Pejabat Kejari Bojonegoro Penyodomi 4 Remaja Laki-laki Segera Disidang

Pejabat Kejari Bojonegoro Penyodomi 4 Remaja Laki-laki Segera Disidang

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Selasa, 01 Nov 2022 14:58 WIB
Kasi Barang Bukti Kejari Bojonegoro nonaktif Ary Handoko yang menyodomi 4 remaja laki-laki digelandang ke Lapas.
Kasi Barang Bukti Kejari Bojonegoro nonaktif penyodomi 4 remaja laki-laki digelandang ke Lapas. (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Jombang -

Polisi menyerahkan Kasi Barang Bukti Kejari Bojonegoro nonaktif Ary Handoko atau AH (51) kepada Kejari Jombang untuk disidangkan. Oknum jaksa itu menjadi tersangka sodomi atau pencabulan terhadap 4 remaja laki-laki di Kota Santri.

AH diserahkan penyidik Satreskrim Polres Jombang ke kejaksaan negeri setempat sekitar pukul 09.00 WIB. Didampingi penasihat hukumnya, AH yang memakai kemeja biru lengan pendek berkopiah hitam langsung masuk ke ruangan pemeriksaan Seksi Pidana Umum.

Penyerahan tersangka dan barang bukti atau tahap 2 kasus pencabulan 4 remaja laki-laki itu berlangsung hingga pukul 11.15 WIB.

Selanjutnya AH digelandang ke Lapas Kelas IIB Jombang dengan berjalan kaki tanpa memakai rompi tahanan. Kantor Kejari Jombang berjarak sangat dekat dengan lapas. Kedua tangan tersangka juga terlihat tidak diborgol.

"Progres penanganan perkara atas nama AH, oknum jaksa yang sudah melakukan perbuatan cabul di wilayah Jombang. Hari ini kami menerima tersangka dan barang bukti. Selanjutnya tersangka kami titipkan di Lapas Jombang," kata Kepala Kejari Jombang Tengku Firdaus di kantornya, Selasa (1/11/2022).

Firdaus menjelaskan pihaknya menunjuk 5 jaksa penuntut umum (JPU) untuk menyidangkan perkara ini. Tim JPU akan ia pimpin langsung sehingga JPU berjumlah 6 orang. Anggotanya antara lain Kasi Intel Deny Saputra Kurniawan, Kasi Datun Hany Adhi Astuti, serta 3 jaksa fungsional.

Selain itu, surat dakwaan untuk AH telah selesai dibuat. Menurut Firdaus surat dakwaan itu tinggal melalui tahap pematangan dan ekspos. Sehingga dalam pekan depan surat dakwaan dan berkas perkara pencabulan 4 remaja laki-laki akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Jombang.

"Segera kami limpahkan ke pengadilan dalam satu minggu ke depan," jelasnya.

Selama tahap persidangan, Firdaus menegaskan, AH tidak akan mendapatkan perlakuan khusus. Oknum jaksa asal Bandar Kedungmulyo, Jombang itu ditahan di Lapas seperti tersangka lainnya.

Bahkan, AH tidak mendapatkan fasilitas pendampingan hukum dari Persatuan Jaksa Republik Indonesia (Persaja). Sehingga tersangka menunjuk sendiri 2 penasihat hukumnya.

"Pimpinan juga menegaskan tidak ada toleransi terhadap perbuatan oknum jaksa tersebut. Jadi, ini nantinya juga menjadi pertimbangan pemberatan terhadap tersangka karena dia selaku aparat penegak hukum," tandasnya.

Baca lengkap di halaman selanjutnya.