Kalah di Praperadilan Kasus Pencabulan, Ini Kata Pengacara Anak Kiai Jombang

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Kamis, 27 Jan 2022 18:23 WIB
Permohonan praperadilan yang diajukan MSAT, anak kiai di Jombang, ditolak oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Jombang. Dengan begitu, MSAT tetap menyandang status tersangka kasus dugaan pencabulan santriwati.
Sidang praperadilan MSAT/Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom
Jombang -

Permohonan praperadilan yang diajukan MSAT, anak kiai di Jombang, ditolak oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Jombang. Pengacara MSAT, Rio Ramabaskara menghormati putusan hakim.

"Pada sidang hari ini kami sudah mendapatkan jawaban atas kegelisahan selama seminggu ini, bahwa apa yang kami uji, yang kami harapkan untuk diperiksa dan diadili secara formal, ternyata oleh hakim praperadilan dinyatakan tidak dapat diterima. Jadi, sebagai bentuk kepatuhan secara hukum, mau tidak mau putusan itu kami hargai sebagai sebuah produk hukum," jelas Rio usai sidang, Kamis (27/1/2022).

Karena sidang baru saja selesai, Rio menyatakan pihaknya belum bisa menentukan langkah hukum selanjutnya untuk MSAT. "Pascaini, tentu kami akan konsultasi dengan beliau (MSAT). Terlebih banyak yang belum dibacakan, pertimbangan sepertinya tidak utuh dibacakan. Sembari menunggu salinan resminya, nanti baru kami akan menyatakan sikap berikutnya," terangnya.

"Kalau salinan putusan praperadilan sudah dipelajari, apakah MSAT akan diserahkan kepada polisi? Kalau diserahkan konteksnya sedikit berbeda ya. Itu kan domainnya penyidik ya. Domain kami sebagai kuasa hukum kan dalam tahap melakukan pendampingan dan advokasi. Jadi, job desk kita sudah jelas untuk poin itu, tambahnya.

Sidang praperadilan MSAT digelar di Ruangan Kusuma Atmadja PN Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim mulai pukul 14.21 WIB. Seperti sebelumnya, sidang dengan agenda pembacaan putusan ini dipimpin hakim tunggal, Dodik Setyo Wijayanto.

MSAT sebagai pemohon memilih tidak hadir dalam sidang ini. Putra pengasuh pondok pesantren di Desa Losari, Ploso, Jombang ini diwakili dua pengacaranya, Deny Hariyatna dan Rio Ramabaskara. Begitu juga 4 termohon dalam perkara ini.

Termohon 1 Kapolres Jombang dan termohon 3 Kapolda Jatim diwakili tim dari Bidang Hukum Polda Jatim. Yaitu AKBP Nurul Anaturah, Rahmad Hardadi, AKP Sulianto dan Ponirah. Termohon 2 Kepala Kejaksaan Negeri Jombang diwakili Mujib Syaris, sedangkan termohon 4 Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim diwakili Sulistiono.

"Mengadili, menolak permohonan praperadilan yang disampaikan pemohon. Dua, membebankan biaya perkara kepada pemohon," kata Hakim Dodik dalam putusannya, Kamis (27/1/2022).

Setelah membacakan putusan, Dodik meninggalkan ruangan sidang. Sidang praperadilan ini berakhir pukul 15.06 WIB. Dengan begitu, MSAT tetap menyandang status tersangka kasus dugaan pencabulan santriwati.



Simak Video "Aksi Bejat Pria di Palembang: Cabuli Anak Tiri Usai Sahur"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/iwd)