Korban keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo kembali bertambah. Data terbaru Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo mencatat total 748 pasien hingga Jumat (4/9/2026) pagi.
"Sebanyak 728 pasien telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan. 20 pasien masih menjalani rawat inap atau MRS," ujar Kepala Dinkes Kabupaten Sidoarjo dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, Jumat (4/9/2026).
Data tersebut merupakan pembaruan dari penanganan korban keracunan MBG yang terjadi setelah para penerima manfaat mengonsumsi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah.
Para korban tersebar di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di Sidoarjo. Mereka sebelumnya mengalami sejumlah gejala, seperti mual, muntah hingga pusing.
Badan Gizi Nasional (BGN) pun menegaskan telah mencopot Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Sidoarjo, Rafli Ridho. Hal itu disampaikan Wakil Kepala BGN Trenggono usai menjenguk para korban yang masih dirawat di RSUD Notopuro, Sidoarjo bersama Menteri PPPA Arifah Fauzi.
"Sudah, begitu kejadian, dapurnya tidak dioperasionalkan, kepala dapurnya dicopot," kata Trenggono.
Sementara Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo telah melakukan pengambilan sampel untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut. Sampel yang diperiksa meliputi bahan makanan yang disajikan dalam menu MBG serta muntahan pasien.
Sampel tersebut kemudian diuji di laboratorium untuk memastikan penyebab keracunan.
Diketahui, ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam dan pelajar di sejumlah sekolah di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi menu MBG dari SPPG Kalitengah pada Selasa (1/9) siang.
Menu MBG yang dikonsumsi terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu bali, sayur buncis baby corn, dan buah apel.
SPPG Kalitengah diketahui menyuplai MBG untuk 19 lembaga pendidikan. SPPG tersebut kemudian disuspend setelah kasus keracunan terjadi.
Wakil Kepala BGN dan Menteri PPPA saat menjenguk korban keracunan MBG di Sidoarjo. Foto Aprilia
Simak Video "Video: Soal Keracunan Di SMAN 1 Lasem, DPRD Rembang : Belum Tentu Karena MBG"
(auh/dpe)