Tarik Paksa DC BFI Finance Bikin Andy Trauma hingga Ingin Jual Lexus-nya

Round Up

Tarik Paksa DC BFI Finance Bikin Andy Trauma hingga Ingin Jual Lexus-nya

Amir Baihaqi - detikJatim
Selasa, 28 Apr 2026 08:18 WIB
Susana penarikan paksa DC BFI Finance mobil Lexus milik Andy di Surabaya
Susana penarikan paksa DC BFI Finance mobil Lexus milik Andy di Surabaya (Foto: Dok. Istimewa)
Surabaya -

Andy Pratomo, warga Surabaya pemilik Lexus RX 350 mengungkapkan bagaimana awal mula kronologi mobilnya hendak ditarik paksa debt collector yang mengaku suruhan dari BFI Finance. Kini Andy dan keluarganya mengalami trauma akibat ulah DC BFI Finance itu.

Andy menuturkan kejadian tersebut bermula pada tanggal 4 November 2025. Saat itu mobil Lexus miliknya dipakai oleh sang adik di rumah makan kawasan Jalan Mayjend Sungkono. Tak lama setelah ada dua mobil yang ditumpangi DC juga datang.

"Mereka (DC) turun masuk didatengin langsung mau diminta mobilnya. Terus adik saya bilang 'loh ini mobil kakak saya Pak, enggak mau'. Terus pulang ke rumah itu diikutin," kata Andy kepada detikJatim, Selasa (28/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setiba di rumah, lanjut Andy, sejumlah DC ikut turun dan memaksa masuk rumah. Tujuannya masih sama hendak menyita mobil Lexus. Mereka bersikeras bahwa mobil tersebut ada tunggakan dengan menunjukkan surat tugas.

ADVERTISEMENT

"Dia ngotot dengan menunjukkan surat kuasa tadi untuk narik mobil saya. Itu mobilnya kan memang tipenya itu Lexus RX 350. Saya belinya itu bulan September. Cash tukar tambah dengan RX 270 cash intinya. Jadi BPKB, faktur, kunci serep semua itu sudah di saya semua dan sah ya," jelas Andy.

Menurutnya, saat itu, DC juga sempat menunjukkan nomor rangka dan nomor mesin yang dinilai sama dengan mobil Andy. Hal ini lah yang membuat para DC tetap memaksa membawa kendaraan itu.

"Berdasar itu dia mau minta paksa bawa mobil itu," ujarnya.

Keributan di depan rumah pun tak terelakkan dan sempat menarik perhatian warga hingga akhirnya polisi dari Polsek Mulyorejo datang ke lokasi. Kedua pihak kemudian dibawa ke kantor polisi untuk dimediasi.

"Karena ramai-ramai depan sampai tetangga keluar semua, terus Polsek Mulyorejo datang," ucapnya.

Di kantor polisi, pihak leasing datang membawa sejumlah dokumen fotokopi. Andy menyebut, kendaraan memang masih atas nama perusahaan di Jakarta karena belum dilakukan balik nama. Namun Lexus tersebut adalah miliknya dan merasa tak pernah mempunyai hubungan dengan BFI Finance.

"Setelah kira-kira nunggu 1 jam, legalnya BFI datang. Terus bawa fotocopyan surat, surat fidusia atas nama Adi Hosea, terus fotocopy BPKB, faktur apa semua itu. Lah, saya kan bingung. Saya ini enggak pernah merasa leasing apa enggak pernah," bebernya.

Karena tak ada titik temu, Andy dan DC BFI Finance kemudian melanjutkan pembuktian di Samsat Manyar. Hasilnya, dokumen Andy dinyatakan asli dan perampasan mobilnya gagal.

"Besoknya (5 November 2025) kami uji di Samsat Manyar Kertoarjo. Hasilnya telak, pihak Samsat menyatakan fisik dan surat-surat saya sah dan asli," jelas Andy.

Menurut Andy, tiga hari setelah insiden itu, pihaknya sempat dihubungi pihak BFI Finance. Dalam penjelasannya, BFI Finance di Surabaya sempat mengaku salah.

"Saya sempat dihubungi pihak BFI (BFI Ngagel) 3 hari kemudian ajak ketemu, ketemu ya bahas-bahas ya memang ngakunya ada salah gini, gini, gini. Okelah kita tunjukkan surat-surat gimana. Enggak ada kabar sampai sekarang juga," ungkap Andy kepada detikJatim, Senin (27/4/2026).

Ia menjelaskan, bahwa pihak BFI cabang Ngagel disebut hanya menerima limpahan berkas dari Tangerang. "Jadi kalau yang BFI Ngagel ini bilang dia cuma terima limpahan berkas dari BFI Tangerang. Nah, dari Tangerang dia cuma limpahan berkas," tuturnya.

Kemudian pihaknya meneruskan ke salah satu perusahaan debt collector di Surabaya untuk melakukan penagihan. Andy pun menegaskan tidak pernah memiliki hubungan apa pun dengan BFI, termasuk dengan pihak yang disebut berasal dari Tangerang.

"Enggak ada sama sekali, saya enggak kenal," katanya.

Akibat insiden penarikan paksa DC BFI Finance itu, lanjut Andy, ia mengalami trauma. Bahkan ia berencana hendak menjual Lexus Rp 1,3 miliar itu.

"Iya masih (ada mobilnya). Mau saya jual lagi rencana, bikin trauma, nunggu clear dulu masalah ini. Yang pakai ya adik saya terus," tandas Andy.



(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads