5 Fakta HRD Lecehkan Pelamar Modus Cek Lesbi Resign Usai Kasus Viral

5 Fakta HRD Lecehkan Pelamar Modus Cek Lesbi Resign Usai Kasus Viral

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Sabtu, 19 Sep 2026 11:00 WIB
Penasihat Hukum PT Hersindo Logistic Indonesia, Amseki Tanaem
Penasihat Hukum PT Hersindo Logistic Indonesia, Amseki Tanaem/Foto: Esti Widiyana/detikJatim
Surabaya -

Sebuah unggahan perempuan yang mengaku mengalami dugaan pelecehan seksual saat melamar pekerjaan di salah satu perusahaan logistik di Surabaya viral di media sosial.

Dalam unggahan tersebut, perempuan itu menyebut dugaan pelecehan terjadi saat wawancara dengan seorang oknum HRD, termasuk adanya modus untuk mengecek apakah pelamar perempuan merupakan lesbian atau penyuka sesama jenis.

Kasus itu kemudian mendapat perhatian Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Surabaya yang mendatangi PT Hersindo Logistic Indonesia untuk meminta klarifikasi perusahaan. Di sisi lain, perusahaan membantah adanya dugaan pelecehan tersebut dan menyebut HRD yang dimaksud telah mengundurkan diri pada 14 September 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut fakta-faktanya:

1. Pelamar mengaku ditanya dan dites soal lesbian

Perempuan yang mengunggah cerita tersebut menyebut proses wawancara dengan oknum HRD berlangsung hingga sekitar dua jam dan kemudian mengarah pada tindakan yang menurutnya merupakan pelecehan seksual.

ADVERTISEMENT

Modusnya disebut berkaitan dengan upaya mengecek apakah pelamar menyukai sesama perempuan atau tidak. Dalam unggahannya, dia juga menyebut ada sejumlah bentuk perlakuan berbeda yang dialami kandidat perempuan lainnya.

"Sumpah ini gak nyangka banget sihh, ternyata yang buat interview sampek 2 jam itu si oknum HRD ini melakukan pelecehan seksual kepada semua kandidat cewek. Modusnya beragam ada yang disuruh pijat paha dia bahkan dia mau lepas celana kek whatttt jnck banget, ada yang yang disuruh cium bibir untuk membuktikan kalo kandidat ini gak lesbi," terang unggahan tersebut.

2. Sebelum interview, pelamar diminta mengisi dua link

Menurut unggahan tersebut, kejanggalan sudah dirasakan sejak tahap awal rekrutmen karena pelamar diminta mengisi dua formulir daring. Salah satunya meminta data pribadi yang cukup sensitif serta foto sambil memegang KTP, sedangkan formulir lainnya disebut digunakan untuk tes secara online.

Perempuan itu kemudian melampirkan bukti formulir yang menurutnya berkaitan dengan proses lamaran kerja tersebut.

"Mulai dari proses rekrutmen tahap awalnya sedikit janggal. biasanya proses ke tahap interview cuma disuruh bawa dokumen, beda sama perusahaan ini dia suruh untuk mengisi terlebih dahulu 2 link, yang satu link untuk mengisi data diri tapi ini data dirinya yang sampai privasi banget bahkan sampai disuruh foto sambil pegang ktp sumpahh. Aku sertakan buktinya. Terus yang link 2 untuk tes online biasa," demikian unggahan yang dilihat detikJatim, Kamis (17/9/2026).

3. Perusahaan bantah ada pelecehan

PT Hersindo Logistic Indonesia akhirnya memberikan klarifikasi setelah unggahan tersebut viral. Penasihat hukum perusahaan Amseki Tanaem menyatakan, pihak manajemen membantah adanya perbuatan pelecehan seksual seperti yang dituduhkan.

Perusahaan juga menyebut belum menerima bukti atau data pendukung dari pihak yang mengaku menjadi korban sehingga meminta korban melapor secara resmi agar persoalan tersebut dapat diklarifikasi.

"Iya, kami membantah adanya perbuatan tersebut," kata Penasihat Hukum PT Hersindo Logistic Indonesia, Amseki Tanaem, Jumat (18/9/2026).

4. HRD yang disebut dalam dugaan kasus sudah resign

Oknum HRD yang disebut dalam unggahan tersebut diketahui sudah tidak lagi bekerja di PT Hersindo Logistic Indonesia setelah mengundurkan diri pada 14 September 2026, atau beberapa hari sebelum pihak perusahaan memberikan klarifikasi kepada wartawan.

Amseki mengatakan, dirinya belum mengetahui alasan pengunduran diri tersebut karena belum membaca surat yang diajukan HRD bersangkutan.

"HRD-nya diketahui sempat mengundurkan diri di tanggal 14 September yang lalu," kata Amseki kepada wartawan di kantor perusahaan, Jumat (18/9/2026).

5. Disperinaker akan cek para pelamar yang ikut interview

Disperinaker Surabaya menyatakan, dugaan pelecehan tersebut masih perlu dibuktikan sehingga pihaknya meminta perusahaan menyerahkan data pelamar yang mengikuti proses wawancara, kemudian para pencari kerja itu akan dikonfirmasi satu per satu mengenai proses rekrutmen yang mereka jalani.

Disperinaker juga memberikan kesempatan kepada perusahaan untuk meminta klarifikasi kepada HRD yang disebut melakukan wawancara secara sendiri, sementara terkait dua formulir online dan lowongan terapis pijat yang disebut dalam unggahan, Disperinaker masih melakukan penelusuran.

"Karena laporan ini juga kami belum ada bukti, sehingga kami juga harus bersama-sama membuktikan. Dan kami janjikan kepada perusahaan ketika nanti data sudah ada kami akan kontak satu per satu kepada parapencaker yang ikut interview di sini, proses rekrut di sini, untuk memastikan bahwa yang disampaikan itu adalah benar," ujar Kabid Hubungan Industrial, Syarat Kerja dan Jamsostek Disperinaker Surabaya, Tranggono Wahyu Wibowo.

Halaman 2 dari 2


Simak Video " Menikmati Makan Malam Lezat di Restoran Hotel Mewah Surabaya "
[Gambas:Video 20detik] (irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads