Very Irawan (33), penambang pasir di Lumajang mengalami luka bakar 80 persen setelah tertimbun material sisa erupsi Gunung Semeru. Korban kini dirawat intensif di RSUD Dokter Haryoto.
Wakil Direktur RSUD dr Haryoto Lumajang Wawan Arwijanto menjelaskan, hingga kini korban masih menjalani perawatan. Ia menyebut kondisi korban sangat kritis karena luka bakar lebih dari 80 persen.
"Ini luka bakar 80 persen lebih. Jadi ini sangat membahayakan, di mana biasanya di atas 40 persen saja sudah bahaya " ujar Wakil Direktur RSUD dr Haryoto Lumajang Wawan Arwijanto kepada detikJatim Sabtu (19/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, lanjut Wawan, tim medis kini tengah berusaha semaksimal mungkin. "Kami berusaha memberikan pelayanan medis kepada korban " ujar Wawan.
Sebelumnya, erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (19/6) disertai guguran awan panas membawa korban. Seorang penambang pasir mengalami luka bakar hingga 80 persen akibat terkena material sekunder awan panas guguran.
Korban diketahui bernama Very Irawan (33). Warga Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang itu kini harus menjalani perawatan intensif di RSUD Dokter Haryoto.
Insiden nahas ini terjadi saat korban bersama sejumlah rekannya sedang menambang pasir di aliran Sungai Besuk Kobokan.
Kakak korban, Aris Susanto, menjelaskan bahwa petaka bermula saat material vulkanik sisa erupsi Semeru yang masih menyimpan suhu panas tinggi mendadak longsor.
Hal ini terjadi ketika material panas tersebut bersentuhan langsung dengan aliran air sungai, seketika memicu terjadinya letusan sekunder yang menyembur ke arah korban.
"Awalnya korban menambang, kemudian tiba-tiba longsor dan terkena air sehingga terjadi letusan sekunder dan menimpa korban," ujar Aris kepada detikJatim, Sabtu (19/6/2026).
(ihc/abq)
