Vasektomi: Pengertian, Cara Kerja, Prosedur dan Efek Samping

Irma Budiarti - detikJatim
Jumat, 18 Sep 2026 17:45 WIB
Ilustrasi vasektomi. Foto: Getty Images/Shidlovski
Surabaya -

Vasektomi merupakan salah satu metode kontrasepsi untuk pria yang dilakukan melalui operasi kecil pada saluran sperma. Metode ini ditujukan bagi pria yang sudah yakin tidak ingin memiliki anak lagi. Dalam prosedurnya, saluran yang membawa sperma dari testis ke penis, yaitu vas deferens, dipotong atau disumbat.

Dengan begitu, sperma tidak lagi bercampur dengan air mani saat pria mengalami ejakulasi sehingga pembuahan tidak terjadi. Lantas, bagaimana sebenarnya prosedur vasektomi dilakukan dan apa saja yang perlu diketahui sebelum memilih metode kontrasepsi ini?

Apa Itu Vasektomi?

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui laman Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan menjelaskan vasektomi atau Metode Operasi Pria (MOP) sebagai kontrasepsi dengan tindakan pembedahan pada saluran mani yang bertujuan mencegah terjadinya kehamilan secara permanen.

Vasektomi merupakan operasi kecil yang dilakukan pada bagian skrotum atau kantong zakar. Bekas tindakannya dapat berupa satu luka kecil di bagian tengah atau dua luka kecil di sisi kanan dan kiri kantong zakar.

Tindakan tersebut bertujuan menghambat perjalanan spermatozoa melalui vas deferens. Dengan demikian, sperma yang dihasilkan testis tidak dapat mencapai air mani yang dikeluarkan saat ejakulasi.

Cara Kerja Vasektomi

Vasektomi bekerja dengan memutus atau menyumbat vas deferens, yakni saluran yang membawa sperma dari testis menuju penis. Setelah saluran tersebut ditutup, sperma tetap diproduksi oleh testis.

Namun, sperma tidak dapat keluar melalui saluran reproduksi seperti sebelumnya. Air mani tetap dapat keluar saat ejakulasi karena sebagian besar cairan semen berasal dari kelenjar lain dalam sistem reproduksi pria.

Bedanya, setelah vasektomi berhasil, air mani tersebut tidak lagi mengandung sperma. Karena itu, vasektomi tidak membuat seorang pria berhenti mengalami ejakulasi dan tidak menghilangkan kemampuan untuk ereksi.

Apakah Vasektomi Mempengaruhi Hubungan Seksual?

Vasektomi tidak dimaksudkan untuk menghilangkan kemampuan seksual pria. RS Universitas Indonesia menjelaskan bahwa pria yang telah menjalani vasektomi masih dapat mengalami ereksi dan ejakulasi.

Perubahan utamanya adalah sperma tidak lagi terdapat dalam ejakulat setelah seluruh sperma yang tersisa di saluran reproduksi sudah dibersihkan. Artinya, vasektomi berbeda dengan tindakan yang menghentikan produksi hormon atau membuat pria tidak dapat melakukan hubungan seksual.

Siapa yang Dapat Menjalani Vasektomi?

Vasektomi pada dasarnya ditujukan untuk pria yang sudah berkeluarga dan benar-benar tidak ingin memiliki anak lagi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menjalani tindakan ini antara lain sebagai berikut.

  • Tidak ingin memiliki anak lagi.
  • Memutuskan vasektomi secara sukarela setelah mendapatkan konseling.
  • Mendapat persetujuan dari istri.
  • Memiliki jumlah anak yang sudah dianggap cukup dan dalam kondisi sehat jasmani serta rohani.
  • Mengetahui prosedur vasektomi beserta konsekuensinya.
  • Menandatangani formulir persetujuan tindakan atau informed consent.
  • Istri calon akseptor disyaratkan berusia sekurang-kurangnya 25 tahun.

Karena vasektomi merupakan kontrasepsi permanen, keputusan untuk menjalaninya perlu dipertimbangkan secara matang. Pria yang masih memiliki keinginan untuk mempunyai anak di kemudian hari perlu mendiskusikan pilihan kontrasepsi lain dengan tenaga kesehatan.

