Eks dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Imam Muslimin atau yang akrab disapa Yai Mim, mengaku heran atas laporan dugaan pelecehan seksual yang dilayangkan tetangganya Sahara. Yai Mim pun blak-blakan tak tertarik dengan Sahara.
Ia menanggapi santai tudingan yang diarahkan kepadanya dengan pernyataan nyeleneh. Ia menyebut sudah punya istri yang cantik. Bahkan, Yai Mim mengaku malah lebih tertarik dengan kambing.
"Lebih cantik mana dengan istri saya? Mohon maaf ya, saya lebih tertarik kambing," kata Yai Mim kepada wartawan, Rabu (15/10/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga kini, Yai Mim mengaku belum tahu detail laporan tersebut.
"Nggak tahu (laporan pelecehan) itu belum tahu, saya belum diperiksa saya," kata Yai Mim
Sebagai seorang penghafal Al-Qur'an, Yai Mim menegaskan dirinya tidak mungkin melakukan tindakan asusila. "Saya ini penghafal Al-Qur'an, jangankan melakukan. Saya berpikir maksiat itu saja bisa terganggu," tegasnya.
Kuasa hukum Sahara, M Zakki, menyebut kliennya melaporkan Yai Mim atas dugaan pelecehan yang terjadi beberapa kali, baik secara verbal maupun fisik.
"Ada empat kali. Ada omongan (verbal), ada yang berbentuk semi tindakan," kata Zakki kepada wartawan di Polresta Malang Kota, Rabu (8/10/2025).
Ia menjelaskan, peristiwa tersebut diduga terjadi di rumah Sahara, tepatnya di area garasi.
"Kejadiannya di lokasi, tempat garasi (Sahara). Karena mereka bertetangga jadi di sekitaran lokasi konflik," beber Zakki.
Barang-Barang Mewah Milik Yai Mim Diduga Raib
Di tengah laporan baru itu, Yai Mim mengaku kehilangan sejumlah barang berharga bersamaan dengan pembakaran sajadah langka miliknya di kawasan Joyogrand, Lowokwaru, Kota Malang. Kuasa hukumnya, Fahrudin Uma Sugi, menyebut hal ini terungkap dari hasil pemeriksaan terhadap istri Yai Mim, Rosida Vegnesvari.
"Dari pemeriksaan kurang lebih 24 pertanyaan tadi, ternyata baru terbuka dalam BAP tadi, ada beberapa barang pribadi milik klien kami yang sampai saat ini belum ditemukan entah hilang atau ikut terbakar," ungkap Fahrudin, Selasa (14/10/2025).
Fahrudin menjelaskan, ada empat jam tangan-salah satunya merek Rolex-serta emas seberat 210 gram, dua tasbih mahal, dan sajadah yang ditaksir seharga Rp 660 juta ikut terbakar.
"Empat jam tangan, salah satunya merek Rolex, emas 210 gram, dua tasbih dengan harga yang cukup lumayan mahal dan sajadah sekitar 9 ribu riyal kalau dikurskan sekitar Rp 660 juta," bebernya.
Barang-barang itu awalnya diletakkan di lahan kosong yang akan dibeli Yai Mim untuk salat istikharah.
"Awalnya barang-barang itu dibawa klien kami ke tempat untuk salat (tanah kosong). Karena klien kami ingin beli lahan tersebut. Ditawari untuk beli tanah itu, lalu Pak Yai (Mim) dan istri salat istikharah di situ," ungkap Fahrudin.
Menurut Fahrudin, usai menunaikan salat, Yai Mim dan istrinya sempat meninggalkan lokasi. Saat kembali, api sudah membakar sajadah dan barang-barang yang ada di atasnya.
"Setelah itu ditinggal sebentar, balik lagi sudah terbakar. Ditinggal kurang lebih 30 menit. Waktu itu dini hari," jelasnya.
Yai Mim pun menambahkan bahwa seluruh barang berharga itu biasa ia bawa di dalam tas yang diletakkan di atas sajadah.
"Saya selalu membawa barang di atas, termasuk surat-surat penting. Ketika saya datang, sajadah sudah terbakar, dan barang-barangnya hilang," ujarnya.
Di lokasi kebakaran, Yai Mim menyebut ada sebuah gubuk kecil yang biasa digunakan untuk beristirahat. "Di situ ada gubuk, saat istri saya nyusul dan kemudian ngantuk tertidur. Saya kembali ke rumah, ikut nyusul karena takut. Saya kemudian pulang bikin kopi, istri nyusul lagi, karena takut," kata Yai Mim.
Namun ketika dirinya kembali dari Brojan Kafe, api sudah melahap sajadah dan barang-barang tersebut.
"Lalu saya tidak kembali ke tempat itu (gubuk), tapi ke Brojan Kafe dan diskusi dengan mahasiswa sebentar, kembali sudah terbakar dan hilang barangnya," sambung Yai Mim.
Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami laporan-laporan yang saling tumpang tindih antara Sahara dan Yai Mim. Baik dugaan pelecehan seksual, pembakaran sajadah, hingga hilangnya barang-barang mewah milik Yai Mim masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.











































