Polisi Selidiki Kasus ABK Dikeroyok Belasan Teman di Surabaya

Aprilia Devi - detikJatim
Minggu, 22 Feb 2026 11:45 WIB
Ilustrasi bullying/Foto: Getty Images/iStockphoto/gan chaonan
Surabaya -

Polisi melakukan penyelidikan terhadap kasus AM (16), anak berkebutuhan khusus (ABK) di Surabaya yang diduga dikeroyok belasan temannya pada Selasa (10/2) lalu. Belum diketahui motif di balik terjadinya peristiwa tersebut.

"Masih proses (penyelidikan)," kata Kasat PPA dan PPO Polrestabes Surabaya AKBP Melatisari saat dikonfirmasi detikJatim, Minggu (22/2/2026).

Namun, Melatisari menyebut, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi dalam dugaan pengeroyokan dan perundungan yang menimpa AM. Beberapa saksi yang diperiksa termasuk dari pihak sekolah, yakni SMK swasta di kawasan Wonokromo.

"Sudah ada saksi yang diperiksa. Pelapor, korban, sekolah, dan beberapa saksi lainnya," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang ABK berinisial AM (16), warga Tegalsari, Surabaya, diduga menjadi korban perundungan dan pengeroyokan oleh teman sekolahnya. Video kekerasan yang menimpanya beredar di media sosial, memperlihatkan korban berseragam sekolah dipukul dan dikeroyok sejumlah pelajar.

Bibi korban, Dewi mengatakan, kejadian tersebut bermula saat AM diminta guru mencuci muka karena tertidur di kelas.

"Waktu di kamar mandi setelah cuci muka, korban diadang teman sekelasnya dan di-bully, dia sampai muter (untuk kembali ke kelas). Tapi korban terus diganggu," kata Dewi saat dihubungi detikJatim, Sabtu (21/2/2026).

Menurut Dewi, perundungan itu berlanjut hingga korban sempat emosi.

"Anak itu masih memprovokasi AM lagi. Pas anak itu sampai keluar sekolah di jalan, dia teriak 'Ayo, jadi enggak? Katanya kamu mau satu lawan satu', gitu kan," bebernya.

Akhirnya pengeroyokan pun tak terhindarkan. Ada belasan siswa yang diduga terlibat. Akibatnya, AM mengalami luka di mata, bahu kiri, sakit di bagian perut, serta sempat dirawat di RSJ Menur.

"Tiba-tiba dia langsung mukul duluan. Langsung menghajar AM, terus dia teriak. Teman-temannya pada ngeroyokin. Katanya ada 11-13 anak (yang terlibat)," ungkap Dewi.



Simak Video " Menikmati Makan Malam Lezat di Restoran Hotel Mewah Surabaya "

(irb/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork