Asal-usul Nama Situbondo, Pengganti Kabupaten Panarukan

Dina Rahmawati - detikJatim
Selasa, 27 Sep 2022 16:04 WIB
Titik 1.000 Km Jalan Anyer-Panarukan di Situbondo
Titik 1.000 km Anyer-Panarukan yang berada di Situbondo/(Foto: Chuk Shatu Widarsha/detikJatim)
Situbondo -

Kabupaten Situbondo merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang berada di pesisir utara Pulau Jawa. Luas Situbondo sekitar 1.638,50 km2 yang dibagi menjadi 17 kecamatan (132 desa, dan 627 dusun).

Wilayah utara Situbondo berbatasan dengan Selat Madura. Wilayah timur berbatasan dengan Selat Bali. Wilayah selatan berbatasan dengan Bondowoso dan Banyuwangi, serta wilayah barat berbatasan dengan Probolinggo.

Mayoritas penduduk Situbondo berasal dari etnis Jawa dan Madura. Mata pencaharian terbesar warganya berasal dari sektor pertanian. Namun, penduduk di beberapa wilayah yang berbatasan dengan Selat Madura dan Selat Bali memiliki mata pencaharian sebagai nelayan atau pengolah hasil laut.

Berikut asal-usul dan sejarah Situbondo seperti dikutip dari laman resmi Situbondo:

Asal-usul Nama Situbondo

Nama Situbondo diambil dari penggalan nama Pangeran Aryo Gajah Situbondo, seorang ksatria hebat asal Madura. Suatu hari, Pangeran Aryo pergi ke Surabaya untuk meminang putri dari Adipati Suroboyo yang terkenal cantik.

Keinginan Pangeran Aryo ditolak oleh Adipati Suroboyo. Namun, penolakannya tidak diutarakan secara terus-terang.

Adipati Suroboyo memberi syarat kepada Pangeran Aryo untuk membabat hutan di sebelah timur Surabaya. Padahal, syarat tersebut hanya suatu alasan agar Adipati Suroboyo dapat mengulur waktu untuk menyingkirkan Pangeran Aryo.

Keponakan Adipati Suroboyo dari Kediri yang bernama Joko Taruno rupanya juga punya keinginan untuk menyunting putrinya. Adipati Suroboyo akan mewujudkan keinginan tersebut jika Joko Taruno dapat mengalahkan Pangeran Aryo.

Joko Taruno pergi ke hutan untuk menantang Pangeran Aryo. Namun, Joko Taruno tidak bisa mengalahkan Pangeran Aryo. Akhirnya, Joko Taruno mengadakan sayembara. Orang yang bisa mengalahkan Pangeran Aryo akan mendapatkan hadiah berupa separuh kekayaan Joko Taruno.

Putra Mbok Rondo Prabankenco yang bernama Joko Jumput pun mengikuti sayembara tersebut. Rupanya, Joko Jumput dapat mengalahkan Pangeran Aryo.

Pangeran Aryo tertendang jauh ke arah timur hingga ke daerah Situbondo. Itu ditandai dengan ditemukannya odheng atau ikat kepala Pangeran Aryo yang di Kelurahan Patokan.

Di hadapan Adipati Suroboyo, Joko Taruno mengaku telah mengalahkan Pangeran Aryo. Namun, Adipati Suroboyo tidak begitu saja mempercayainya. Adipati Suroboyo menyuruh Joko Taruno dan Joko Jumput untuk bertarung agar dapat menentukan pemenang yang sebenarnya. Pada saat pertarungan, Joko Taruno tertimpa kutukan menjadi patung Joko Dolog akibat kebohongannya.

Namun menurut cerita yang berkembang di masyarakat, Situbondo berasal dari kata Siti yang berarti tanah dan Bondo yang berarti ikat. Hal tersebut dikaitkan dengan sebuah keyakinan bahwa orang pendatang akan diikat untuk menetap di Situbondo.

Situbondo ternyata sempat berganti nama. Baca halaman selanjutnya!