Muncikari Tega Tipu Teman untuk Disodomi Pejabat Kejari Bojonegoro

Muncikari Tega Tipu Teman untuk Disodomi Pejabat Kejari Bojonegoro

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Rabu, 21 Sep 2022 21:17 WIB
Pengadilan Negeri Jombang
Pengadilan Negeri Jombang (Foto: Enggran Eko Budianto)
Jombang -

Muncikari menerima imbalan Rp 300 ribu setiap membawakan remaja laki-laki untuk disodomi AH (51), Kasi Barang Bukti Kejari Bojonegoro nonaktif. Dalam aksinya yang terakhir, siswa kelas 11 SMK swasta di Jombang ini rela menipu temannya sendiri.

Berdasarkan salinan tuntutan yang diterima wartawan, si muncikari dihubungi AH pada Rabu (17/8/2022) sekitar pukul 18.45 WIB. Ketika itu, remaja laki-laki berusia 17 tahun ini diminta membawakan temannya untuk melayani AH.

Tanpa sepengetahuan korban, si muncikari lantas mengirimkan foto korban kepada AH. Hubungan si muncikari dengan korban adalah teman ngopi. Selain itu, korban yang merupakan remaja laki-laki berusia 16 tahun, tak lain adik kelas si mucikari di SMK swasta.

Ternyata AH tertarik dengan korban. Sehingga oknum jaksa ini mentransfer uang Rp 300 ribu kepada si mucikari. Selanjutnya, remaja asal Kecamatan/Kabupaten Jombang ini mengajak korban untuk minum minuman keras. Ia mengiming-imingi korban akan mendapatkan uang dari omnya jika mau diajak minum.

Dua remaja laki-laki itu pun menemui AH di salah satu hotel di Jalan Gus Dur, Jombang sekitar pukul 21.00 WIB. AH kembali memberi uang Rp 300 ribu kepada si muncikari untuk membeli 3 botol arak kemasan 600 ml. Ketiganya mulai minum di kamar hotel tersebut sekitar pukul 22.00 WIB.

Korban pun sempat muntah-muntah akibat menenggak miras tersebut. Remaja laki-laki berusia 16 tahun ini tidur di ranjang kamar hotel tersebut. Saat tengah malam, AH menyuruh si mucikari untuk keluar dari kamar. Saat itulah pria beristri ini mencabuli dan menyodomi korban.

Korban sempat menolak ketika dicabuli dan disodomi AH. Namun, ia tak kuasa melawan tersangka yang tubuhnya lebih besar. Siswa kelas 10 SMK ini hanya bisa meminta tolong dengan menghubungi keluarganya saat dicabuli AH hingga Kamis (18/8/2022) sekitar pukul 01.30 WIB. Polisi pun datang bersama keluarga korban ke hotel tersebut. Sehingga AH dan si muncikari bisa diringkus.

"Kalau terdakwa (mucikari) tidak dijanjikan uang, setelah datang diajak minum, lalu dikasih uang (oleh AH)," terang Kuasa Hukum Mucikari, Achmad Umar Faruk kepada wartawan di PN Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim, Rabu (21/9/2022).

Dalam sidang siang tadi, jaksa penuntut umum (JPU) menuntut si muncikari agar dihukum 1 tahun penjara dan hukuman tambahan menjalani pelatihan kerja di Dinas Sosial Kabupaten Jombang selama 6 bulan. Ia dinilai melanggar pasal 88 juncto pasal 76I UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Sebelumnya, si mucikari juga menggaet 2 remaja laki-laki berusia di bawah umur untuk melayani nafsu AH. Korban pertama 3 kali diminta melayani AH pada Juli 2022. Begitu juga korban kedua sudah 3 kali diminta melayani Kasi Barang Bukti Kejari Bojonegoro nonaktif tersebut pada Mei-Juli 2022. Kedua korban merupakan teman terdakwa.

"Para korban memang teman terdakwa. Saksi korban ada 3. Yang 2 hadir di sidang," jelas Umar.

AH diringkus polisi karena diduga menyodomi seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun di kamar kelas melati di Jombang pada Kamis (18/8) pukul 04.45 WIB. Polisi juga meringkus seorang mucikari di Hotel tersebut. Si mucikari adalah remaja laki-laki berusia 17 tahun yang tak lain kakak kelas korban di SMK swasta Jombang.

Polisi telah menetapkan AH sebagai tersangka pencabulan anak di bawah umur. Kasi Barang Bukti Kejari Bojonegoro nonaktif ini diduga mencabuli remaja laki-laki yang baru berusia 16 tahun. Pria beristri asal Jombang ini dijerat dengan pasal 82 juncto pasal 76E UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

AH ditahan di Rutan Polres Jombang setelah diperiksa sebagai tersangka. Berkas perkaranya sudah dilimpahkan ke Kejari Jombang untuk diteliti. Sedangkan si mucikari saat ini ditahan di Lapas Kelas IIB Jombang. Korban pencabulan yang diduga dilakukan AH ternyata berjumlah 4 remaja laki-laki. Salah satunya si mucikari sendiri.



Simak Video "Bejat! Tukang Cukur Rambut di Gorontalo Sodomi Anak di Bawah Umur"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)