Kejaksaan Kembalikan Berkas Kasus Sodomi Pejabat Kejari Bojonegoro ke Polisi

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Kamis, 29 Sep 2022 23:05 WIB
Kepala Kejari Jombang Tengku Firdaus
Kepala Kejari Jombang Tengku Firdaus (Foto: Enggran Eko Budianto)
Jombang -

Kejari Jombang mengembalikan berkas perkara AH (51), Kasi Barang Bukti Kejari Bojonegoro nonaktif yang menyodomi 4 remaja laki-laki. Karena jaksa peneliti menilai syarat formal dan material dalam berkas perkara tersebut belum lengkap.

Penyidik Satreskrim Polres Jombang melimpahkan berkas perkara AH ke kejaksaan pada Jumat (16/9/2022). Namun, setelah diteliti oleh jaksa ternyata ada beberapa syarat material dan formal dalam berkas perkara tersebut yang belum lengkap atau P19.

Kepala Kejari Kabupaten Jombang Tengku Firdaus mengatakan pihaknya telah memberi petunjuk kepada penyidik untuk melengkapi syarat formal dan material yang dinilai kurang lengkap. Namun, ia tidak bersedia merinci syarat-syarat yang dinyatakan kurang tersebut.

"Tidak boleh, itu rahasia. Takutnya kalau itu ketahuan pengacara (tersangka) menjadi materi. Yang jelas ada beberapa syarat formal dan material yang harus dipenuhi teman-teman penyidik," terangnya.

Firdaus hanya menyebutkan terdapat 2 syarat formal dan 3 syarat material yang harus dilengkapi penyidik Satreskrim Polres Jombang untuk melengkapi berkas perkara sodomi 4 remaja laki-laki yang dilakukan AH. Menurutnya syarat material berupa penjabaran unsur-unsur pasal yang akan didakwakan terhadap AH.

"Kalau syarat formal terkait surat-surat, berita acara dan sebagainya," jelasnya.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha membenarkan berkas perkara AH dinyatakan P19 atau belum lengkap oleh jaksa peneliti. Pihaknya akan segera melengkapi berkas perkara tersebut karena sudah menerima petunjuk dari jaksa.

"Akan segera kami penuhi, dalam waktu dekat berkas perkara akan kami kirim kembali ke kejaksaan. Ada beberapa arahan untuk pemenuhan (syarat) formal maupun material," tandasnya.

AH diringkus polisi karena diduga menyodomi seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun di kamar sebuah hotel melati di Jombang pada Kamis (18/8) pukul 04.45 WIB. Polisi juga meringkus seorang muncikari di Hotel tersebut. Si muncikari adalah remaja laki-laki berusia 17 tahun yang tak lain kakak kelas korban di SMK swasta Jombang.

Polisi telah menetapkan AH sebagai tersangka pencabulan anak di bawah umur. Kasi Barang Bukti Kejari Bojonegoro nonaktif ini diduga mencabuli remaja laki-laki yang baru berusia 16 tahun. Pria beristri asal Bandar Kedungmulyo, Jombang ini dijerat dengan pasal 82 juncto pasal 76E UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

AH ditahan di Rutan Polres Jombang setelah diperiksa sebagai tersangka. Korban pencabulan yang diduga dilakukan AH ternyata berjumlah 4 remaja laki-laki. Salah satunya si muncikari sendiri. Sedangkan si muncikari telah menerima vonis dari Pengadilan Negeri Jombang pada Jumat (23/9/2022).

Remaja laki-laki asal Kecamatan/Kabupaten Jombang itu terbukti melanggar pasal 88 juncto pasal 76I UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ia menggaet 3 temannya yang berusia di bawah umur untuk melayani nafsu AH dalam kurun waktu Mei-Agustus 2022.

Ketiga temannya itu semuanya remaja laki-laki. Dalam setiap aksinya, si mucikari menerima imbalan Rp 300 ribu dari AH. Si mucikari divonis 11 bulan penjara di lembaga pembinaan khusus anak di Blitar. Ia juga diberi hukuman tambahan berupa mengikuti pelatihan kerja selama 4 bulan di Dinas Sosial Kabupaten Jombang.



Simak Video "Akhir Pelarian Ayah di Jombang Usai Tabrak Lari Anak Sendiri"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)