Pakar ITS Ingatkan Potensi Banjir Rob di Jatim Akhir September

Esti Widiyana - detikJatim
Minggu, 27 Sep 2026 13:40 WIB
Banjir Rob Rendam Sekolah-Puluhan Rumah Warga di Surabaya (Foto: Aprilia Devi)
Surabaya -

Potensi banjir rob akhir September kembali menghantui kawasan pesisi di Jawa Timur, tak terkecuali di Kota Surabaya. Pakar mitigasi bencana banjir ITS Dr Umboro Lasminto mengingatkan beberapa hal.

Umboro menjelaskan, ketinggian air pasang menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Masyarakat dapat mencermati prediksi air pasang yang dikeluarkan BMKG atau sumber resmi lainnya.

"Dari hasil pengamatan yang pernah terjadi sebelumnya, apabila puncak pasang di atas 2,4 meter maka perlu diwaspadai karena berpotensi menimbulkan banjir rob," kata Umboro, Minggu (27/9/2026).

Ia mengatakan, bila ketinggian air pasang berada di bawah angka tersebut, maka kemungkinan terjadinya banjir rob relatif lebih rendah. Dia pun mengingatkan kondisi pasang di lapangan tidak selalu sesuai dengan prediksi.

"Masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan ketika terdapat prediksi pasang tinggi di wilayah pesisir Surabaya," ujarnya.

Sementara Dosen dan peneliti mitigasi bencana banjir dari Departemen Teknik Infrastruktur Sipil ITS, Muhammad Hafiizh Imaaduddiin menjelaskan, pasang air laut berkaitan dengan siklus bulan. Fase bulan purnama juga identik dengan terjadinya periode pasang yang lebih besar.

"Menurut saya, kenapa September ini terjadi potensi pasang tertinggi hanya karena waktunya kebetulan bersamaan, yakni bulan purnama, pasang tertinggi, kemudian potensi rob," jelasnya.

Hafiizh mengatakan, karakteristik Surabaya sebagai wilayah hilir pesisir membuat potensi banjir rob menjadi risiko yang perlu diantisipasi. Perkembangan kawasan perkotaan juga membuat area resapan air semakin terbatas.

"Sebagai daerah hilir pesisir, Surabaya tidak dapat menghindari potensi banjir rob sehingga perlu diantisipasi melalui pengelolaan drainase," katanya.

Menurutnya, berbagai kawasan terbangun seperti perumahan, perkantoran, hingga kawasan stadion GBT turut mengurangi area resapan air di Surabaya. Pemkot Surabaya sudah memiliki Surabaya Drainage Master Plan (SDMP) sebagai salah satu upaya penanganan persoalan drainase perkotaan.

Masyarakat dapat melakukan langkah sederhana dengan mengamankan barang dari lokasi yang berpotensi tergenang dan menyiapkan alternatif rute perjalanan. Kesiapsiagaan juga penting dilakukan meskipun banjir rob pada akhirnya tidak terjadi.

"Persiapan sejak awal dapat membantu meminimalkan risiko dan dampak apabila pasang berkembang menjadi banjir rob. Upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan pengelolaan drainase tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada poin ke-11 tentang pembangunan kota dan permukiman yang inklusif, aman, tangguh, serta berkelanjutan," pungkasnya.



Simak Video "Video: Banjir Rob Rendam 5 Desa di Sidoarjo, 2 Ribu Hektare Tambak Terdampak"

(esw/abq)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork