Sebanyak 24 kabupaten/kota di Jawa Timur masih dilanda kekeringan. Total sudah ada 395.438 jiwa yang terdampak kekeringan.
Pemprov Jatim melalui BPBD membuka peluang melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) agar turun hujan di bulan Oktober ini.
"Ya kami pertimbangkan melakukan OMC, apabila memang ada potensi awan hujan yang memenuhi syarat di Jatim," kata Kepala Bidang dan Kedaruratan Logistik BPBD Jatim Satriyo Nurseno di Surabaya, Selasa (6/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satriyo mengatakan terakhir kali OMC dilakukan di Jatim pada awal September lalu. Namun, kondisi awan kurang memungkinkan sehingga OMC dihentikan.
"Ada peluang di bulan Oktober ini dilakukan OMC. Tapi fokusnya tentu di wilayah-wilayah yang terjadi kekeringan cukup parah, dan terdampak pada sektor pertanian," jelasnya.
Sementara Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan menyebut di bulan Oktober ini memungkinkan dilakukan OMC. Namun, belum ada arahan dari pusat.
"Belum ada perintah dari pusat untuk melakukan OMC bulan Oktober. Tetapi awan potensi hujan sudah ada," terang Taufiq.
Dari data BPBD Jatim 24 daerah yang mengalami kekeringan yakni Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Situbondo, Sumenep, Kabupaten Mojokerto, dan Lumajang.
Kemudian Bondowoso, Lamongan, Banyuwangi, Bangkalan, Kabupaten Blitar, Trenggalek, Gresik, Jember, Sampang, Tulungagung, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Kota Batu, Jombang, Bojonegoro, Kabupaten Probolinggo, dan Pamekasan.
Sedangkan untuk daerah yang siaga atau tanggap darurat karhutla yakni di Banyuwangi, Bangkalan, Lumajang, Pasuruan, Trenggalek, Malang, Jember, Mojokerto, Situbondo, Pacitan, Ponorogo, Batu, Jombang, dan Probolinggo.
