tiba longsor dan terkena air sehingga terjadi letusan sekunder dan menimpa korban," ujar Aris kepada detikJatim, Sabtu (19/6/2026).
Simak Video "Video: Gunung Semeru Erupsi, Masyarakat Diminta Waspada"
(auh/hil)