Persiapan Sebelum Vasektomi

Sebelum menjalani tindakan, calon akseptor akan mendapatkan konseling mengenai vasektomi. Konseling penting untuk memastikan calon pasien memahami prosedur, manfaat, risiko, serta sifat permanen dari metode tersebut. Selain itu, beberapa persiapan yang perlu dilakukan antara lain sebagai berikut.

  • Beristirahat dengan cukup.
  • Mandi dan menggunakan pakaian dalam yang bersih.
  • Mencukur rambut kemaluan yang menutupi area tindakan.
  • Membersihkan area operasi dengan sabun.
  • Makan sebelum datang ke klinik atau rumah sakit.
  • Membawa surat persetujuan dari istri yang telah ditandatangani atau dibubuhi cap jempol.
  • Datang dengan ditemani orang dewasa, istri, atau anggota keluarga.

Prosedur Vasektomi

Vasektomi merupakan operasi kecil yang umumnya dilakukan secara rawat jalan. Tindakan ini biasanya berlangsung kurang dari 30 menit dan menggunakan anestesi lokal untuk membuat area sekitar saluran sperma mati rasa. Secara umum, prosedur vasektomi dilakukan melalui tahapan berikut.

  • Pasien berbaring terlentang, kemudian area skrotum dibersihkan dan ditutup dengan kain steril. Bagian yang akan dilakukan tindakan dibiarkan terbuka.
  • Dokter memberikan anestesi lokal di sekitar vas deferens agar area tersebut mati rasa selama prosedur.
  • Setelah anestesi bekerja, dokter mencari dan memegang vas deferens, yaitu saluran yang membawa sperma dari testis.
  • Vas deferens kemudian dipisahkan dari jaringan di sekitarnya. Bagian saluran tersebut selanjutnya dipotong, diikat, atau ditutup sesuai teknik vasektomi yang digunakan.
  • Setelah prosedur selesai, luka pada area tindakan ditangani. Pasien kemudian dipantau sebelum diperbolehkan pulang sesuai kondisi.

Apakah Vasektomi Langsung Efektif?

Vasektomi tidak langsung membuat air mani bebas dari sperma sesaat setelah operasi. Masih ada sperma yang tersisa di bagian saluran reproduksi setelah vas deferens ditutup. Sperma tersebut membutuhkan waktu untuk benar-benar keluar dari saluran.

Karena itu, pria yang baru menjalani vasektomi masih perlu menggunakan metode kontrasepsi lain untuk sementara waktu. Vasektomi baru dapat dianggap berhasil setelah pemeriksaan lanjutan terhadap sampel air mani menunjukkan tidak adanya sperma sesuai penilaian tenaga kesehatan.

RSUI menyebut vasektomi sebagai metode kontrasepsi yang memiliki tingkat keberhasilan lebih dari 99 persen. Meski demikian, pemeriksaan setelah tindakan tetap penting untuk memastikan prosedur telah berhasil.

Risiko Vasektomi

Seperti prosedur operasi lainnya, vasektomi juga memiliki risiko meski komplikasinya tergolong jarang. Setelah menjalani tindakan, beberapa pria dapat mengalami keluhan pada area operasi, seperti berikut.

  • Nyeri
  • Perdarahan
  • Infeksi
  • Keluhan atau rasa tidak nyaman pada area tindakan

Namun, komplikasi tersebut disebut jarang terjadi dan sebagian besar pria yang menjalani vasektomi hanya mengalami sedikit masalah setelah prosedur. Jika setelah tindakan muncul keluhan mengkhawatirkan atau semakin berat, pasien perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.

Apakah Vasektomi Bisa Dikembalikan?

Vasektomi sebaiknya dilakukan setelah pria benar-benar yakin tidak ingin memiliki anak lagi. Meski ada prosedur pembalikan vasektomi atau vasovasostomi untuk menyambungkan kembali saluran sperma, tindakan tersebut tidak selalu berhasil. Prosedurnya juga lebih rumit dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Karena itu, vasektomi sebaiknya tidak dipilih dengan anggapan tindakan tersebut pasti bisa dibatalkan jika suatu saat berubah pikiran. Sebelum menjalani prosedur, calon akseptor perlu mendapatkan konseling dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar memahami cara kerja, risiko, serta sifat permanen dari vasektomi.



Simak Video "Video Kepala BKKBN Bicara soal Penerapan Vasektomi di RI"

(irb/abq)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork