Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim menyebut banjir rob berpotensi terjadi di sejumlah wilayah pesisir Jawa Timur pada 22-28 Agustus 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh fase bulan purnama yang berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut.
Wilayah yang perlu mewaspadai potensi banjir rob yakni pesisir Surabaya Barat yang meliputi wilayah Gresik, Lamongan, hingga Tuban.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Sutarno menyebut masyarakat di kawasan pesisir perlu meningkatkan kewaspadaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Potensi banjir rob diperkirakan terjadi pada malam hari, yakni sekitar pukul 20.00-23.00 WIB," ujar Sutarno saat dikonfirmasi detikJatim, Sabtu (22/8/2026).
Potensi banjir rob tersebut dapat berdampak terhadap aktivitas masyarakat di kawasan pesisir. Termasuk aktivitas pelabuhan, transportasi, hingga kegiatan warga yang berada di sekitar wilayah terdampak.
Selain mengganggu aktivitas, genangan air rob juga dapat mempercepat korosi pada benda-benda berbahan logam, termasuk kendaraan.
Di Surabaya, genangan pasang diprakirakan berada dalam rentang yang cukup rendah. Namun, genangan lebih tinggi diprediksi terjadi di beberapa kawasan lainnya.
"Yang tinggi di Gresik, Lamongan, dan Tuban," ungkap Sutarno.
BMKG pun mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi terkini sebelum beraktivitas, termasuk di kawasan pesisir Jatim.
"Selalu ikuti info prakiraan terbaru dari BMKG," pungkas Sutarno.
