Kisruh antara eks dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Imam Muslimin atau Yai Mim, dengan tetangganya Sahara kini merembet ke hilangnya barang-barang mewah miliknya. Tak hanya sajadah langka, kuasa hukum Yai Mim mengungkap salah satu barang yang raib adalah jam tangan mewah merek Rolex.
Kuasa hukum Yai Mim, Fahrudin Uma Sugi, mengatakan fakta hilangnya barang-barang mewah itu terungkap dalam pemeriksaan terhadap istri Yai Mim, Rosida, oleh penyidik Satreskrim Polresta Malang Kota.
Hilangnya sejumlah barang berharga yang dimiliki Yai Mim, bersamaan dengan kejadian pembakaran sajadah di sebuah tanah kosong letaknya tak jauh dari rumah Yai Mim di Jalan Joyogrand Kavling Depan III Atas, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, pada 16 September 2025 lalu.
"Dari pemeriksaan kurang lebih 24 pertanyaan tadi, ternyata baru terbuka dalam BAP tadi, ada beberapa barang pribadi milik klien kami yang sampai saat ini belum ditemukan entah hilang atau ikut terbakar," ungkap Fahrudin mendampingi Yai Mim usai pemeriksaan di Polresta Malang Kota, Selasa (14/10/2025).
Fahrudin kemudian merinci sejumlah barang bukti yang diduga raib bersamaan dengan terbakarnya sajadah langka itu. Di antaranya, empat jam tangan, perhiasan emas, serta dua tasbih dengan harga yang cukup lumayan mahal.
"Empat jam tangan, salah satunya merek Rolex, emas 210 gram, dua tasbih dengan harga yang cukup lumayan mahal dan sajadah sekitar 9 ribu riyal kalau dikurskan sekitar Rp 660 juta," bebernya.
Fahrudin menjelaskan, barang-barang tersebut sejak awal tidak berada di dalam rumah. Melainkan berada di pekarangan atau tanah kosong yang rencananya dibeli oleh Yai Mim.
"Awalnya barang-barang itu dibawa klien kami ke tempat untuk salat (tanah kosong). Karena klien kami ingin beli lahan tersebut. Ditawari untuk beli tanah itu, lalu Pak Yai (Mim) dan istri salat istikharah di situ," ungkap Fahrudin.
Lantas bagaimana sajadah serta barang tersebut bisa terbakar dan hilang? Fahrudin menjelaskan, sesaat usai menunaikan salat istikharah, Yai Mim bersama istri meninggalkan lokasi untuk kembali pulang.
Sekembali dari rumah, Yai Mim menyempatkan untuk berkunjung ke Brojan Kafe letaknya tak jauh dari lokasi. Sementara sang istri berada di dalam rumah.
"Setelah itu ditinggal sebentar, balik lagi sudah terbakar. Ditinggal kurang lebih 30 menit. Waktu itu dini hari," jelasnya.
(auh/abq)