Miris Siswa ABK di Surabaya Dikeroyok Belasan Teman

Miris Siswa ABK di Surabaya Dikeroyok Belasan Teman

Aprilia Devi - detikJatim
Sabtu, 21 Feb 2026 20:00 WIB
Siswa ABK diduga jadi korban perundungan
Siswa ABK diduga jadi korban perundungan. (Foto: Tangkapan layar)
Surabaya -

Seorang Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) berinisial AM (16), warga Tegalsari, Surabaya, diduga menjadi korban perundungan oleh sejumlah teman sekolahnya. Ia diduga dikeroyok dan video aksi kekerasan yang menimpanya beredar di media sosial.

Dalam video tersebut, terlihat korban yang berseragam sekolah dikelilingi sejumlah pelajar. Tak lama kemudian, korban dipukul dan dikeroyok beberapa siswa pria lainnya. Meski sempat dilerai, para pelaku masih berupaya melayangkan pukulan kepada korban.

Bibi korban, Dewi, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Selasa (10/2) lalu. Kejadiannya bermula saat AM diminta guru mencuci muka karena tertidur di kelas. Ia sendiri merupakan salah satu siswa SMK swasta di Kecamatan Wonokromo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Waktu di kamar mandi setelah cuci muka, korban dihadang teman sekelasnya dan dibully, dia sampai muter (untuk kembali ke kelas). Tapi korban terus diganggu," kata Dewi saat dihubungi detikJatim, Sabtu (21/2/2026).

Menurut Dewi, perundungan itu berlanjut. Korban terus diejek hingga akhirnya terpancing emosi.

ADVERTISEMENT

"Anak itu masih memprovokasi AM lagi. Pas anak itu sampai keluar sekolah di jalan, dia teriak 'Ayo, jadi enggak? Katanya kamu mau satu lawan satu', gitu kan," bebernya.

Akhirnya pengeroyokan pun tak terhindarkan. Ada belasan siswa yang diduga terlibat.

"Tiba-tiba dia langsung mukul duluan. Langsung menghajar AM, terus dia teriak. Teman-temannya pada ngeroyokin. Katanya ada 11-13 anak (yang terlibat)," ungkap Dewi.

Dewi mengaku keponakannya kerap menjadi sasaran perundungan sejak awal masuk sekolah tersebut.

"Yang paling parah 10 Februari itu. Sudah sekitar satu bulan katanya sering dibully," ujar Dewi.

Akibat kejadian itu, korban mengalami sejumlah luka di bagian mata, bahu kiri, dan perutnya.

"Setelah kejadian, besoknya saat divisum lambung sebelah kanannya sakit, karena sempat ditungkai pakai lutut (pelaku)," tutur Dewi.

Korban juga sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur selama beberapa hari sebelum akhirnya dibawa pulang pihak keluarga pada hari ini.

Keluarga korban pun telah melaporkan dugaan pengeroyokan tersebut ke pihak kepolisian.

"Korban di awal minta tolong sama saya, nangis-nangis minta 'Ma, tolong viralin, Ma. Tolong viralin, Ma. Hukum itu Ma pelakunya, aku sudah capek'," pungkas Dewi.



(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads