Ditegur Pertamina, SPBU di Malang Ganti Suara Prabowo-Jokowi dengan Ini

Muhammad Aminudin - detikJatim
Jumat, 04 Sep 2026 09:45 WIB
SPBU di Tlogomas, Kota Malang yang umumkan 'Pertalite Habis' pakai suara mirip Jokowi dan Prabowo. (Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)
Kota Malang -

Penyampaian kabar mengenai habisnya stok BBM jenis Pertalite di SPBU 54.651.05 Jalan Raya Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, kini tak lagi terdengar menggelegar. Pihak pengelola telah mengganti rekaman suara mirip Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya diputar dengan papan petunjuk konvensional.

Pengawas SPBU 54.651.05 Tlogomas, Supriyanto, membenarkan bahwa metode pengumuman bersuara khas tersebut kini resmi dipensiunkan usai dipasang oleh para karyawannya.

"Iya itu anak-anak yang buat. Tapi sekarang kita sudah tidak menggunakan lagi," terang Supriyanto saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (3/9/2026).

Keputusan menghentikan pemutaran rekaman suara buatan kecerdasan buatan (AI) tersebut diambil setelah SPBU mendapat teguran tegas dari manajemen Pertamina. Tanpa mengulur waktu, rekaman itu langsung dihapus dari daftar putar.

"Ditegur, sudah kita hapus," tegasnya.

Padahal, Supriyanto mengungkapkan bahwa penggunaan rekaman suara tersebut sejatinya didasari niat untuk mempermudah konsumen. Menurutnya, pesan suara jauh lebih cepat ditangkap oleh warga yang mengantre dibandingkan hanya mengandalkan tulisan.

"Kalau suara kan cepat didengar, karena kasihan kalau sudah mengantre ternyata baru tahu kalau Pertalite-nya habis," paparnya.

Namun, demi mematuhi arahan manajemen, pengumuman berbasis audio AI itu kini sepenuhnya digantikan oleh papan tulisan manual. Papan tersebut akan dipajang setiap kali stok Pertalite di tangki penyimpanan kosong.

"Sudah kita ganti, dengan membuat papan tulisan. Sudah kita buat, nanti kalau Pertalite dalam kondisi habis, kami pasang agar masyarakat tahu," tutur Supriyanto.

Ia menjelaskan bahwa rekaman suara itu sempat diputar pada Rabu (2/9/2026) ketika tangki SPBU kehabisan pasokan dan sedang menantikan truk tangki pengirim dari Pertamina.

"Kemarin itu, saat Pertalite memang pas habis, nunggu pengiriman," jelasnya.

Tingginya tingkat penjualan Pertalite di SPBU Tlogomas tidak terlepas dari lokasinya yang dikelilingi kampus. Mayoritas pembeli merupakan kalangan mahasiswa pengemudi kendaraan roda dua yang saat ini sudah memulai aktivitas perkuliahan.

"Di sini paling cepat terjual Pertalite, karena banyak yang beli mahasiswa. Apalagi sekarang kuliah sudah mulai jalan," katanya.

Sebagai gambaran, Supriyanto menyebutkan bahwa pada hari itu saja SPBU Tlogomas menerima pasokan Pertalite mencapai 48 ribu liter. Jumlah sebesar itu diprediksi akan ludes tak tersisa hanya dalam waktu satu hari.

"Hari ini 48 ribu liter terima pengiriman, pasti besok pagi habis terjual. Kuliah libur hanya 32 ribu liter," pungkasnya.



Simak Video "Berburu Oleh-Oleh di Kawasan Arab, Kota Malang"

(ihc/dpe)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork