Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Timur (Jatim) menyebabkan ribuan Hektare (Ha) lahan terbakar. Total ada 9.540,25 Ha lahan yang hangus terbakar.
"Total 9.540,25 Ha terbakar sejak Juni 2026 sampai awal Oktober ini," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Satriyo Nurseno saat dikonfirmasi, Kamis (8/10/2026).
Satriyo membeberkan, ada 150 kasus karhutla di Jatim sejak bulan Juni 2026. Ratusan kasus itu tersebar di 25 kabupaten/kota se-Jatim.
Lebih lanjut, Satriyo menyebut, karhutla terparah terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Selain itu, karhutla yang melanda kawasan Gunung Ijen, Gunung Buthak, hingga Gunung Kawi tercatat menghanguskan ribuan hektare lahan.
Satriyo memastikan, pada awal Oktober ini, karhutla di Jatim sudah padam total. Namun, pihaknya tetap memantau potensi titik api melalui aplikasi Sipongi.
Selain karhutla, dampak musim kemarau panjang di Jatim menyebabkan 24 kabupaten/kota masih dilanda kekeringan. Total sudah ada 395.438 jiwa yang terdampak kekeringan.
Dari data BPBD Jatim, 24 daerah yang mengalami kekeringan yakni Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Situbondo, Sumenep, Kabupaten Mojokerto, dan Lumajang.
Kemudian, Bondowoso, Lamongan, Banyuwangi, Bangkalan, Kabupaten Blitar, Trenggalek, Gresik, Jember, Sampang, Tulungagung, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Kota Batu, Jombang, Bojonegoro, Kabupaten Probolinggo, dan Pamekasan.
Sedangkan untuk daerah yang siaga atau tanggap darurat karhutla yakni di Banyuwangi, Bangkalan, Lumajang, Pasuruan, Trenggalek, Malang, Jember, Mojokerto, Situbondo, Pacitan, Ponorogo, Batu, Jombang, dan Probolinggo.
Simak Video "Video: 64 Pesawat Perkuat Operasi Pemadaman Karhutla"
(faa/hil)