Badan Gizi Nasional (BGN) telah mencopot Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah Sidoarjo, Rafli Ridho. Rafli dicopot buntut kasus keracunan yang menimpa 748 santri dan siswa usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Tetapi bagaimana dengan pemilik SPPG itu?
Wakil Kepala BGN Trenggono hanya mengatakan penindakan telah dilakukan terhadap kepala dapur.
"Bukan pemilik SPPG (yang ditindak), kepala dapur akan (sudah) dicopot," ujar Trenggono di RSUD Notopuro, Sidoarjo, Jumat (4/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trenggono memastikan Kepala SPPG Kalitengah Rafli Ridho telah dicopot. Pencopotan dilakukan setelah operasional dapur SPPG tersebut dihentikan sementara menyusul kejadian keracunan massal.
"Sudah (kepala SPPG Kalitengah) begitu kejadian, dapurnya tidak dioperasionalkan dan kepala dapurnya dicopot," ungkap Trenggono.
BGN pun saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari dapur SPPG. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi salah satu indikator dalam menentukan ada atau tidaknya unsur kesengajaan maupun kelalaian.
"Nanti kalau ada kesengajaan, atau kesalahan kelalaian maka akan disesuaikan dengan aturan," tutur Trenggono.
