HRD yang Diduga Lecehkan Pelamar di Surabaya Resign Saat Kasus Viral

HRD yang Diduga Lecehkan Pelamar di Surabaya Resign Saat Kasus Viral

Esti Widiyana - detikJatim
Jumat, 18 Sep 2026 21:15 WIB
Penasihat Hukum PT Hersindo Logistic Indonesia, Amseki Tanaem
Penasihat Hukum PT Hersindo Logistic Indonesia, Amseki Tanaem. (Foto: Esti Widiyana/detikJatim)
Surabaya -

PT Hersindo Logistic Indonesia beralamat di Surabaya akhirnya buka suara usai viral unggahan perempuan menjadi korban dugaan pelecehan oleh HRD saat melamar kerja. Ternyata oknum HRD tersebut sudah mengundurkan diri dari pekerjaannya tepat ketika kasusnya viral.

Ketika ditanya terkait klarifikasi oknum HRD tersebut, Penasihat hukum PT Hersindo Logistic Indonesia, Amseki Tanaem menyebut bahwa bersangkutan sudah tidak lagi bekerja di perusahaan itu.

"HRD-nya diketahui sempat mengundurkan diri di tanggal 14 September yang lalu," kata Amseki kepada wartawan di kantor perusahaan, Jumat (18/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tanggal pengunduran diri tersebut berdekatan dengan waktu unggahan dugaan pelecehan di Threads oleh akun @tikusgarong000 viral. Unggahan tersebut disebut muncul sekitar lima hari lalu.

Amseki mengaku tidak mengetahui alasan HRD tersebut mengundurkan diri. Menurutnya, HRD itu telah bekerja di perusahaan logistik tersebut selama kurang lebih satu tahun.

ADVERTISEMENT

"Saya kurang tahu alasannya kenapa, karena saya belum membaca surat alasannya," ujarnya.

Sementara itu, pihak perusahaan membantah adanya dugaan pelecehan saat proses wawancara kerja maupun pengisian formulir online yang disebut janggal.

Pihak perusahaan mengaku belum menerima bukti terkait dugaan tersebut.

"Iya, kami membantah adanya perbuatan tersebut," tegasnya.

Meski demikian, perusahaan mempersilakan perempuan yang mengaku sebagai korban untuk datang dan memberikan klarifikasi serta bukti. Hingga kini, perusahaan menyebut belum mendapatkan bukti atau data terkait dugaan pelecehan tersebut.

"Kami yakini itu dilakukan oleh oknum yang seharusnya dia bertanggung jawab melakukan perbuatan tersebut. Korban yang merasa dirugikan atas perbuatan tersebut, bisa datang kepada kami untuk memberikan klarifikasinya maupun menyampaikan bukti-bukti bahwasanya mereka diduga menjadi korban pelecehan seksual terhadap orang yang diduga HRD di perusahaan kami. Kami bersedia untuk membantu ketika hal tersebut memang benar adanya," pungkasnya.

Sebelumnya, sebuah unggahan seorang perempuan yang menjadi korban pelecehan saat melamar kerja di Surabaya viral di media sosial. Pelaku pelecehan disebut sebagai oknum Human Resource Development (HRD).

Unggahan dugaan pelecehan itu diketahui diunggah di akun Threads @tikusgarong000. Ia mengingatkan untuk lebih berhati-hati ketika mencari pekerjaan di Surabaya terutama di salah satu perusahaan logistik.

Dia juga memberikan bukti data diri di dua formulir online yang dilamarnya. Ia menyebut sedikit kejanggalan sebab, ia diharuskan mengisi biodata dan foto sambil memegang KTP.

"Mulai dari proses rekrutmen tahap awalnya sedikit janggal. biasanya proses ke tahap interview cuma disuruh bawa dokumen, beda sama perusahaan ini dia suruh untuk mengisi terlebih dahulu 2 link, yang satu link untuk mengisi data diri tapi ini data dirinya yang sampai privasi banget bahkan sampai disuruh foto sambil pegang ktp sumpahh. Aku sertakan buktinya. Terus yang link 2 untuk tes online biasa," demikian unggahan yang dilihat detikJatim, Kamis (17/9/2026).

Kejanggalan selanjutnya terjadi saat tahap wawancara dengan oknum HRD. Ia menilai HRD terlalu ramah tak seperti pada umumnya. Dari situ ia kemudian mengalami dugaan pelecehan dengan modus untuk mengecek apakah pelamar lesbian atau penyuka sesama jenis perempuan atau tidak.

"Sumpah ini gak nyangka banget sihh, ternyata yang buat interview sampek 2 jam itu si oknum HRD ini melakukan pelecehan seksual kepada semua kandidat cewek. Modusnya beragam ada yang disuruh pijat paha dia bahkan dia mau lepas celana kek whatttt j*nc*k banget, ada yang yang disuruh cium bibir untuk membuktikan kalo kandidat ini gak lesbi," terang unggahan tersebut.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads