Polisi Jaga Putusan Praperadilan Anak Kiai di Jombang Tersangka Pencabulan

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Kamis, 27 Jan 2022 12:15 WIB
Praperadilan status tersangka pencabulan MSAT, anak kiai di Jombang berjalan lebih cepat dibandingkan jadwal yang disusun pada awal persidangan. Setelah sidang hari ini pihak pemohon dan termohon menyerahkan kesimpulan masing-masing, sidang dilanjutkan besok dengan agenda pembacaan putusan hakim.
Jelang sidang praperadilan MSAT/Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom
Jombang -

Sore nanti hakim Pengadilan Negeri (PN) Jombang akan memutuskan nasib tersangka pencabulan, MSAT, anak kiai di Jombang. Sidang praperadilan terakhir ini akan dijaga puluhan polisi.

Sidang pembacaan putusan praperadilan digelar di Ruangan Kusuma Atmaja PN Jombang pukul 14.00 WIB. Putusan praperadilan akan dibacakan hakim tunggal Dodik Setyo Wijayanto.

Kepala Bagian Operasional (Bagops) Polres Jombang Kompol M Puji mengatakan, pengamanan sidang putusan praperadilan MSAT dilakukan sesuai kebutuhan. Pihaknya akan mengerahkan personel dalam jumlah besar jika ada pengerahan massa dari pesantren.

"Kalau mereka tidak turun ke jalan kami amankan biasa saja sesuai kebutuhan. Kalau kondisi normal, pengamanan cukup di pengadilan saja, hanya 30 anggota," kata Puji kepada wartawan, Kamis (27/1/2022).

Jalan KH Wahid Hasyim di depan PN Jombang, kata Puji, juga tidak akan ditutup selama tidak ada massa dari pesantren yang datang ke lokasi.

"Kalau penutupan jalan tidak ada. Sepanjang mereka tidak turun ke jalan ya kami amankan seperti biasa saja, mengamankan hakimnya, mengamankan masyarakat yang lewat untuk beraktivitas," terangnya.

Berkas perkara pencabulan yang diduga dilakukan MSAT terhadap santriwati dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejaksaan Tinggi Jatim pada 4 Januari 2022. Oleh sebab itu, Polda Jatim berupaya secepat mungkin melakukan tahap dua atau melimpahkan tersangka dan barang bukti perkara tersebut ke jaksa penuntut umum.

Namun, MSAT enggan memenuhi tiga kali panggilan Polda Jatim. Sehingga polisi memasukkan putra kiai pengasuh ponpes di Desa Losari, Ploso, Jombang itu dalam DPO. Polisi mengancam akan menjemput paksa MSAT jika menolak kooperatif.

Sebelum itu, MSAT mengajukan praperadilan ke PN Surabaya terhadap proses penetapan tersangka yang dilakukan Polda Jatim. Namun pada 16 Desember 2021, hakim tidak menerima permohonan MSAT karena kurangnya pihak termohon. Penetapan tersangka MSAT dilakukan di Polres Jombang, sedangkan yang digugat dalam praperadilan tersebut Polda dan Kejati Jatim.

Tim pengacaranya pun mengajukan praperadilan kedua kalinya di PN Jombang dengan pihak termohon Kapolda Jatim, Kapolres Jombang, Kajati Jatim, serta Kajari Jombang. Sidang perdana praperadilan digelar Kamis (20/1) dengan agenda pembacaan permohonan dari MSAT.

Saat itu, hakim praperadilan juga menyusun jadwal sidang. Yaitu pembacaan jawaban dari 4 termohon pada Jumat (21/1), dilanjutkan tahap pembuktian selama 5 hari, mulai Senin (24/1) sampai Jumat (28/1). Sidang terakhir dengan agenda pembacaan putusan dijadwalkan Senin (31/1).

Namun, tahap pembuktian selesai lebih cepat pada Selasa (25/1). Pihak pemohon dan para termohon menyampaikan kesimpulan masing-masing kepada hakim pada Rabu (26/1). Sehingga sore nanti hakim akan membacakan putusan perkara praperadilan tersebut.



Simak Video "Aksi Bejat Pria di Palembang: Cabuli Anak Tiri Usai Sahur"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/iwd)