Olahraga beladiri populer di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya seni beladiri tradisional yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Termasuk dari Jawa Timur.
Di Jawa Timur (Jatim) ada seni beladiri gulat yang juga populer. Yakni Okol. Tradisi Gulat Okol kerap dibuat pertunjukan di Madura, Surabaya, dan Gresik.
Sekilas, Gulat Okol mirip beladiri Sumo yang berasal dari Jepang. Namun, banyak perbedaan signifikan dari kedua jenis beladiri itu. Berikut penjelasannya yang telah dirangkum detikJatim.
Mengenal Tradisi Gulat Okol
Pada buku Relasi Agama dan Tradisi Lokal karya Nor Hasan dan Edi Susanto, dijelaskan bahwa tradisi Okol merupakan salah satu ritual masyarakat Madura, khususnya di Pamekasan (Nyabuh Laok dan Plakpak) serta sebagian Sumenep (Kecamatan Batu Putih dan Batang-batang).
Sementara itu, situs Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Surabaya menjelaskan bahwa Gulat Okol atau adu okol merupakan olahraga tradisional yang dilestarikan secara turun-temurun oleh masyarakat Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya.
Dijelaskan bahwa gulat okol mirip olahraga sumo yang berasal dari Jepang, yaitu pertarungan dua atlet saling berhadapan. Namun, berbeda dengan sumo yang mengenakan sabuk yang sekaligus berfungsi sebagai celana, pada gulat okol para pegulat mengenakan selendang dan udeng.
Tradisi Gulat Okol juga disebutkan dalam situs Disparekrafbudpora Gresik. Dalam situs tersebut dijelaskan bahwa Gulat Okol biasa dilakukan di Desa Setro, Kecamatan Menganti.
Tradisi ini juga sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan tetap dipertahankan hingga kini sebagai khazanah budaya tradisi turun-temurun. Beladiri ini biasa disebut Okol Menganti.
Simak penjelasan mengenai Gulat Okol di 3 Daerah Jatim pada halaman selanjutnya
(hse/sun)