Benarkah Ada Jam Terbaik Minum Air?

Benarkah Ada Jam Terbaik Minum Air?

Irma Budiarti - detikJatim
Jumat, 03 Jul 2026 09:00 WIB
Ilustrasi minum air cukup. Tips kesehatan minum air untuk menghidrasi tubuh.
Ilustrasi minum air cukup. Tips kesehatan minum air untuk menghidrasi tubuh. Foto: Gemini AI
Surabaya -

Minum air putih merupakan kebiasaan sederhana yang sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Namun, tidak sedikit orang yang masih bertanya-tanya, apakah ada jam terbaik untuk minum air? Benarkah minum air di waktu tertentu lebih bermanfaat dibanding waktu lainnya?

Beragam informasi yang beredar di media sosial sering kali membuat masyarakat bingung. Ada yang menyebut minum air harus tepat pukul tertentu, ada pula yang melarang minum saat makan atau sebelum tidur.

Padahal, menurut berbagai lembaga kesehatan resmi, yang paling penting bukanlah mengejar jam tertentu, melainkan memastikan tubuh tetap terhidrasi sepanjang hari. Yuk, simak informasi selengkapnya tentang minum air.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apakah Ada Aturan Jam Minum Air yang Benar?

Tidak ada aturan baku mengenai jam minum air yang wajib diikuti semua orang. Menurut Mayo Clinic, kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda.

Faktor usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, kondisi kesehatan, cuaca, hingga lingkungan tempat tinggal mempengaruhi jumlah cairan yang dibutuhkan tubuh. Karena itu, tidak ada satu jadwal minum air yang berlaku universal.

ADVERTISEMENT

Yang lebih penting adalah menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan memenuhi kebutuhan cairan secara konsisten sepanjang hari, bukan menghabiskan seluruh kebutuhan air dalam satu waktu.

Kapan Waktu yang Dianjurkan untuk Minum Air?

Meskipun tidak ada jam wajib, para ahli kesehatan menyarankan beberapa momen untuk membantu menjaga hidrasi tubuh. Berikut waktu-waktu terbaik untuk minum air.

1. Setelah Bangun Tidur

Saat tidur selama sekitar 6-8 jam, tubuh tetap kehilangan cairan melalui pernapasan dan keringat. Karena itu, minum satu gelas air setelah bangun tidur dapat membantu menggantikan cairan yang hilang, dan menjadi awal yang baik untuk memenuhi kebutuhan cairan harian.

2. Sebelum, Saat, dan Setelah Berolahraga

Aktivitas fisik membuat tubuh mengeluarkan cairan melalui keringat. Minum air sebelum olahraga membantu mempersiapkan tubuh, selama olahraga membantu mempertahankan hidrasi, sedangkan setelah olahraga berfungsi mengganti cairan yang hilang.

3. Saat Merasa Haus

Rasa haus merupakan sinyal alami bahwa tubuh membutuhkan cairan. Jangan menunda terlalu lama ketika haus muncul, terutama saat cuaca panas atau setelah banyak beraktivitas.

4. Bersama atau Di Antara Waktu Makan

Minum air saat makan maupun di sela-sela waktu makan merupakan kebiasaan yang baik untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan harian. Air juga membantu proses pencernaan dan penyerapan nutrisi.

5. Saat Cuaca Panas atau Sedang Sakit

Tubuh membutuhkan lebih banyak cairan ketika berada di lingkungan panas, mengalami demam, muntah, atau diare karena kehilangan cairan lebih cepat dibanding kondisi normal.

Apakah Minum Air Harus Delapan Gelas Sehari?

Anjuran minum delapan gelas air sehari memang sangat populer, tetapi sebenarnya bukan aturan yang harus dipenuhi. Kebutuhan cairan berbeda setiap individu.

Sebagai acuan umum, National Academies of Sciences Engineering and Medicine memperkirakan total kebutuhan cairan harian untuk pria dan wanita sebagai berikut.

  • Pria sekitar 3,7 liter per hari.
  • Wanita sekitar 2,7 liter per hari.

Jumlah tersebut berasal dari seluruh sumber cairan, termasuk air putih, minuman lain, serta makanan yang mengandung banyak air seperti buah dan sayuran. Sekitar 20 persen kebutuhan cairan harian biasanya berasal dari makanan.

Kesalahan Sepele yang Sering Dilakukan Saat Minum Air

Minum air putih memang tampak sebagai kebiasaan yang sederhana. Namun, tanpa disadari banyak orang masih melakukan kesalahan kecil yang dapat membuat tubuh tidak mendapatkan manfaat hidrasi secara optimal.

Mulai dari menunggu haus baru minum hingga menghabiskan air dalam jumlah banyak sekaligus, kebiasaan-kebiasaan ini justru berpotensi membuat keseimbangan cairan tubuh terganggu.

1. Menunggu Haus Baru Minum

Sebagian orang baru minum ketika tenggorokan terasa sangat kering. Padahal, rasa haus menandakan tubuh mulai mengalami kekurangan cairan. Membiasakan minum sedikit demi sedikit sepanjang hari lebih baik daripada menunggu haus berlebihan.

2. Minum Banyak Sekaligus

Menghabiskan satu hingga dua liter air dalam waktu singkat bukan cara terbaik memenuhi kebutuhan cairan. Tubuh memiliki kemampuan terbatas dalam mengatur keseimbangan cairan, sehingga lebih baik minum secara bertahap sepanjang hari. Dalam kasus yang jarang terjadi, konsumsi air berlebihan dalam waktu singkat juga dapat menyebabkan kadar natrium dalam darah turun (hiponatremia).

3. Menganggap Air Putih Satu-satunya Sumber Cairan

Air putih memang merupakan pilihan terbaik, tetapi kebutuhan cairan juga bisa diperoleh dari susu, teh, kopi, sup, serta buah dan sayuran yang mengandung banyak air. Namun, minuman tinggi gula sebaiknya dibatasi.

4. Tidak Menambah Minum Saat Aktivitas Meningkat

Saat berolahraga, bekerja di luar ruangan, atau cuaca sangat panas, tubuh kehilangan lebih banyak cairan. Jika jumlah air yang diminum tetap sama seperti hari biasa, risiko dehidrasi meningkat.

Bagaimana Cara Mengetahui Tubuh Sudah Cukup Terhidrasi?

Salah satu cara paling mudah mengetahui tubuh cukup terhidrasi adalah memperhatikan warna urine. Seseorang kemungkinan sudah mendapatkan cairan yang cukup apabila jarang merasa haus, dan warna urine bening hingga kuning muda.

Sebaliknya, jika urine berwarna kuning pekat, rasa haus berlebihan, sakit kepala, tubuh mudah lelah, hingga sulit berkonsentrasi, kondisi ini dapat menjadi tanda tubuh kekurangan cairan.

Apakah Minum Air Saat Makan Berbahaya?

Ini merupakan salah satu mitos yang masih sering dipercaya. Hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah kuat yang menunjukkan bahwa minum air saat makan mengganggu proses pencernaan pada orang sehat.

Sebaliknya, air membantu makanan bergerak melalui saluran pencernaan dan mendukung penyerapan nutrisi. Karena itu, minum air bersama makanan dalam jumlah wajar tetap aman dilakukan.

Jadi, tidak ada aturan resmi mengenai jam minum air yang paling benar untuk semua orang. Hal terpenting adalah memenuhi kebutuhan cairan tubuh secara konsisten sepanjang hari sesuai kondisi dan aktivitas masing-masing.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads