Berkas Perkara Sodomi Pejabat Kejari Bojonegoro Dinyatakan Lengkap

Berkas Perkara Sodomi Pejabat Kejari Bojonegoro Dinyatakan Lengkap

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Selasa, 18 Okt 2022 01:03 WIB
Kepala Kejari Jombang Tengku Firdaus
Kepala Kejari Jombang Tengku Firdaus (Foto: Enggran Eko Budianto/File)
Jombang -

Berkas perkara AH (51), Kasi Barang Bukti Kejari Bojonegoro nonaktif yang diduga menyodomi 4 remaja laki-laki, dinilai sudah lengkap. Kejari Jombang bakal menerbitkan P21 dalam 1-2 hari ke depan setelah menggelar ekspos terhadap perkara tersebut.

Penyidik Satreskrim Polres Jombang melimpahkan berkas perkara AH ke Kejari Jombang pada Jumat (16/9/2022). Namun, jaksa peneliti menilai berkas perkara sodomi 4 remaja laki-laki itu belum lengkap sehingga dinyatakan P19.

Oleh sebab itu, jaksa mengembalikan berkas perkara AH kepada penyidik agar dilengkapi. Saat itu terdapat kekurangan 2 syarat formal dan 3 syarat material. Terkini, penyidik telah mengirim kembali berkas perkara tersebut ke Kejari Jombang setelah melengkapi kekurangan pada Kamis (6/10/2022).

Kepala Kejari Jombang Tengku Firdaus menyebut berkas perkara AH sudah lengkap. "Kalau berdasarkan penelitian sih sudah lengkap. Petunjuk kami sudah dipenuhi oleh penyidik," kata Firdaus kepada wartawan, Senin (17/10/2022).

Hanya saja, lanjut Firdaun pihaknya belum menerbitkan surat P21 untuk berkas perkara AH. Karena pihaknya harus lebih dulu menggelar ekpos terhadap perkara sodomi 4 remaja laki-laki di Kota Santri tersebut.

"Tinggal kami keluarkan surat P21 saja dalam 1-2 hari ke depan," jelasnya.

Setelah kejaksaan menerbitkan P21, maka penyidik Satreskrim Polres Jombang harus menyerahkan AH dan semua barang bukti kasus sodomi 4 remaja laki-laki kepada jaksa penuntut umum. Proses ini biasa disebut tahap 2.

"Setelah tahap 2 kami limpahan ke pengadilan untuk disidangkan secepatnya," tandas Firdaus.

AH awalnya diringkus polisi karena diduga menyodomi seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun di kamar 207 sebuah hotel melati di Jombang pada Kamis (18/8) pukul 04.45 WIB. Polisi juga meringkus seorang mucikari di Hotel tersebut. Si mucikari adalah remaja laki-laki berusia 17 tahun yang tak lain kakak kelas korban di SMK swasta Jombang.

Polisi telah menetapkan AH sebagai tersangka pencabulan anak di bawah umur. Kasi Barang Bukti Kejari Bojonegoro nonaktif ini diduga mencabuli remaja laki-laki yang baru berusia 16 tahun. Pria beristri asal Bandar Kedungmulyo, Jombang ini dijerat dengan pasal 82 juncto pasal 76E UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

AH ditahan di Rutan Polres Jombang setelah diperiksa sebagai tersangka. Korban pencabulan yang diduga dilakukan AH ternyata berjumlah 4 remaja laki-laki. Salah satunya si mucikari sendiri. Sedangkan si mucikari telah menerima vonis dari Pengadilan Negeri Jombang pada Jumat (23/9/2022).

Remaja laki-laki asal Kecamatan/Kabupaten Jombang itu terbukti melanggar pasal 88 juncto pasal 76I UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ia menggaet 3 temannya yang berusia di bawah umur untuk melayani nafsu AH dalam kurun waktu Mei-Agustus 2022.

Ketiga temannya itu semuanya remaja laki-laki. Dalam setiap aksinya, si mucikari menerima imbalan Rp 300 ribu dari AH. Si mucikari divonis 11 bulan penjara di lembaga pembinaan khusus anak di Blitar. Ia juga diberi hukuman tambahan berupa mengikuti pelatihan kerja selama 4 bulan di Dinas Sosial Kabupaten Jombang.



Simak Video "Bejat! Tukang Cukur Rambut di Gorontalo Sodomi Anak di Bawah Umur"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)