Mahasiswa Tewas Usai Loncat dari Jembatan Suhat Malang

Muhammad Aminudin - detikJatim
Sabtu, 29 Nov 2025 12:07 WIB
Mahasiswa bunuh diri di Jembatan Suhat Malang/Foto: Istimewa
Malang -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang pemuda ditemukan tewas di bawah Jembatan Soekarno-Hatta (Suhat), Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Ia sebelumnya diduga loncat dari atas jembatan untuk mengakhiri hidupnya.

Peristiwa pilu itu terjadi pada Jumat (28/11/2025), sekitar pukul 19.00 WIB. Korban belakangan diketahui adalah mahasiswa perguruan tinggi negeri di Kota Malang berinisial NFR (25).

Kapolsek Lowokwaru Kompol Anang Tri Hananta mengatakan, keberadaan korban awalnya diketahui pengendara motor, ketika duduk di pagar jembatan sambil minum air putih.

Tak lama kemudian, saksi melihat korban menjatuhkan diri ke bawah jembatan. Melihat kejadian tersebut, saksi akhirnya memanggil satpam apartemen berlokasi tidak jauh dari jembatan.

"Kami langsung datang ke TKP, setelah mendapatkan laporan, kemudian mengindentifikasi dan mengevakuasi korban," ujar Anang saat dikonfirmasi, Sabtu (29/11/2025).

Dari proses identifikasi, Anang menyebut korban adalah warga Lowokwaru, Kota Malang, berinisial NFR (25), yang berstatus mahasiswa sebuah PTN di Malang.

"Korban warga Kota Malang, berstatus mahasiswa," sebutnya.

Anang menambahkan, adik korban sempat datang ke lokasi kejadian untuk mencari keberadaan kakaknya. Setelah menerima pesan korban pada sore hari sebelum kejadian.

"Adik korban datang ke TKP untuk mencari kakaknya. Karena korban sempat mengirimkan kata-kata terakhir, sore hari sekitar pukul 16.00 WIB," ujar Anang.

Setelah proses identifikasi dan dipastikan bahwa jenazah tersebut adalah kakaknya, petugas kemudian membawa jasad korban ke RS dr Saiful Anwar (RSSA) untuk dilakukan proses autopsi.

"Dari penyelidikan sementara dan keterangan adiknya, diduga korban mengalami tekanan pendidikan kuliahnya," pungkas Anang.



Simak Video "Video Kesaksian Detik-detik Bom Bunuh Diri di Pakistan"

(irb/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork