Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Jawa Timur. Banjir rob diprakirakan terjadi pada 20-30 September 2026.
Potensi banjir rob tersebut dipengaruhi fase bulan purnama yang dapat meningkatkan ketinggian air laut maksimum.
Wilayah yang perlu waspada antara lain pesisir Surabaya Barat, meliputi Kalianak dan Krembangan. Banjir rob diprakirakan terjadi pada 20-30 September 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, banjir rob juga berpotensi terjadi di pesisir Banyuwangi pada 27-30 September 2026.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya Sutarno mengimbau masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Potensi banjir rob diperkirakan terjadi pada pukul 08.00-12.00 WIB," ujar Sutarno saat dikonfirmasi detikJatim, Kamis (17/9/2026).
Genangan akibat banjir rob berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat di kawasan pesisir. Dampaknya dapat dirasakan pada aktivitas di pelabuhan, transportasi, hingga kegiatan warga di wilayah sekitar, termasuk aktivitas tambak garam dan perikanan darat.
Selain mengganggu aktivitas, genangan air rob juga berpotensi mempercepat korosi pada benda berbahan logam, termasuk kendaraan.
Oleh karena itu, BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi terbaru sebelum beraktivitas, terutama di kawasan pesisir Jawa Timur.
"Ikuti info prakiraan terbaru dari BMKG sebelum beraktivitas," pungkas Sutarno.
