Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir rob di pesisir Pelabuhan Surabaya. Banjir rob tersebut diprakirakan terjadi pada 27-31 Juli 2026.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Sutarno mengatakan, hal tersebut dipengaruhi fase bulan purnama.
"Fase bulan purnama ini berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum," kata Sutarno saat dikonfirmasi detikJatim, Senin (27/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan pemantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir rob berpotensi melanda kawasan pesisir Pelabuhan Surabaya. Sejumlah wilayah yang perlu mewaspadai dampaknya termasuk kawasan Kalianak dan Krembangan.
Sutarno menyebut genangan rob diprediksi mulai naik pada pagi hingga menjelang siang hari.
"Air diprediksi mulai naik sekitar pukul 09.00-12.00 WIB," tuturnya.
Potensi banjir rob tersebut pun bisa berdampak terhadap aktivitas masyarakat di kawasan pesisir. Selain itu, juga berpotensi mengganggu aktivitas bongkar muat di pelabuhan hingga aktivitas transportasi di sekitar wilayah terdampak.
"Masyarakat diimbau selalu waspada dan memperbarui informasi dari BMKG," pungkasnya.
