Istri Kades di Jombang Jadi Tersangka Penipuan Investasi Rp 8,2 M

Istri Kades di Jombang Jadi Tersangka Penipuan Investasi Rp 8,2 M

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Rabu, 05 Okt 2022 19:30 WIB
Kasatreskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha
Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha. (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Jombang -

Istri kepala desa di Kecamatan Jogoroto, Jombang berinisial AI (46) ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan dan penggelapan. AI diduga menipu saudara iparnya dengan modus investasi perdagangan pakan ternak Rp 8,2 miliar.

Merry Rosnawati (53) merupakan korban dugaan penipuan investasi ini. Emak-emak asal Desa Sawiji, Jogotoro, Jombang itu menanamkan uangnya kepada AI sejak 2017. Ia dijanjikan oleh AI keuntungan 5 persen setiap bulan dari bisnis perdagangan pakan ternak.

"Awalnya kecil-kecil, Rp 100 juta, Rp 150 juta, dia (tersangka AI) tertib bayar keuntungannya sehingga saya tertarik," kata Merry kepada detikJatim, Rabu (5/10/2022).

Dalam bisnis itu, lanjut Merry, tersangka membeli pakan ternak dari sebuah pabrik di Surabaya. Merry pun menanamkan modalnya secara bertahap kepada AI. Hingga awal 2021 dana yang ia investasikan kepada tersangka mencapai Rp 8,2 miliar.

Menurut Merry, masalah mulai terjadi April 2021. Saat itu AI berhenti membayar keuntungan kepada dirinya. Pandemi COVID-19 menjadi salah satu alasan tersangka. Selain itu, dana investasi Rp 8,2 miliar miliknya juga tak kunjung dikembalikan oleh tersangka.

"Yang pokok tidak pernah dibayar. Total kerugian saya Rp 8,2 miliar," terangnya.

Merry akhirnya melaporkan saudara iparnya itu ke Polres Jombang pada 5 Juni 2022. "Kami serahkan bukti transfer, surat perjanjian investasi dan bukti percakapan kepada polisi," ujarnya.

Polisi telah menetapkan AI sebagai tersangka pada 16 September 2022. Istri kepala desa di Kecamatan Jogoroto ini dijerat dengan pasal 378 dan 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha menjelaskan AI sempat mangkir dari panggilan pertama penyidik untuk diperiksa sebagai tersangka. Sehingga pihaknya melayangkan panggilan kedua kepada AI. Penangkapan bakal dilakukan jika tersangka kembali mangkir.

Baca lengkap di halaman selanjutnya.